Kunjungi Sukabumi, Ini Pesan Pangkostrad

- Redaksi

Selasa, 15 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkostrad disambut prajurit TNI dari Yon Armed 13/Nanggala. l Istimewa

Pangkostrad disambut prajurit TNI dari Yon Armed 13/Nanggala. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CIKEMBAR – Panglima Kostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, melakukan Kunjungan Kerja ke Batalyon di Yon Armed 13/Nanggala, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/3/2022).

Kedatangan Pangkostrad didampingi Pangdiv 1 Kostrad Mayjen TNI Dedy Kusmayadi beserta rombongan disambut
Danyon Armed 13 Mayor Arm Dwi Sutaryo, serta unsur Forkopimda.

Dalam kunjungannya, Pangkostrad menyampaikan apresiasi karena sangat berkenan dan bangga atas semangat para Prajurit Yonarmed 13. Kepada Prajurit serta Persit Yonarmed 13.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prajurit harus menjadi contoh baik dan suri tauladan bagi masyarakat. Hindari segala macam pelanggaran, Jadilah prajurit yang profesional, cerdas, mempunyai fisik prima, serta kemampuan bertempur hebat” tegasnya.

Maruli menegaskan, maksud kedatangannya ke satuan yakni ingin melihat secara langsung program di kesatuan yang harus dibenahi supaya menjadi lebih baik.

“Senantiasa ingatkan diri sendiri dan keluarga bahwa menjadi tentara itu untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, jadilah tentara cerdas, terampil dan berpengalaman” tambahnya

Selain melakukan pembinaan, Pangkostrad juga melakukan penanaman pohon durian sebagai simbol menghijaukan bumi sekaligus semangat produktivitas. Acara dilanjutkan, meninjau sumber air baru (pompa hydram) di kampung Leuwibolang, Desa Sukamulya. Pompa hydram tersebut adalah program bantuan dari Pangkostrad.

Berita Terkait

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan
Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:00 WIB

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB