Tinggalkan smartphone, Gen Z kompak pilih dumbphone

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dumphone atau ponsel bodoh atau handphone jadul - sulabumiheadline.com

Ilustrasi dumphone atau ponsel bodoh atau handphone jadul - sulabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Banyak Generasi Z (Gen Z) mulai meninggalkan kecanggihan teknologi masa kini. Salah satunya, mereka menukar smartphone dengan ponsel jadul (dumbphone).

Dumb phone (ponsel bodoh) adalah ponsel seluler dengan fungsi dasar seperti telepon dan SMS, tanpa akses internet luas atau aplikasi media sosial. Tren beralih ke perangkat ini diminati demi kesehatan mental.

Fenomena ini terjadi karena para anak muda tersebut ingin menghentikan kebiasaan berlama-lama di media sosial. Aktivitas scrolling di platform digital kerap dihubungkan dengan dampak buruk pada kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebiasaan tersebut juga terlihat dalam beberapa laporan. Pew Research, misalnya, mencatat setengah dari orang dewasa di AS mengakses platform seperti YouTube dan Facebook setidaknya sekali sehari pada tahun lalu.

Sementara itu, American Psychological Association mencatat rata-rata remaja AS menghabiskan hampir lima jam sehari di media sosial.

Sementara itu, penyedia ponsel lipat (flip phone) dari startup Dumb.co mengeklaim telah memiliki 5.000 pengguna aktif, dengan mayoritas pelanggan merupakan wanita berusia 24 tahun.

Penyedia ponsel jadul lainnya adalah The Light Phone, sementara perusahaan bernama Brick menyediakan perangkat pendamping ponsel yang berfungsi untuk memblokir akses media sosial.

Dampak buruk media sosial memang sudah menjadi perbincangan sejak lama. Dokter anak sekaligus profesor dari Universitas California, Jason Nagata, pernah melakukan penelitian mengenai dampak tersebut.

Hasil penelitiannya menemukan bahwa pola penggunaan media sosial mencerminkan karakteristik yang mirip dengan penyalahgunaan zat, mencakup gangguan kontrol diri hingga potensi untuk kumat (relapse).

Namun, manfaat positif langsung dirasakan oleh mereka yang berkomitmen mengurangi penggunaan media sosial. Nagata menemukan tingkat stres para partisipan berkurang secara keseluruhan.

“Dalam jangka panjang, banyak yang merasakan peningkatan kualitas tidur, konsentrasi yang lebih baik, dan berkurangnya stres secara keseluruhan,” ucap Nagata.

Kendall Schrohe, salah seorang yang rela mengorbankan smartphone demi meninggalkan kebiasaan scrolling media sosial, mengaku telah melakukan banyak percobaan selama bertahun-tahun untuk mengurangi penggunaan ponselnya.

Ia mengaku butuh tindakan ekstrem untuk bisa melepas kebiasaan tersebut. Hingga akhirnya, ia mengikuti program dari perusahaan bernama Month Offline untuk meninggalkan smartphone selama 30 hari dan beralih ke kegiatan secara offline.

Dilansir dari CBS News, ia kini menggunakan ponsel lipat Dumb.co yang memiliki kemampuan berbeda dari smartphone. Hanya ada beberapa aplikasi dasar di dalamnya seperti Uber, peta, dan Spotify, tanpa ada aplikasi media sosial sama sekali.

Ia mengaku senang dengan keputusan tersebut, meskipun tetap mengakui betapa sulitnya menghentikan kebiasaan menggunakan media sosial.

“Sebagai anak muda yang tumbuh besar bersama platform-platform ini, sulit untuk membayangkan kehidupan tanpa rasa kecanduan, karena hal itu sudah menjadi norma sepanjang hidup kami,” jelas perempuan 23 tahun asal asal Washington D.C. tersebut, dikutip dari CBS News, Selasa (11/8/2026).

Berita Terkait

Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif
Ingin tampil cantik dan fresh? Pilih 10 model rambut pendek wanita ini untuk referensi
5 model rambut comb over untuk pria ke kampus atau ngantor
Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol
Natural dan low maintenance, 6 model rambut panjang ber-layer 2026 untuk wanita
Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an
Tiga tren dan 10 model rambut pria Agustus: Klasik modern hingga pendek low maintenance
5 tren wisata Gen Z di Sukabumi, dari eksplorasi niche hingga eco tourism

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Ingin tampil cantik dan fresh? Pilih 10 model rambut pendek wanita ini untuk referensi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:42 WIB

5 model rambut comb over untuk pria ke kampus atau ngantor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Tinggalkan smartphone, Gen Z kompak pilih dumbphone

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Johatsu: Hidup sudah mentok, tren ganti identitas dan memulai hidup dari nol

Berita Terbaru

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB