Kisah inspiratif pria asal Sukabumi, tinggalkan gaji ratusan juta, mualaf, lalu jualan cincau

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasanudin menjalani kehidupan sederhana setelah mualaf dengan berjualan es cincau dan nanas - YouTube-Gavy Story

Hasanudin menjalani kehidupan sederhana setelah mualaf dengan berjualan es cincau dan nanas - YouTube-Gavy Story

sukabumiheadline.com – Kisah inspiratif datang dari seorang pria asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia rela meninggalkan gaji sebesar ratusan juta Rupiah. Pria bernama Hasanudin itu lebih memilih bertobat dan menjadi mualaf, lalu berjualan cincau dan nanas.

Hasanudin adalah seorang mualaf inspiratif di Sukabumi, yang kisahnya viral karena keputusannya meninggalkan karier cemerlang dengan gaji besar sebagai general manager di salah satu tempat hiburan malam, di Jakarta, demi mendalami agama Islam.

Sebelum menjadi mualaf dan mengubah gaya hidupnya, Hasanudin adalah seorang General Manager di sebuah tempat hiburan malam ternama di Jakarta, dengan penghasilan mencapai Rp100 juta per bulan.

Dikutip sukabumiheadline.com dari video di kanal YouTube @Gavy Story, Jumat (16/1/2026), Hasanudin memutuskan untuk memeluk agama Islam (mualaf) dan meninggalkan semua kemewahan duniawi serta pekerjaannya di ibu kota.

Hidup sederhana 

Setelah menjadi mualaf, Hasanudin memilih untuk kembali ke Sukabumi dan memulai hidup baru yang lebih sederhana. Saat ini, ia mencari nafkah dengan berjualan es cincau pinggir jalan.

Baca Juga :  5 Pesona Zulay Pogba, Istri Pesepakbola Muslim yang Mualaf dan Berhijab

Keputusannya ini didorong oleh keinginan kuat untuk mendapatkan kedamaian hati dan beribadah secara tenang, yang ia yakini tidak bisa didapatkan dari pekerjaannya yang dulu.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya keyakinan dan kedamaian spiritual di atas harta dan jabatan.

Ia menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari materi, melainkan dari ketenangan jiwa dan ketaatan dalam beragama.

Namun sayangnya, Gavy Story tidak menjelaskan alamat lengkap Hasanudin.

Berita Terkait

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran
Kisah mualaf Nio Cwan Chung asal Sukabumi, kini Komisaris Independen Bank BUMN
Kisah haru Marsha Timothy mantap memeluk Islam
Kisah Ketum GRIB Jaya Hercules mualaf, kini mengaku rajin ibadah
Ruben Onsu jadi imam shalat Desy Ratnasari dan Nasywa, disebut sudah nikah siri
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:01 WIB

Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran

Jumat, 16 Januari 2026 - 03:55 WIB

Kisah inspiratif pria asal Sukabumi, tinggalkan gaji ratusan juta, mualaf, lalu jualan cincau

Jumat, 24 Oktober 2025 - 01:43 WIB

Kisah mualaf Nio Cwan Chung asal Sukabumi, kini Komisaris Independen Bank BUMN

Berita Terbaru

Nasional

BGN: Sekolah bisa tolak Program MBG, kami tidak memaksa

Jumat, 27 Feb 2026 - 19:30 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump - Ilustrasi sukabumiheadlie.com

Nasional

MUI: Perjanjian dagang RI-AS langgar UU

Jumat, 27 Feb 2026 - 13:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131