Pantai Ujunggenteng Sukabumi makan korban, ayah dan anak tewas terseret ombak, satu hilang

- Redaksi

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban lakalaut Pantai Ujunggenteng Sukabumi - Muhamad Ade Alawi

Korban lakalaut Pantai Ujunggenteng Sukabumi - Muhamad Ade Alawi

sukabumiheadline.com – Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memakan korban jiwa. Ayah dan anak dikabarkan tewas tenggelam setelah terseret ombak. Sementara itu, satu korban lainnya hilang, Senin (23/3/2026).

Ketiga orang korban tenggelam saat berwisata di kawasan Alur Cilangkob Tenda Biru, Desa Ujunggenteng pada sekira pukul 12.00 WIB. Hingga kini, dua korban yang merupakan ayah bernama Abduloh (30) dan anaknya bernama Aden (8) ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Sementara itu, satu korban lain yang merupakan seorang pemancing dan sempat berupaya menolong, masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep JK, insiden bermula ketika anak terseret arus. Spontan sang ayah yang melihat kejadian berupaya menyelamatkan anaknya, namun malah ikut terseret arus.

“Awalnya anak kecil, lalu bapaknya mencoba menolong. Namun keduanya malah ikut terseret,” ujar Asep kepada media.

Selain kedua korban, seorang pemancing yang merupakan warga di sekitar lokasi kejadian juga ikut terseret, setelah gagal memberikan pertolongan terhadap kedua korban. Alhasil, ketiganya terseret arus.

Diketahui, ketiga korban merupakan satu keluarga asal Kampung Cikiray, Desa Sukamana, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi.

Saat ini, personel dari TNI AL bersama tim SAR gabungan dari Satpolairud dan unsur lainnya masih melakukan penyisiran di perairan selatan Sukabumi.

Berita Terkait

Pantulan sinar matahari picu kebakaran gudang RSUD Sekarwangi Sukabumi
Tagih janji RSUD Sukalarang Sukabumi, petisi: Kami butuh layanan kesehatan, bukan seremoni!
Kisah Faisal, penyandang tuli asal Sukabumi gigih mencari kerja hingga ke Jakarta
Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: KUA-PPAS 2027 hingga Perda ketertiban masyarakat
Duh, 20 pelajar SMAN 1 Cicurug Sukabumi diminta mengundurkan diri
Kisah Adang, sopir angkot era 7 presiden asal Sukabumi terdesak digitalisasi transportasi publik
BASB ancam tutupi Pendopo Sukabumi dengan kain kafan
Tabrakan beruntun di Cibadak Sukabumi, lebih dari Rp50 juta melayang

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:39 WIB

Pantulan sinar matahari picu kebakaran gudang RSUD Sekarwangi Sukabumi

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:53 WIB

Tagih janji RSUD Sukalarang Sukabumi, petisi: Kami butuh layanan kesehatan, bukan seremoni!

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:02 WIB

Kisah Faisal, penyandang tuli asal Sukabumi gigih mencari kerja hingga ke Jakarta

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:21 WIB

Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi: KUA-PPAS 2027 hingga Perda ketertiban masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:21 WIB

Duh, 20 pelajar SMAN 1 Cicurug Sukabumi diminta mengundurkan diri

Berita Terbaru

Manajemen Manila Digger ingin belajar kelola klub ke Persib - Persib

Venue

Jadwal Persib di play off ACL 2 berubah, bukan 12 Agustus

Jumat, 10 Jul 2026 - 21:03 WIB