Krisis Ekonomi Lebanon yang Terburuk dalam 150 Tahun

- Redaksi

Rabu, 4 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Lebanon mengalami krisi ekonomi terburuk di dunia| finance.detik.com

Lebanon mengalami krisi ekonomi terburuk di dunia| finance.detik.com

SUKABUMIHEADLINES.com – Lebanon kini tengah krisis. Bahkan Bank Dunia menyebut negara itu kini mengalami krisis ekonomi terburuk di dunia sejak tahun 1850-an.

Mengutip Trading Economics, ekonomi Lebanon kontraksi alias negatif 20,3% di 2021. Krisis ekonomi yang parah sudah terjadi selama 18 bulan terakhir.

“Kontraksi brutal seperti ini biasanya terjadi dalam konflik atau perang,” kata Bank Dunia dalam laporannya menyebut Lebanon dikutip dari cnbcindonesia.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cadangan mata uang asing Lebanon menipis. Inflasi makanan mencapai 400%.
Mata uang lokal bahkan jatuh ke rekor terendah terhadap dolar. Pound Lebanon dijual dengan rekor 19.500 terhadap dolar AS, kurang dari sepersepuluh kurs resminya, di pasar gelap.

Kini, kekurangan uang dinegara itu berdampak pada pasokan obat-obatan dan energi. Apotek melakukan pemogokan karena kekurangan obat yang disebabkan kegagalan membayar importir asing.

Asosiasi pemiliki apotek mengumumkan ‘pemogokan terbuka’ di seluruh Lebanon. “80% apotek tutup di Beirut dan kota-kota besar,” kata Ali Safa, anggota asosiasi, dikuti dari AFP (12/7/2021).

Air pun kini tak mudah lagi didapat, dimana warga mendapat penjatahan air. Stasiun pompa ditenagai oleh diesel, dan kekurangan pasokan yang mereka butuhkan untuk berfungsi.

UNICEF pada Jumat (23/7) pekan lalu mengungkapkan, lebih dari 4 juta orang Lebanon berisiko kehilangan akses ke air bersih karena kekurangan dana. Jumlah ini setara 70% populasi Lebanon 6,7 juta jiwa.

“UNICEF memperkirakan, sebagian besar pemompaan air secara bertahap akan berhenti di seluruh negeri dalam empat hingga enam minggu ke depan,” ungkap badan PBB dikutip dari Reuters.

Krisis ekonomi Lebanon masih terus berlanjut, mendorong lebih dari separuh penduduknya ke dalam kemiskinan. Mata uang Lebanon juga kehilangan lebih dari 90% nilainya dalam waktu kurang dari dua tahun.

UNICEF mengatakan, jika sistem pasokan air publik runtuh, biaya air bisa melonjak 200% per bulan karena air akan diamankan dari pemasok air swasta.

“Jika tindakan penting tidak segera diambil, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum penting tidak akan dapat berfungsi,” kata Perwakilan UNICEF di Lebanon, Yukie Mokuo dikutip dari internasional.kontan.co.id.

Menurut hitung-hitungan UNICEF, Lebanon setidaknya membutuhkan sekitar US$ 40 juta per tahun untuk mengamankan tingkat minimum bahan bakar, klorin, suku cadang, dan pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga sistem pengairan yang kritis agar tetap beroperasi.

Berita Terkait

Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS
Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan
Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu
Indonesia Top 5 negara terbanyak janda, ada AS dan Rusia
Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan
Otoritas Israel culik 2 pemain sepak bola putri Timnas Palestina
Ini draf kesepakatan Iran – AS, termasuk soal aset US$ 12 Miliar
Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:58 WIB

Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS

Senin, 15 Juni 2026 - 19:50 WIB

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:30 WIB

Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:37 WIB

Indonesia Top 5 negara terbanyak janda, ada AS dan Rusia

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:25 WIB

Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan

Berita Terbaru

Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi terhadap pasien di rumah sakit - sukabumiheadline.com

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi dorong percepatan UHC

Sabtu, 27 Jun 2026 - 22:42 WIB

New Honda ADV 350 - Honda

Otomotif

New Honda ADV 350, skutik maxi dan gahar dijual segini

Sabtu, 27 Jun 2026 - 18:35 WIB

Menu di Warung Nasi H. Empud Sukabumi - Ist

Kuliner

Daftar restoran terbaik di Sukabumi versi tokoh nasional

Sabtu, 27 Jun 2026 - 15:33 WIB