Balas AS-Israel, Iran ngamuk bombardir Kuwait, UEA, Arab Saudi

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Iran mengamuk dengan melancarkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, Sabtu (28/2/2026).

Situasi semakin memanas setelah AS secara resmi menyatakan serangan ke Iran. Pesawat tempur jarak jauh dan rudal presisi milik AS dilaporkan telah menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur strategis milik IRGC di daratan Iran. Sejumlah ledakan besar dilaporkan terdengar di beberapa kota utama Iran, termasuk pinggiran Teheran.

Serangan balasan ini terjadi menyusul operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sasaran-sasaran di wilayah Iran pada hari yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kantor berita Iran, Fars, menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah membidik titik-titik strategis yang menjadi markas militer AS di wilayah Teluk.

Target utama tersebut mencakup Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah, Pangkalan Udara Al-Salem di Kuwait, serta Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain juga dilaporkan menjadi sasaran serangan langsung.

Dilaporkan kantor berita negara UEA bahwa setidaknya satu orang tewas di Abu Dhabi setelah otoritas keamanan setempat melakukan intersepsi terhadap beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran.

“Pemerintah UEA mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional serta hukum internasional. UEA menegaskan hak penuh mereka untuk menanggapi eskalasi yang membahayakan warga sipil tersebut,” ujar Pemerintah UEA dikutip Al Jazeera.

Di Dubai dan Abu Dhabi, dua kota utama UEA rentetan ledakan terdengar di tengah kepulan asap yang membubung ke langit. Akibat situasi keamanan yang memburuk, otoritas penerbangan UEA telah menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil sebagai langkah pencegahan.

Di Bahrain, Kementerian Dalam Negeri sendiri telah mengeluarkan peringatan darurat melalui pesan singkat ke ponsel warga. Pemerintah mendesak seluruh masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas dan menuju lokasi aman atau tempat perlindungan terdekat.

“Sirene dibunyikan karena adanya bahaya. Warga diharapkan tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan resmi,” tulis pernyataan kementerian tersebut sebagaimana dilaporkan oleh AFP.

Langkah serupa juga diambil oleh negara-negara tetangga seperti Qatar dan Kuwait guna menghindari potensi risiko lebih lanjut di jalur penerbangan komersial.

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa eskalasi ini menyebar dengan cepat ke wilayah lain di Semenanjung Arab. AFP melaporkan adanya suara ledakan keras yang terdengar hingga ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Presiden AS Donald Trump secara khusus memberikan peringatan kepada IRGC pasukan elite yang berada di bawah komando langsung Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serta seluruh jajaran angkatan bersenjata dan kepolisian Iran.

“Letakkan senjata kalian dan dapatkan kekebalan penuh, atau jika tidak, hadapi kematian yang pasti,” tegas Trump dalam pidatonya.

Selain ancaman terhadap militer, Trump juga menyampaikan pesan langsung kepada warga sipil Iran. Ia mendesak masyarakat untuk segera mencari perlindungan menyusul peringatan akan adanya pengeboman intensif di berbagai wilayah strategis.

Namun, di saat yang sama, ia menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Republik Islam yang telah berkuasa sejak revolusi tahun 1979.

“Jam kebebasan Anda sudah dekat. Setelah operasi kami selesai, ambil alih pemerintahan Anda. Pemerintahan itu akan menjadi milik Anda. Ini mungkin akan menjadi satu-satunya kesempatan bagi Anda selama beberapa generasi ke depan,” kata Trump.

Berita Terkait

Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia
DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:09 WIB

Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Berita Terbaru