Mengenal seni pertunjukan, ritual dan tradisi khas Sukabumi

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seni pertunjukan Boles atau Bola Leungeun Seuneu - sukabumiheadline.com

Ilustrasi seni pertunjukan Boles atau Bola Leungeun Seuneu - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kesenian tradisional adalah ekspresi keindahan yang diwariskan turun-temurun oleh suatu masyarakat, menjadi bagian dari identitas budaya, dan mencerminkan nilai-nilai serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Keindahan seni tradisional lazimnya diekspresikan melalui berbagai bentuk seperti tari, musik, teater, dan seni rupa, yang berfungsi sebagai hiburan, pendidikan, serta penguat karakter dan jati diri bangsa.

Ciri-ciri utama kesenian tradisional

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Diwariskan: Diturunkan dari generasi ke generasi secara lisan atau praktik.
  • Berbasis budaya: Berakar pada sistem budaya dan tradisi masyarakat pemiliknya.
  • Ekspresif: Menggali hasrat manusia akan keindahan dan menyampaikan pesan atau perasaan.
  • Aktual: Tetap hidup dan relevan dalam kehidupan masyarakat meski telah ada sejak lama.
  • Berfungsi beragam: Selain hiburan, juga sebagai media pendidikan, ritual, sosialisasi nilai, dan penguat identitas.

Seni pertunjukan, ritual dan tradisi khas Sukabumi

Sejatinya seni pertunjukan dan tradisi ini tidak benar-benar seluruhnya merupakan khas Sukabumi, namun secara umum juga terdapat di berbagai daerah di Jawa Barat dan Banten.

Namun demikian, beberapa di antaranya adalah khas Sukabumi, seperti seni pertunjukan Boles (Bola Api Sueneu) yang memadukan olahraga dan bela diri dan atraksi bola yang terbakar api.

Kemudian, ada berbagai tari tradisional seperti Tari Cepet, Tari Pakujajar yang sudah diakui UNESCO, dan tarian sebagai ekspresi rasa syukur seperti Dogdog Lojor dan Rayak-Rayak Sukabumian.

Selain itu, ada pula seni pertunjukan ritual seperti Jipeng dan Gondang Buhun yang berhubungan dengan pertanian dan upacara adat.

Seni pertunjukan

Boles atau Bola Leungeun Seuneu: Permainan bola api tradisional yang menggabungkan seni, olahraga, bela diri, dan filosofi, sering diiringi atraksi api.
Wayang Sukuraga: Wayang yang menampilkan figur manusia (sukuraga), memadukan seni rupa, musik, teater, dan sastra.

Ilustrasi seni pertunjukan Tari Cepet - sukabumiheadline.com
Ilustrasi seni pertunjukan Tari Cepet – sukabumiheadline.com

Tari Cepet: Tari Cepet adalah tarian tradisional khas Sukabumi, Jawa Barat, yang berawal dari ritual tolak bala Ngabungbang, menampilkan 12 penari laki-laki bertopeng (cepet) yang menirukan gerakan hewan buas dan makhluk halus untuk mengusir gangguan.

Namun, kini tari tersebut berkembang menjadi seni hiburan untuk hajatan dan acara nasional dengan iringan gamelan Sunda. Tarian ini terkenal karena unsur kesurupan (trans) dan menjadi bagian dari Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Tari Pakujajar: Tarian khas yang mendapat pengakuan dari UNESCO.

Ilustrasi seni pertunjukan Dogdog Lojor - sukabumiheadline.com
Ilustrasi seni pertunjukan Dogdog Lojor – sukabumiheadline.com

Dogdog Lojor: Kesenian angklung dan tari yang mengiringi ungkapan syukur panen padi, menunjukkan semangat gotong royong. Adapun karakteristiknya berupa alat musik tabuh berbentuk silinder kayu memanjang (sekitar 90 cm) dengan lubang di tengah, kayu dan membran kulit kambing yang diregangkan dengan tali kulit bambu, dan menghasilkan nada “dog, dog, dog” tergantung ketegangan kulit.

Rayak-Rayak Sukabumian: Tarian gaul untuk ungkapan syukur di hajatan dan acara desa.

Jipeng: Kesenian perpaduan tanji/tanjidor, ketuk tilu, dan topeng Sunda, ikon budaya Sukabumi.

Ilustrasi seni pertunjukan Gondang Buhun - sukabumiheadline.com
Ilustrasi seni pertunjukan Gondang Buhun – sukabumiheadline.com

Gondang Buhun: Kesenian untuk mengiringi ritual pertanian, juga dipentaskan di acara hajatan. Gondang buhun merupakan salah satu jenis tradisi gondang berupa seni tetabuhan (tutunggulan). Dalam pelaksanaannya, seluruh pemain gondang buhun ini semuanya harus perempuan sebagai pemukul lesung (gondang) yang juga merangkap sebagai juru kawih (sinden).

Instrumen yang mereka gunakan berupa alu yang tingginya mencapai 2 meter, dan lesung yang panjangnya 2,5 meter berisi dua ikat padi yang biasa disebut dua geugeus pare. Padi tersebut kemudian ditalu sehingga suara lesung menghasilkan ritme bunyi yang teratur (harmonis dan polyphonis) diiringi dengan nyanyian para pemainnya.

Tradisi dan ritual

Ilustrasi tradisi Seren Taun - sukabumiheadline.com
Ilustrasi tradisi Seren Taun – sukabumiheadline.com

Syukuran Nelayan: Ritual larung saji hasil laut sebagai bentuk syukur nelayan.

Seren Taun: Upacara adat penyerahan hasil panen padi tahunan di Kasepuhan adat.

Ngabungbang: Tradisi ritual menyatukan diri dengan alam atau membersihkan diri.

Berita Terkait

Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda
16 manfaat mandi air pandan, relaksasi bukan sekadar pewangi alami
5 fakta dan keunikan suku Sunda
Mengenal asal-usul suku Sunda: dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja
7 perawatan kulit ala Wanita Sukabumi zaman dulu: Dari kunyit madu hingga lidah buaya
Manfaat dongeng, 7 cerita Sunda dan sejarah Hari Dongeng Nasional 28 November
Mata Luka Sengkon Karta, Peri Sandi Huizche: 5 Fakta penyair Indonesia asal Sukabumi
Orang tua dan kisah cinta Nyi Roro Kidul, Putri Kandita membuat pengawal jatuh hati

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 07:00 WIB

Mengenal seni pertunjukan, ritual dan tradisi khas Sukabumi

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:37 WIB

Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda

Minggu, 28 Desember 2025 - 15:00 WIB

16 manfaat mandi air pandan, relaksasi bukan sekadar pewangi alami

Minggu, 14 Desember 2025 - 00:53 WIB

5 fakta dan keunikan suku Sunda

Minggu, 7 Desember 2025 - 21:28 WIB

Mengenal asal-usul suku Sunda: dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang, dan bersahaja

Berita Terbaru