Kisah Pria Sukabumi Sukses Lakukan Peremajaan Kelapa Sawit Senilai Miliaran Rupiah

- Redaksi

Rabu, 26 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani kelapa sawit. l Istimewa

Ilustrasi petani kelapa sawit. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Seorang pria asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sukses bertani kelapa sawit setelah dirinya memutuskan menjadi transmigran di Pulau Sumatera.

Kelapa sawit yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani, salah satunya bisa dilihat dari kisah hidup Sofyan yang sukses mejadi petani sawit dengan penghasilan Rp9 juta per bulan.

Capaiannya itu terbilang luar biasa mengingat pria kelahiran Sukabumi ini dari kecil memiliki cita-cita sangat sederhana. “Saya hanya ingin bisa makan kenyang,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kehidupannya berubah setelah ikut ayahnya bertransmigrasi ke Sumatera untuk menjadi petani kelapa sawit pada 1981 silam.

“Sejak 1981 hijrah ke Sumatera Selatan (Sumsel) bersama orang tua, dan pada waktu itu masih duduk di kelas 5 sekolah dasar,” terangnya.

Dituturkan Sofyan, kehidupan dirinya dan keluarga mengalami perubahan setalah menjadi petani plasma salah satu perusahaan nasional.

Alhamdulilah kehidupan berubah setelah menjadi petani mitra binaan perusahaan,” ujar Sofyan.

Bahkan, katanya, dari penghasilannya menjadi petani mampu membiayai anak sulungnya hingga lulus S1 di Universitas Muhammadiyah.

Dia mengatakan, bermitra dengan perusahaan sejak 1990 hingga saat ini. Banyak benefit yang diperoleh setelah menjadi petani binaan perusahaan.

Baca Juga :  Catatan 100 Hari Bupati dan Wabup Sukabumi, 5 Lelucon Silent Center Disnakertrans

“Kami memperoleh bimbingan teknis kebun, administrasi koperasi dan harga premium,” katanya.

Alhasil, produktivitas sawit dan kesejahteraan petani meningkat. Dia menambahkan, produksi TBS sawit dalam satu bulan mencapai 6 ton per kavling (satu kavling = 2 hektar).

“Penghasilan yang diperoleh tiap bulan bisa mencapai 9 juta Rupiah. Meskipun, diakuinya, pendapatannya itu ditentukan oleh harga tandan buah segar (TBS) di tingkat Dinas Perkebunan,” terangnya.

Menurutnya, sekarang produksi maupun harga sedang mengalami penurunan. Produksi hanya 4,7 ton per kavling dengan penghasilan Rp8,6 juta.

“Itu pendapatan bersih setelah dipotong biaya produksi,” tandas Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Bakti Mulya Kabupaten Kabupaten Musi Banyuasin itu.

Koperasi yang dipimpinnya saat ini mempunyai 382 anggota petani dengan total areal perkebunan sawit 764 hektar (ha).

Dia mengungkapkan, perusahaan juga membantu koperasi memperoleh dua sertifikat sawit berkelanjutan yaitu Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainablity Carbon Certification (ISCC).

“Adanya sertifikat ini petani menerima harga premium sebesar 4% dan 0,5% untuk koperasi dari perusahaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP

Sedangkan, petani sawit mandiri produksi dan penghasilannya jauh dibawah petani plasma. Sofyan mengatakan, produksi TBS rata-rata hanya berkisar 2 ton hingga 2,5 ton per bulan dan penghasilannya sekitar Rp2 juta-3 juta per bulan.

Dia menambahkan, petani plasma mempunyai akses pasar yang jelas karena dijamin oleh perusahaan.

“Petani swadaya harga ditentukan oleh tengkulak, harga bisa dimainkan kapan saja,” tukasnya.

Apalagi, lanjutnya, petani swadaya tidak mendapatkan bimbingan teknis, karena dalam budidaya sawit butuh pengetahuan teknis dan bibit unggul guna mendapatkan produktivitas tinggi.

Perusahaan juga membantu dalam program peremajaan tanaman sawit (replanting) petani. Rata-rata usia kebun para anggota koperasi diatas 26 tahun.

“Perusahaan berkomitmen menjadi avails di bank untuk pembiayaan replanting,” ujar pria berusia 51 tahun ini.

Biaya yang dibutuhkan cukup besar Rp120 juta per kavling. Menurutnya, tabungan koperasi saat ini mencapai Rp12 miliar, namun dana itu tidak cukup untuk membiayai program peremajaan.

“Sehingga kekurangannya musti meminjam dari bank. Dana itu nantinya akan digunakan guna biaya hidup sehari-hari selama empat tahun,” katanya

Berita Terkait

Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi
Gerai Indomaret dan Alfamart bakal dibatasi pemerintah, ada berapa di Sukabumi?
Menteri hingga kades di Sukabumi ungkap kendala operasional Kopdes Merah Putih
Ini daftar kecamatan sentra ikan lele Sukabumi
Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa
Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan
Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:00 WIB

Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:00 WIB

Gerai Indomaret dan Alfamart bakal dibatasi pemerintah, ada berapa di Sukabumi?

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:47 WIB

Menteri hingga kades di Sukabumi ungkap kendala operasional Kopdes Merah Putih

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:54 WIB

Ini daftar kecamatan sentra ikan lele Sukabumi

Senin, 23 Februari 2026 - 21:59 WIB

Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa

Berita Terbaru

Ilustrasi kades menerima Dana Desa 2026, jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya - sukabumiheadline.com

Regulasi

Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi

Kamis, 26 Feb 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi debt collector merampas sepeda motor milik nasabah leasing - sukabumiheadline.com

Regulasi

5 tips dari polisi hadapi debt collector rampas kendaraan

Kamis, 26 Feb 2026 - 01:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131