KDM ingin semua pelajar di Jawa Barat cinta alam sejak dini

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar SD sedang menanam pohon - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pelajar SD sedang menanam pohon - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM), menginginkan semua pelajar di daerah yang dipimpinnya ditanamkan rasa cinta terhadap alam.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Purwanto dalam keterangan pers. Ia mengingatkan jajarannya untuk menanamkan semangat kecintaan seluruh siswa di Jabar terhadap alam dan lingkungan.

“KDM selalu meminta saya agar para guru dalam proses belajar mengajarnya selalu menanamkan semangat mencintai alam,” katanya, dikutip Sabtu (14/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Purwanto, masa depan bumi ini sangat ditentukan oleh sikap generasi mudanya hari ini. Karena itu, ajakan dan ajaran mencintai alam sejak dini kepada para siswa bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendasar.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi akan pidanakan SPPG yang sebabkan keracunan MBG

Ia berpendapat, sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk karakter yang peduli, bertanggung jawab, dan beretika terhadap lingkungan hidup.

Dalam pandangan Purwanto, alam bukan sekadar latar belakang kehidupan manusia, melainkan sumber kehidupan itu sendiri. Air, udara, tanah, dan hutan adalah penopang keberlangsungan umat manusia.

“Ketika siswa sejak kecil diajak memahami hubungan ini, mereka akan tumbuh dengan kesadaran bahwa merusak alam sama artinya dengan merusak masa depan mereka sendiri. Sebaliknya, menjaga alam berarti merawat kehidupan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelajar Sukabumi, ini alasan Dedi Mulyadi wacanakan wajib militer untuk siswa SMA

Dalam konteks itulah, lanjut Purwanto, sejak dirinya menjabat Kepala Dinas Pendidikan di Purwakarta, semangat mencintai alam itu sudah dirintis. Salah satunya, lewat gerakan menanam bambu.

Menurut Purwanto, bambu dapat menjadi sarana pembelajaran yang sangat konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan bambu adalah tanaman yang tumbuh cepat, kuat, dan serbaguna, serta mampu menyerap karbon, mencegah erosi tanah, menyimpan air, sekaligus memberi manfaat ekonomi dan budaya.

“Dimulai dari alat rumah tangga, bangunan, hingga seni dan musik tradisional, bambu hadir sebagai bukti bahwa alam menyediakan solusi yang ramah lingkungan jika dikelola dengan bijak,” tegasnya.

Berita Terkait

Kecamatan terbanyak? Menghitung jumlah peserta didik dan residu di Kabupaten Sukabumi 2026
Jurusan di SMK sumbang pengangguran terbesar padahal paling digemari
Pemprov Jabar siapkan Rp218 miliar untuk siswa miskin SMA/SMK swasta
Ada ribuan madrasah diniyah, berapa jumlah MI, MTs dan MA di Sukabumi?
Beasiswa LPDP 2026 dibuka! Skema Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
Wajib dipelajari! Ini 7 bahasa asing dibutuhkan di masa depan dan penjelasannya
Pelajar Sukabumi, simak yuk kalender akademik 2026 ini

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 02:16 WIB

Kecamatan terbanyak? Menghitung jumlah peserta didik dan residu di Kabupaten Sukabumi 2026

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:04 WIB

Jurusan di SMK sumbang pengangguran terbesar padahal paling digemari

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:00 WIB

KDM ingin semua pelajar di Jawa Barat cinta alam sejak dini

Rabu, 11 Februari 2026 - 04:52 WIB

Pemprov Jabar siapkan Rp218 miliar untuk siswa miskin SMA/SMK swasta

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:53 WIB

Ada ribuan madrasah diniyah, berapa jumlah MI, MTs dan MA di Sukabumi?

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131