Komunitas Sepeda di Sukabumi Ini Rutin Gowes Sampai Leklox Boseh

- Redaksi

Minggu, 1 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com l CICURUG – Komunitas satu ini terbilang membumi karena memilih nama Leklox Boseh. Seperti diketahui, leklok adalah istilah dalam bahasa Sunda untuk menggambarkan kondisi tubuh yang lelah atau berjalan sempoyongan akibat kecapekan.

Sedangkan boseh, juga diambil dari bahasa Sunda. Kata boseh, lazim digunakan untuk aktivitas menggowes atau mengayuh sepeda.

Komunitas Leklox Boseh adalah komunitas sekumpulan warga Sukabumi yang memiliki hobi sama, mengayuh sepeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketuai Ahmad Fauzi, komunitas ini berdiri semenjak tahun 2018. Dalam usianya yang sudah menginjak tiga tahun, komunitas ini sudah memiliki 150 anggota.

“Alhamdulillah, jumlah anggota sekarang sudah 150 orang,” kata Fauzi kepada sukabumiheadline.com, Minggu 1 Agustus 2021.

Selain menggowes rutin setiap hari Minggu atau hari libur nasional, komunitas ini juga sering menjajal rute-rute yang baru mereka lintasi.

“Kalau sudah direncanakan dari jauh hari, biasa memilih rute rute perkotaan. Pernah jajal rute muterin Gunung Gede Pangrango, lalu Cigombong -Sukabumi – Cianjur – Puncak sampai ke Bandung,” papar pria berusia 29 tahun itu.

Selain itu, Leklox Boseh juga pernah menjajal rute Jakarta untuk merasakan suasana car free day (CFD).

“Saat sebelum pandemi, kita pernah ke Jakarta, merasakan suasana CFD di sana. Kalau lokalan Sukabumi, paling ke Palabuhanratu, banyak sih yang sudah disinggahi,” tambahnya.

Tidak sekadar menyalurkan hobi gowes sepeda, komunitas Leklox Boseh juga sering melakukan aksi sosial.

“Setiap ada event kami selalu selalu mengadakan kegiatan sosial seperti santunan yatim atau menyalurkan donasi ke panti asuhan,” pungkas Fauzi mengakhiri perbincangan.

Berita Terkait

Human Initiative dan IHH Belanda selesaikan masalah korban bencana di Sukabumi
Milad ke-14 Hijabers Mom Community Sukabumi, galang dana bantu korban bencana
Komunitas Syiah Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying
Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi
Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo
Kawal program Prabowo: 20 ormas dikukuhkan, total jadi 103 organisasi
Polda Jabar bakal bentuk Satgas Bobotoh Jaga Persib, Jaga Lembur Sauyunan
Mengenal Kucing Persia: Jenis, karakter, harga dan tips memelihara mpus asal Iran

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Human Initiative dan IHH Belanda selesaikan masalah korban bencana di Sukabumi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Milad ke-14 Hijabers Mom Community Sukabumi, galang dana bantu korban bencana

Sabtu, 26 September 2026 - 13:00 WIB

Komunitas Syiah Sukabumi edukasi santri soal bahaya gadget dan bullying

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:27 WIB

Go Suhartono, peserta tertua Bentang Jawa 2026 terpaksa DNF di Sukabumi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Ini daftar 103 ormas kawal program Prabowo dikukuhkan Hashim Djojohadikusumo

Berita Terbaru