sukabumiheadline.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih setelah saluran pipa transmisi air milik Perumda AM Tirta Jaya Mandiri mengalami kebocoran hampir dua pekan.
Wilayah yang mengalami krisis yakni wilayah Kecamatan Parungkuda yang paling parah, sekitar 10 harian air bersih tak mengalir ke pelanggan. Akibatnya, masyarakat alami kesulitan air bersih sehingga tak sedikit pengusaha UMKM memilih tutup.
Kali ini, pasokan air bersih juga mulai tak mengalir ke beberapa wilayah di kecamatan Cibadak. Seperti halnya ke wilayah kampung Citoke, Desa Sekarwangi. Epi Mulyadi, pelanggan Perumda AM sampai memposting kekesalannya di Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Punten pami PAM aya keneh teu ..bade naur beban 60.000 per sasih. wios teu aya cai oge..da konsumen mah tos biasa dirugikeun. (Maaf kalau PAM masih ada gak.. Mau bayar beban 60.000 per bulan. Gak apa apa tidak ada air juga. Karena konsumen sudah biasa kena rugi).” kata Epi ditulis di status Facebook, Jum’at (6/8/2021).
Epi mengaku bosan laporan, air lama gak ngalir “lami..oge ..masyarakat bosen laporan ..abdimah tos dicabut bumi nu hiji deui..pusing kana mastaka. (Lama.. juga.. Masyarakat bosan laporan.. Kalau saya sudah dicabut rumah yang satunya lagi.. Pusing kena kepala),” sebutnya.
Kemudian juga, air tak mengalir dialami di kampung Sukamaju Desa Warnajati. “Mulai kemarin gak ngalir pak. Ada pagi kemarin ngalir cuma keruh,” kata Lukman (57) warga Kampung Sukamaju RT 002/002 Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak.
Menurutnya, air bersih sudah tidak mengalir dari hari kamis (5/8/2021) bahkan ada ngalir cuma kotor.
“Kalau hari ini sih jelas gak ngocor, bingung susah mau ngapain kalau air gak ada, ” ungkapnya kepada sukabumiheadline.com, Jumat (6/8/2021).
Hal yang sama di ungkapkan Nunung (47) masih warga kampung Sukamaju. Nunung mengaku air di rumahnya sejak kamis pagi tak mengalir. Ada paginya sedikit mengalir, tapi keruh lalu kembali mati lagi sampai saat ini.
“Ada ngalir tapi kotor, itupun gak lama. Kalau di bagian bawah sih ada tapi itupun kecil banget apalagi ke saya posisinya ada di atas,” jelas Nunung.
Nunung mengharapkan agar air kembali mengalir seperti biasanya. Karena, di wilayahnya susah untuk mendapatkan Air bersih selain air dari Perumda AM. “Mau mandi, nyuci dan sebagainya susah pak, ” tandasnya.
Ketika dikonfirmasi, Perumda AM cabang Cibadak mengakui selama 2 hari ini ada kendala pasokan air kepada pelanggan khusus wilayah Cibadak. Menurutnya, ada gangguan pipa transmisi yang tersambung ke wilayah Parungkuda.
“Mohon maaf kepala cabang lagi tidak ada di tempat. Infonya sih sudah selesai perbaikan, mudah-mudahan siang ini wilayah Cibadak kembali normal, “kata salah seorang staf kantor Perumda AM.