sukabumiheadline.com – Semua berawal dari kekhawatiran terhadap minimnya pengetahuan serta minat anak-anak zaman now terhadap kaulinan budak lembur alias permainan tradisional anak-anak kampung di Sukabumi.
Semakin hari, kaulinan budak lembur kian terlupakan digerus gim-gim online yang bisa dimainkan di smartphone sambil rebahan. Alhasil, permainan tradisional menjadi kian asing dan sudah tidak pernah lagi dimainkan anak-anak di Sukabumi.
Karenanya, Pibsa dan warga lainnya mendirikan Korang Bumi atau Komunitas Egrang Sukabumi. Adapun, di posisi Pembinana ada nama Dzulfikar Ali Hakim, Pibsa sebagai Ketua, Sekretaris Ece Saepurrohman, Bendaraha Opah Setiawan, Koordinator Rekruitmen Relawan Hamzah, Koordinator Pengelola Media Sosial Phadli Harahab, Koordinator Seni Tradisi dan Permainan Tradisional Ardi Somantri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Komunitas ini memiliki misi mulia, yakni mencoba mengangkat serta mengenalkan kembali permainan anak-anak tempo dulu menjadi kegiatan keseharian anak-anak setempat selepas belajar.
Tak hanya sekadar komunitas yang berusaha mengenalkan kembali permainan anak-anak tempo dulu, Pibsa dkk bahkan mendirikan Kampung Egrang yang berada di Kampung Cibiru RT 004, 005, 006 RW 003, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
“Lokasinya lumayan jauh dari keramaian kota, berada di bawah perbukitan bambu, menjadikan Cibiru terasa nyaman dengan udaranya yang sejuk,“ jelas Ketua Korang Bumi Pibsa kepada sukabumiheadline.com, Jumat (19/11/2021).
Korang Bumi sebagai wadah berkegiatan anak-anak dalam permainan tradisional, tidak hanya mengenalkan egrang saja, tapi juga permainan tradisional congklak, gatrik, sondah, sorodot gaplok, bedil jepret, gatrik, kokoleceran, upih upihan, utik, adu dodoman, dan lainnya.
“Bahkan, kami juga mendirikan Saung Riung Maca, pelatihan seni drama dan kawih Sunda atau lagu-lagu yang biasa dimainkan dalam permainan tradisional anak-anak,“ tambah Pibsa.

Berita Terkait: Bernostalgia Sambil Mengintip Wisata Bambu di Cibiru Kabupaten Sukabumi
Sebagai pelengkap latihan kakawihan sunda, anak-anak juga diajarkan untuk memainkan alat musik tradisional Sunda, seperti kendang, karinding, angklung dan celempung renteng serta beberapa kali tampil menyelenggarakan drama tari kaulinan.
“Jadi anak-anak bisa sekaligus belajar berbagi peran dalam sebuah seni pertunjukan drama dan memainkan alat musik tradisional. Secara perlahan sudah muncul bibit-bibit yang menyintai kesenian dan alat musik tradisional Sunda,“ bangga dia.
Hingga saat ini, Korang Bumi setidaknya sudah enam kali mengadakan kegiatan outbond yang diisi dengan berbagai permainan tradisional.
Sejak didirikan pada akhir 2015 lalu, hingga saat ini Korang Bumi sering terlibat dalam berbagai lomba dan kegiatan, seperti menjadi peserta OOTRAD pada 2017, Juara 3 OOTRAD 2018, Juara Harapan OOTRAD 2019, dan Katagori Utama Program Iklim KLHK pada 2019.