sukabumiheadline.com l JAMPANG TENGAH – Pawai iring iringan warga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia dijadikan momentum untuk mengkritik jalan rusak di daerahnya.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Jampang Tengah hingga Pangleseran, Kampung. Babakan, Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di mana dalam beberapa bulan terakhir terus dikeluhkan warga di jejaring media sosial.
Menurut warga, jalan rusak dan berdebu sangat membahayakan para pengendara yang melintas, terutama pengemudi roda dua. Pasalnya, jangkauan pandangan menjadi lebih terbatas dan berbahaya terhadap mata. Baca lengkap: Ngeri, Begini Penampakan Jalan Rusak dan Berdebu di Sukabumi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto foto kegiatan pawai tersebut diunggah di media sosial Facebook oleh akun Hadi Mardiana.
Dikonfirmasi sukabumiheadline.com, Kamis (17/8/2023), Hadi menjelaskan jika di lokasi jalan rusak tersebut tidak ada aktivitas perbaikan jalan.
“Indonesia sudah 78 tahun merdeka, tapi masih ada jalan rusak dan bertahun-tahun tak diperbaiki,” kata Hadi.
Warga pun kemudian berinisiatif melakukan pawai dengan mendandani diri mereka layaknya pekerja yang sedang melakukan aktivitas perbaikan jalan rusak, lengkap dengan rompi dan helm keselamatan kerja.

Mereka juga membawa keranda mayat dengan tulisan: “ASPAL, ASli Penuh kepALsuan.” Kemudian, sebuah tulisan pada media berwarna kuning khas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang berbunyi, “Hati-hati Ada Perbaikan Jalan Provinsi, Ngimpi.”

Diberitakan sebelumnya, ruas jalan Pelabuhan 2 yang menghubungkan Kota Sukabumi dengan Palabuhanratu tersebut sudah sering dikeluhkan warga di berbagai jejaring media sosial. Baca lengkap: Jalan Pelabuhan II Sukabumi Berdebu, Netizen: Nikmati Sensasinya, Slebewww
Bahkan, warga pun berulang kali melakukan aksi unjuk rasa memprotes Jalan Provinsi yang rusak parah tersebut. Baca lengkap: Ketika Emak-emak Sukabumi Protes Jalan Provinsi Rusak