Mansa Musa Manusia Terkaya di Dunia, Sedekahnya Hancurkan Perekonomian Mesir

- Redaksi

Rabu, 18 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mansa Musa. l Istimewa

Mansa Musa. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Bukan pendiri Amazon, Jeff Bezos yang memiliki kekayaan sekitar USD131 miliar atau lebih dari Rp1.856,5 triliun yang jadi orang terkaya di dunia sepanjang sejarah manusia.

Ternyata kekayaan Jeff Bezos yang saat ini tercatat sebagai orang terkaya di dunia, tidak ada apa-apanya dibanding orang ini Mansa Musa, seorang Muslim penguasa Mali abad 14.

Mansa Musa terkenal di seluruh dunia karena kekayaannya yang menakjubkan dan pengeluaran yang tidak terkendali. Kekayaan Musa terlalu besar untuk dibayangkan, atau pernah disamakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan diberitakan Times, “Penguasa Mali abad 14 lebih kaya daripada yang bisa digambarkan siapa pun.”

Penguasa Romawi Kaisar Gaius Julius Caesar Augustus, yang diperkirakan mencapai USD4,6 triliun pun disebut berada di posisi kedua.

Sejumlah sejarawan mengatakan, Mansa Musa begitu kaya, sehingga ketika dia memberikan sebagian dari emasnya kepada orang-orang miskin saat mengunjungi Kairo, emas yang masuk ke negara itu hampir menghancurkan ekonomi Mesir.

Rudolph Ware, professor sejarah di University of Michigan, menjelaskan; “Bayangkan sebanyak emas yang Anda pikir manusia bisa miliki dan gandakan, itulah yang semua coba dibicarakan. Ini adalah orang terkaya yang pernah dilihat siapa pun.”

Musa menjadi penguasa Kekaisaran Mali di Afrika barat pada 1312. Dia naik tahta setelah pendahulunya Abu-Bakr II hilang dalam perjalanan laut untuk menemukan tepi Samudra Atlantik.

Musa mewarisi kerajaan yang ia tinggalkan, pada saat negara-negara Eropa sedang berjuang karena perang saudara dan kurangnya sumber daya.

Sebaliknya, Mali sarat dengan sumber daya alam yang menguntungkan, terutama emas. Di bawah pemerintahannya, kekaisaran yang sudah makmur tumbuh hingga tiga kali ukurannya, membentang 2.000 mil dari pantai Atlantik dan meliputi apa yang sekarang menjadi sembilan negara Afrika barat.

Baca Juga :  Daftar Raja Terkaya di Dunia, Nomor 3 dan 5 Muslim Taat

Dia juga mencaplok 24 kota, termasuk pusat perdagangan penting Timbuktu. Menurut British Museum, ketika kekaisaran itu tumbuh, demikian pula kekayaannya selama masa pemerintahannya, kekaisaran Mali menyumbang hampir setengah dari emas Old World.

Kathleen Bickford Berzock, yang merupakan ahli dalam seni Afrika di Block Museum of Art at the Northwestern University, mengatakan; “Sebagai penguasa, Mansa Musa memiliki akses yang hampir tak terbatas ke sumber kekayaan yang paling bernilai di dunia abad pertengahan. Pusat-pusat perdagangan utama yang berdagang emas dan barang-barang lainnya juga berada di wilayahnya, dan dia mengumpulkan kekayaan dari perdagangan ini,” katanya, seperti diberitakan Daily Mirror, Senin (8/4/2019).

Ibadah Haji Bersama 60.000 Warganya

Musa tercatat sebagai seorang Muslim taat. Dia pernah melakukan perjalanan ke Makkah untuk naik haji, meninggalkan Mali dengan rombongan 60.000 orang.

Saat itu, ia membawa seluruh pejabat pengadilan, para tentara, pelawak, pedagang, pengemudi unta dan 12.000 budak. Semuanya mengenakan sutra Persia terbaik dan mengenakan brokat emas.

Ibn Khaldun, seorang sejarawan pada saat itu, mewawancarai salah satu teman perjalanan kaisar. “Pada setiap pemberhentian, dia akan menghibur kita dengan makanan langka dan permen,” kata Ibn Khaldun dalam tulisannya.

“Peralatan dan perabotannya dibawa oleh 12.000 wanita budak pribadi, mengenakan gaun brokat dan sutra Yaman,” lanjut tulisan Ibn Khaldun.

Hancurnya Perekonomian Mesir

Setibanya di Kairo, Musa memperlihatkan arogansinya ketika diundang untuk bertemu penguasa kota, al-Malik al-Nasir. Dia sempat menolak undangan, karena harus mencium tanah dan tangan penguasa.

Selama berada di Kairo, Musa melanjutkan pembelanjaannya yang mewah dan membagikannya dengan murah hati. Dia membelanjakan emas untuk barang-barang dan memberikan hadiah emas pada orang miskin kota.

Meskipun berniat baik, kemurahan hatinya yang spontan benar-benar menurunkan nilai logam di Mesir dan ekonomi negara itu mendapat pukulan besar. Butuh 12 tahun bagi Mesir untuk pulih.

Baca Juga :  5 Pemuda Terkaya di Dunia, Baru Berusia 18 Tahun Berharta Rp52 Triliun

Perusahaan teknologi yang berbasis di AS, SmartAsset.com memperkirakan bahwa karena depresiasi emas, ziarah Mansa Musa menyebabkan kerugian ekonomi sekitar USD1,5 miliar di seluruh Timur Tengah.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Musa membantu ekonomi Mesir dengan membeli kembali sebagian emas yang telah dia berikan dengan tingkat bunga terlalu tinggi.

Penaklukan Favorit Mansa Musa

Dalam perjalanan itu Musa juga memperoleh wilayah Gao di dalam kerajaan Songhai, yang berarti dia memperluas wilayahnya ke tepi selatan Gurun Sahara di sepanjang Sungai Niger.

Namun, penaklukan favoritnya adalah Timbuktu, yang menjadi El Dorado Afrika dan orang-orang datang dari dekat dan jauh untuk mengagumi bangunan dan jalan berlapis emas tersebut.

Bahkan pada abad 19, 500 tahun kemudian, situs itu masih memiliki status mitos sebagai kota emas yang hilang di ujung dunia, sebuah mercusuar bagi pemburu dan penjelajah kekayaan Eropa.

Mansa Musa juga dikenal karena membangun beberapa masjid paling rumit dalam sejarah, beberapa di antaranya masih berdiri sampai sekarang.

Dia kembali dari Makkah dengan beberapa cendekiawan Islam, termasuk keturunan langsung dari Nabi Muhammad, seorang penyair yang juga arsitek Andalusia bernama Abu Es Haq es Saheli. Dialah yang merancang masjid Djinguereber yang terkenal di Timbuktu.

Musa dilaporkan membayar penyair itu dengan 200 kg emas, yang dalam uang hari ini diperkirakan bernilai USD8,2 juta. Musa juga mendanai literatur, membangun sekolah dan perpustakaan, menjadikan Timbuktu menjadi pusat pendidikan, tempat orang-orang bepergian dari seluruh dunia untuk belajar.

Setelah Mansa Musa meninggal pada 1337, dalam usia 57 tahun, kekaisaran diwarisi oleh putra-putranya yang tidak bisa menyatukan wilayah.

Berita Terkait

KDM: Wisata alam harusnya gratis
Pemprov Jabar siapkan Rp218 miliar untuk siswa miskin SMA/SMK swasta
Pilung Girijaya Cidahu Sukabumi sajikan keindahan alam, camping ground dan wisata religi
Baju hijau hingga hantu tanpa kepala: Lokasi 11 mitos di Sukabumi, terkenal hingga luar daerah
Bukan sekadar lalap, ini 13 manfaat luar biasa jengkol untuk kesehatan
Natural pool Sukabumi tawarkan kejernihan air bak kristal viral di TikTok 2026
5+1 model rambut wanita panjang ber-layer 2026
Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:00 WIB

KDM: Wisata alam harusnya gratis

Rabu, 11 Februari 2026 - 04:52 WIB

Pemprov Jabar siapkan Rp218 miliar untuk siswa miskin SMA/SMK swasta

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pilung Girijaya Cidahu Sukabumi sajikan keindahan alam, camping ground dan wisata religi

Minggu, 8 Februari 2026 - 02:15 WIB

Baju hijau hingga hantu tanpa kepala: Lokasi 11 mitos di Sukabumi, terkenal hingga luar daerah

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:42 WIB

Bukan sekadar lalap, ini 13 manfaat luar biasa jengkol untuk kesehatan

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Wisata

KDM: Wisata alam harusnya gratis

Kamis, 12 Feb 2026 - 07:00 WIB

Regulasi

Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi

Kamis, 12 Feb 2026 - 00:19 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131