KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung bakal lewati jalur baru

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung - sukabumiheadline.com

Ilustrasi KA Siliwangi relasi Sukabumi-Bandung - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pemerintah memutuskan untuk meninggalkan jalur lama kereta api (KA) Cipatat-Padalarang sejauh 17 km, karena kontur tanah yang sangat terjal dan memiliki risiko bencana longsor yang tinggi.

Sebagai alternatif, lintasan kereta dari Cipatat-Padalarang akan dialihkan ke jalur Padalarang-Purwakarta melalui Stasiun Sasaksaat. Opsi ini dipilih karena dinilai jauh lebih aman ketimbang trase lama yang melintasi Stasiun Tagogapu.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi lahan yang direncanakan menjadi jalur rel baru di Kecamatan Cipatat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Betul kami telah meninjau lokasi lahan yang akan dipakai rel baru. Jadi rencananya akan menggunakan trek baru karena trek lama itu rawan dari sisi kecuraman kontur tanah dan rawan bencana,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Mochamad Ridwan Evi, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga :  Mengungkap konsesi jalur rel KA Cibadak-Pelalabuhanratu Sukabumi milik RA Eekhout

Baca Juga: Naik kereta Sukabumi-Bandung? Ini jadwal dan harga tiket KA Siliwangi terbaru

Sementara itu, dikutip dari laman media sosial Dinas Perhubungan Jawa Barat, jalur alternatif tersebut mengharuskan pemerintah membangun terowongan sepanjang 300 meter. Diketahui, Kemenhub telah melelang Detail Engineering Design (DED) Jalur dan Jembatan Kereta Api Lintas Cipatat–Padalarang dengan pagu sekira Rp3,8 miliar.

Berdasarkan dokumen lelang, trase baru ini akan dilengkapi satu terowongan sepanjang 300 meter serta dua jembatan yang masing-masing memiliki panjang 50 meter.

Rel dari Cipatat menuju Padalarang nantinya akan dibelokkan ke arah utara hingga bertemu lintas Padalarang-Karawang, tepatnya di Stasiun Sasaksaat, Desa Sumurbandung.

Baca Juga :  Brigjen TNI Maulana Ridwan, jenderal bintang satu asal Sukabumi atasan Letkol Teddy

Dengan skema ini, perjalanan kereta dari Sukabumi ke Padalarang tidak lagi melewati Stasiun Tagogapu. Baca selengkapnya: Mulai kapan KA Siliwangi dari Sukabumi bisa langsung ke Padalarang?

Selain meningkatkan frekuensi perjalanan kereta di kawasan Cipatat dan Padalarang, reaktivasi ini juga masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).

Seperti diketahui, jalur KA relasi Sukabumi-Bandung saat ini hanya sampai Stasiun Cipatat. Selanjutnya, penumpang tujuan Padalarang harus naik angkutan umum. Baca selengkapnya: Tak lagi sampai Cipatat, KA Siliwangi dari Sukabumi langsung ke Padalarang

Jika reaktivasi jalur Cipatat-Padalarang melalui jalur baru selesai dibangun, maka nantinya penumpang asal Sukabumi bisa langsung ke Padalarang melalui jalur baru tersebut.

Berita Terkait

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten
Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan
Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng
KDM ancam tak akan perbaiki jalan rusak jika truk ODOL masih melintas
Di Sukabumi dan semua kawasan industri wajib sediakan lahan buat apartemen buruh

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 03:30 WIB

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:30 WIB

Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:33 WIB

Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

Kamis, 19 Feb 2026 - 03:30 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131