KDM akan hitung ulang dampak penggunaan material tambang untuk Tol Bocimi

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com -.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberi peringatan keras kepada pengusaha tambang. Ia tak ingin hasil bumi Jabar justru dinikmati daerah lain, sementara wilayah penghasil tetap miskin dan rusak lingkungannya.

Menurut Dedi, selama puluhan tahun tambang beroperasi, tapi pendidikan dan kesejahteraan warga sekitar masih rendah. Ia bahkan menemukan kasus pekerja tambang yang tak mendapat jaminan pengobatan saat kecelakaan kerja.

“Kalau untuk lobi izin berani keluar uang, tapi untuk pekerja sering diabaikan. Jangan pelit untuk kemanusiaan!” tegas pria yang populer dipanggil KDM itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga tengah mengkaji skema pembagian pendapatan agar lebih adil, terutama bagi daerah pegunungan penghasil air dan sumber daya alam.

Tak cuma itu, Dedi menyinggung kebutuhan besar infrastruktur Jabar, mulai dari pengembangan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka) atau populer disebut Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) hingga Tol Jakarta-Cikampek II Selatan serta rencana konektivitas Bandung–Pangandaran.

Menurutnya, jika material tambang dipakai untuk proyek besar, maka dampaknya harus dihitung jelas, berapa kilometer jalan terdampak, bagaimana recovery-nya, dan cukup tidak pajaknya untuk membangun kembali.

“Semua harus terukur, supaya tidak ada residu. Daerah penghasil harus dapat prioritas!” katanya.

Berita Terkait

Pemprov Jawa Barat akan gelar Festival Kabaya Sunda 2026 bulan depan
Kabar baik untuk sopir angkot di Jawa Barat, Dedi Mulyadi tawarkan kredit EV tanpa DP
Bayar pajak kendaraan masih harus ada KTP, KDM nonaktifkan Kepala Samsat Bandung
KDM: Bangun trotoar estetik di Jabar, istilah shelter ganti “pangiuhan”
Angkot di Sukabumi diliburkan Pemprov, dapat kompensasi Rp200 ribu
1 Tahun Dedi-Erwan: Tingkat kepuasan kinerja KDM sangat tinggi, terendah di Sukabumi
Direktur RSUD Jampang Kulon Sukabumi: Dokter spesialis suka kabur
Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:48 WIB

Pemprov Jawa Barat akan gelar Festival Kabaya Sunda 2026 bulan depan

Kamis, 9 April 2026 - 14:22 WIB

Kabar baik untuk sopir angkot di Jawa Barat, Dedi Mulyadi tawarkan kredit EV tanpa DP

Rabu, 8 April 2026 - 18:10 WIB

Bayar pajak kendaraan masih harus ada KTP, KDM nonaktifkan Kepala Samsat Bandung

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:25 WIB

KDM: Bangun trotoar estetik di Jabar, istilah shelter ganti “pangiuhan”

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:30 WIB

Angkot di Sukabumi diliburkan Pemprov, dapat kompensasi Rp200 ribu

Berita Terbaru

Ilustrasi pejuang kemerdekaan RI - sukabumiheadline.com

Nasional

Survei: 74,9% penduduk Indonesia siap ikut perang bela negara

Senin, 13 Apr 2026 - 07:01 WIB