22.4 C
Sukabumi
Kamis, April 25, 2024

Suzuki SUI 125 Meluncur, Spesifikasi Vespa Banget Harga Terjangkau

sukabumiheadline.com l Skutik modern Suzuki Vespa SUI...

Thrust Defender 125, Motor Matic Maxi Bikin Yamaha XMAX Ketar-ketir, Cek Harganya

sukabumiheadline.com l Thrust Defender 125, diprediksi bakal...

Desain Ala Skuter Retro, Intip Spesifikasi dan Harga Suzuki Saluto 125

sukabumiheadline.com l Di belahan dunia lain, Suzuki...

Ini Lho 5 Jaringan Ritel Modern Didirikan Pengusaha asal Sukabumi

EkonomiIni Lho 5 Jaringan Ritel Modern Didirikan Pengusaha asal Sukabumi

sukabumiheadline.com l Warga Sukabumi, Jawa Barat, mungkin selama ini rajin atau pernah berbelanja di supermarket ternama Tanah Air, seperti Giant, IKEA, Guardian dan Startmart.

Namun, tentunya tidak banyak warga Sukabumi yang mengetahui bahwa jejaring ritel tersebut dirintis oleh seorang pengusaha asal Sukabumi.

Berikut 5 profil jaringan ritel di Indonesia yang dirintis oleh seorang pengusaha asal Sukabumi, dirangkum sukabumiheadline.com dari berbagai sumber.

1. Startmart

Startmart merupakan anak perusahaan PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Namun, perusahaan kemudian menyerahkan 60% usahanya di segmen minimarket kafetaria yang biasa disebut convenience store itu ke PT Fajar MItra Indah, pengelola gerai sejenis dengan merek Famiy Mart.

Gerai Startmart, HERO Grup yang 60% di antaranya sudah beralih ke Grup Wings. l Istimewa
Grup yang 60% di antaranya sudah beralih ke Grup Wings. l Istimewa

Menurut Presiden Direktur Hero Supermarket, Stephane Deutsch, pihaknya terpaksa menjual sebagian Starmart lantaran ingin fokus di bisnis ritel yang lain yang memang menjadi andalan perusahaan ini. Yakni supermarket dan hipermarket.

Untuk informasi, Fajar Mitra Indah adalah salah satu lisni Grup Wings Food.

Berita Terkait: Kampung 4 Kali Kebanjiran, Warga Cicurug Sukabumi Tuding PT Wings Food

2. Guardian

Guardian hadir untuk melayani kebutuhan kesehatan dan kecantikan masyarakat Indonesia sejak 1990. Gerai pertama kami hadir di Plaza Indonesia dan tidak pernah berhenti berekspansi.

Gerai Guardian, HERO Grup. l Istimewa
Gerai Guardian, HERO Grup. l Istimewa

Di 1995 kami membuka gerai pertama diluar Jabodetabek yaitu di Tunjungan Plaza Surabaya. Jumlah gerai Guardian mencapai 10 gerai di 1998 dan di tahun yang sama Guardian Indonesia resmi menjadi bagian dari HERO.

Sampai saat ini, sudah ada lebih dari 300 gerai di seluruh Indonesia dan merupakan retailer no. 1 Health and Beauty retailer di Indonesia. Selama lebih dari 31 tahun Guardian terus beradaptasi dan berkembang.

3. Giant

Giant didirikan pada 1944 sebagai sebuah toko kecil Kuala Lumpur. Bisnis Giant kemudian berkembang seiring dengan dibukanya Teng Minimarket Centre di Bangsar pada 1974.

Giant sempat memiliki banyak cabang di Indonesia. Selain department store yang menjual produk sandang seperti makanan, Giant juga memiliki supermarket atau pasar swalayan yang menjual kebutuhan sandang, barang kebutuhan hidup dan sehari-hari. Hingga Agustus 2010, telah dibuka 46 hypermarket Giant dan 104 gerai supermarket Giant di Indonesia.

Operasional Giant di Indonesia dimulai dengan dibukanya cabang pertama di Villa Melati Mas, Tangerang pada 26 Juli 2002 (eks-Hero, sekarang menjadi Hypermart), sebagai upaya ekspansi PT Hero Supermarket Tbk di bidang hipermarket dan supermarket kelas bawah.

Kebetulan, saat itu Hero dan Giant sudah memiliki pemegang saham signifikan yang sama, yaitu Dairy Farm International Holdings sehingga mempermudah prosesnya.

Gerai Giant, HERO Grup. l Istimewa
Gerai Giant, HERO Grup. l Istimewa

Namun, pada Mei 2021, Giant mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan pasar retail di Indonesia mulai tanggal 31 Juli 2021. Total terdapat 395 gerai yang ditutup, beberapa di antaranya akan berganti menjadi Hero Supermarket, Hypermart, Farmers Market, Super Indo, dan gerai kecil IKEA. Hero juga dimiliki oleh perusahaan Dairy Farm.

Penutupan bisnis Giant (gerai-gerainya) di Indonesia ini sudah terjadi menjelang akhir 2010-an, karena kontribusinya akan bisnis PT Hero Supermarket Tbk semakin rendah dan kerugiannya makin besar.

4. IKEA

Seiring penutupan sejumlah gerai Giant, HERO mulai fokus meningkatkan lini bisnisnya yang lain, yakni IKEA. Perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Gerai IKEA, HERO Grup. l Istimewa
Gerai IKEA, HERO Grup. l Istimewa

“Kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global. Kami tetap meyakini bahwa sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi,” ujar Patrik Lindvall, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk., beberapa waktu lalu.

Karenanya, dalam kurun dua tahun terakhir (2021-2022), HERO menargetkan akan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA dibanding tahun 2020, serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022.

HERO juga akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

5. HERO

Wu Lai Tjang atau Muhammad Saleh Kurnia. l Istimewa
Wu Lai Tjang atau Muhammad Saleh Kurnia. l Istimewa

Untuk diketahui, keempat jaringan ritel di atas bernaung di bawah Hero Grup yang didirikan oleh Muhammad Saleh Kurnia atau MS. Kurnia, seorang miliarder kelahiran Sukabumi. Baca lengkap: Kisah Inspiratif M. Saleh Kurnia, Pengusaha asal Sukabumi Pendiri Hero Supermarket

Pengusaha yang memiliki nama Tionghoa Wu Lai Tjang tersebut juga memiliki perhatian lebih terhadap karyawannya yang beragama Muslim. Hal itu dibuktikan dengan mendirikan sebuah masjid megah di Tangerang Selatan, Banten. Baca lengkap: Wu Lai Tjang, Miliarder asal Sukabumi Diabadikan Jadi Nama Masjid di Tangerang

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer