Keren, Komunitas Motor Jadul di Sukabumi Ini Syaratkan Anggotanya Rajin Ibadah

- Redaksi

Minggu, 7 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas HJCS. l Istimewa

Komunitas HJCS. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com I CIKOLE – Tak lekang dimakan zaman, itulah kata pantas untuk jenis motor tua yang kini sedang naik daun di kalangan pecinta motor klasik, salah satunya motor jenis C-70.

Motor bebek ini dijuluki pitung atau dalam bahasa Jawa, pitung (pitu) puluh, yang kemudian diartikan 70. Masa tayang C-70 di Indonesia memang terbilang lama, sekira 10 tahun sejak 1970, sehingga wajar jika motor ini termasuk legendaris.

Dibekali mesin berkapasitas 70 cc, dan tanpa kopling wajar jika motor ini digemari karena tergolong mudah untuk dikendarai. Terlebih, komponennya juga banyak tersedia di pasaran, baik asli atau replika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski tergolong gaek, belakangan motor klasik ini mulai kembali digemari, sehingga banyak berdiri komunitas dan club motor.

Salah satu komunitas penggemar C-70 adalah Honda Jadul Club Sukabumi (HJCS). Komunitas ini hadir karena mereka membutuhkan wadah untuk bertukar pikiran.

Baca Juga :  Warga Warudoyong Sukabumi Tolak Pembangunan Yayasan Phala Martha
Komunitas Honda Jadul2
Komunitas HJCS. l Istimewa

Komunitas ini dibentuk pada 12 September 2020, didirikan sekumpulan anak muda Sukabumi, yakni Budi, Ipan, Hasyim, Risman, dan Yusuf Firdaus yang menjabat sebagai Ketua HJCS.

Kepada sukabumiheadline.com, Yusuf Firdaus (19) menjelaskan, mereka berlima berinisiatif mendirikan HJCS untuk menghidupkan kembali motor-motor tua.

“Kita berlima berinisiatif membuat komunitas ini bertujuan untuk merangkul anak-anak muda khususnya di Kota Sukabumi menghidupkan kembali motor-motor  jadul. Sekarang kan anak muda kebanyakan memiliki motor yang besar dan sporty, pokoknya motor zaman now lah,” kata Yusuf, Sabtu (6/11/2021) malam.

Selain itu, HJCS juga bertujuan agar anak muda zaman sekarang tidak dicap anti barang antik.

“Kita ingin masyarakat Sukabumi tahu, ini lho kita ada di sini anak-anak muda yang mau memakai motor tua,” tambah dia.

HJCS, tambah Yusuf, awalnya beranggotakan 26 anggota. “Ada 26 anggota saat pertama kali komunitas ini dibentuk, tapi sekarang anggota aktif kurang lebih 22 anggota,” jelasnya.

Baca Juga :  Hati-hati, Maling Helm di Kota Sukabumi Ini Hanya Butuh Satu Detik

Tidak hanya jenis motor Honda C-70, HJCS juga menampung anak muda yang memiliki jenis Astrea dan lainnya yang tergolong jadul.

Namun, Anggota HJCS juga tidak sekadar kongkow dan tour bareng, mereka juga rajin melakukan berbagai kegiatan yang positif.

Alhamdulillah kita gak cuma kongkow, atau sekadar minum kopi, tapi juga ikut dalam kegiatan bakti sosial, silaturahim ke komunitas lain atau ke rumah anggota, family gathering, dan tour bareng,” tambahnya.

Bagi pecinta motor jadul atau anak muda yang ingin mengetahui komunitas ini dan ingin mengetahui seputar motor tua, mereka setiap Jumat malam berkumpul di Jl. Ahmad Yani No. 42, Kecamatan Cikole, tepatnya di depan Kantor Pos Kota Sukabumi.

“Persyaratannya, harus memiliki kendaraan pribadi motor tua, memiliki surat kendaraan lengkap dan memiliki SIM, dan ada syarat tertentu, yaitu harus rajin shalat untuk muslim, atau untuk agama lain rajin beribadah sesuai keyakinannya, serta memiliki semangat kekeluargaan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling
BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi
Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024
Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi
Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI
Mengenal cara peduli lingkungan ala Komunitas Ngobrol Manfaat Sukabumi
Intip keunggulan dan fasilitas BLK Komunitas Daarul Muttaqien Bojonggenteng Sukabumi
Jaringan internet berbasis komunitas untuk desa tangguh bencana di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:01 WIB

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling

Rabu, 12 Maret 2025 - 11:00 WIB

BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:35 WIB

Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024

Minggu, 1 Desember 2024 - 18:42 WIB

Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi

Minggu, 22 September 2024 - 12:02 WIB

Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI

Berita Terbaru

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB