Ketika Ratusan Guru PAI Honorer Tagih Janji Bupati Sukabumi

- Redaksi

Senin, 29 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa ratusan guru PAI honorer di Kabupaten Sukabumi. l Iwa Kartiwa

Unjuk rasa ratusan guru PAI honorer di Kabupaten Sukabumi. l Iwa Kartiwa

sukabumiheadline.com l Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) honorer se-Kabupaten Sukabumi menyampaikan tuntutan kepada Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Aksi sejumlah guru honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Koordinator Daerah Kabupaten Sukabumi itu dilakukan pada Rabu, 24 Mei 2023 lalu.

“Bentuknya audiensi aja di Ruang Rapat Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi Kecamatan Cikembar yang diisi dengan unjuk rasa dan istigosah atau doa bersama di Lapangan Bola Disdik,” kata Ketua FPHI Korda Kabupaten Sukabumi, Suherman kepada sukabumiheadline.com, Senin (29/5/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi diikuti sekira 800 orang Guru PAI honorer se-Kabupaten Sukabumi,” tambah Suherman.

Menuntut Kesejahteraan Guru PAI Honorer 

Dalam aksinya, tambah Iwa, massa aksi menyampaikan tentang kondisi Guru PAI di SD Negeri dan SMP Negeri yang total nya sekitar 1.311 sekolah, dengan status Guru PAI PNS nya hanya 380 saja, dan Guru PAI Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 144.

“Sehingga Jumlah Guru PAI yang berstatus ASN (PNS & PPPK) untuk sekira 524,” jelas Suherman.

Sementara, untuk memenuhi pelayanan pendidikan di 1.300 sekolah ditenagai oleh Guru PAI honorer yang penghasilannya jauh dari kehidupan layak dan belum mencerminkan martabat guru sebagai pendidik yang profesional di atas kebutuhan hidup minimum.

“Kewajiban kami sama dengan guru lainnya. Bahkan lebih berat. Namun, di sisi lain kesejahteraan kami jauh dari kata layak,” ungkapnya.

Rendah, Formasi PPPK untuk Guru PAI di Kabupaten Sukabumi 

Sementara, Koordinator GPAI Honorer Kabupaten Sukabumi, Iwa Kartiwa mengatakan pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru khususnya guru PAI sangat rendah, di mana jumlah formasi pengadaan PPPK untuk Guru PAI tahun 2021, nihil.

“Kemudian pada tahun 2022, jumlah formasi pengadaan PPPK untuk guru PAI hanya 25 saja,” kesalnya.

Menyikapi kondisi tersebut FPHI sangat prihatin. Padahal, pelayanan dasar adalah pendidikan, dan kesehatan menjadi tanggungjawab pemerintah.

“Tetapi melihat kondisi tersebut tentunya akan menghambat dalam semangat membangun sukabumi yang lebih baik lagi bahkan bertolak belakang dengan Visi Kabupaten Sukabumi yang kita cintai ini ‘Terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Religius dan mandiri’, tegas Iwa.

“Untuk itu, kami Guru PAI Honorer Kabupaten Sukabumi yang berjumlah sekitar 800 orang, bahkan ada yang sudah mengabdi selama 30 tahun, dan ada yang usia 55-60 tahun, menyampaikan usulan, harapan dan doa kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi tentang persiapan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Pemerintah Kabupaten Sukabumi Tahun 2023,” katanya.

“Tuntutan kami ini semata untuk terpenuhinya formasi guru PPPK yang bertugas di SD dan SMP Negeri pada tahun 2023 minimal 800 formasi,” harap Iwa.

Untuk itu, Iwa mendesak Pemkab Sukabumi untuk mengalokasikan anggaran Daerah untuk membiayai pendidikan profesi guru ru PAI yang sudah lulus pretest sebagai wujud turut serta pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru PAI sebagai landasan terwujudnya visi Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri,” tegasnya.

“Harapan kami agar Bapak Bupati Sukabumi dan DPRD Kabupaten Sukabumi menyerap, menanggapi, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi kami demi terpenuhinya hak-hak normatif hak hidup layak karena dianggap penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” pungkas Iwa.

Berita Terkait

Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi
Membanding panjang garis pantai Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia
Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan
Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros
Kisah hidup Nani Adiwijaya: Dari rahimnya lahir menteri dan dirut BUMN asal Sukabumi
Sengkarut HGU PT Citimu: Restu Bupati Sukabumi, dugaan main uang, hingga lapor Ombudsman RI
Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:00 WIB

Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi

Rabu, 2 September 2026 - 00:06 WIB

Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi

Selasa, 1 September 2026 - 19:49 WIB

Membanding panjang garis pantai Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:38 WIB

Merinci pemilik saham semen SCG Sukabumi, dari SSO hingga pemerintah Tailan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Membanding pengeluaran perkapita pria dan wanita Sukabumi, laki-laki lebih boros

Berita Terbaru

Makam kuno yang diyakini sebagai makam Raden Purbaya alias Gatotkaca atau Raksabaya - Istimewa

Kultur

Menelusuri cerita Gatotkaca singgah di Purabaya Sukabumi

Kamis, 17 Sep 2026 - 15:53 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi tentang Pertanggungjawaban APBD 2024 dan Dana Cadangan Pilbup 2029 - Humas Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi setujui Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:37 WIB