Untuk lawan koalisi Islam, PM Israel bakal bentuk “Aliansi Heksagon”

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Untuk melawan kekuatan koalisi Islam, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendorong pembentukan aliansi regional baru yang ia sebut sebagai “aliansi heksagon”.

Netanyahu dikabarkan bakal menggandeng sejumlah negara seperti India, Yunani, dan Siprus sebagai bagian dari gagasan Aliansi Heksagon tersebut.

Diberitakan Al Jazeera, aliansi ini diklaim akan menghimpun negara-negara dengan kepentingan dan pandangan keamanan yang sama untuk menghadapi apa yang disebut Netanyahu sebagai “poros radikal” di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya pada Ahad (22/2/2026), Netanyahu mengatakan aliansi itu dirancang untuk melawan dua kutub yang ia nilai mengancam stabilitas kawasan, yakni poros Syiah radikal dan poros Sunni radikal. Selain Israel, ia menyebut India, Yunani, dan Siprus, serta sejumlah negara Arab, Afrika, dan Asia lain yang tidak dirinci.

“Dalam visi yang saya lihat di hadapan saya, kita akan menciptakan seluruh sistem, pada dasarnya sebuah ‘heksagon’ aliansi di sekitar atau di dalam Timur Tengah,” ujar Netanyahu dikutip Rabu (25/2/2026).

Meski demikian, hingga kini belum ada negara yang secara terbuka menyatakan dukungan resmi terhadap rencana tersebut. Sejumlah analis menilai gagasan itu sulit diwujudkan dalam bentuk aliansi formal dan lebih bersifat narasi politik.

Pernyataan Netanyahu muncul menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Israel. Modi sebelumnya menegaskan bahwa India menghargai hubungan persahabatan dengan Israel yang dibangun atas dasar kepercayaan, inovasi, dan kerja sama teknologi.

Namun, para pengamat menilai India cenderung bersikap pragmatis dan kecil kemungkinan terikat dalam aliansi berbasis poros ideologis, sejalan dengan tradisi kebijakan luar negeri nonblok New Delhi.

Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu – Ist

Sementara itu, Israel dalam beberapa tahun terakhir juga memperkuat kerja sama dengan Yunani dan Siprus, terutama di bidang energi dan pertahanan.

Pada 2025, Yunani menyetujui pembelian 36 sistem artileri roket PULS dari Israel senilai sekitar US$760 juta (sekitar Rp12 triliun). Kedua negara juga membahas paket pertahanan lanjutan yang diperkirakan mencapai US$3,5 miliar (sekitar Rp55 triliun).

Namun, baik Yunani maupun Siprus merupakan anggota International Criminal Court (ICC), yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu terkait dugaan kejahatan perang di Gaza. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan politik dan hukum bagi pembentukan aliansi yang lebih erat.

Profesor madya studi keamanan di King’s College London, Andreas Krieg, menilai konsep “heksagon” lebih mencerminkan upaya pencitraan ketimbang kerangka aliansi nyata.

“Ini bukan aliansi seperti NATO, melainkan lebih sebagai cara mengemas hubungan dan kemitraan yang sudah ada agar terlihat sebagai blok strategis baru,” ujarnya.

Pengamat juga menilai inisiatif ini tidak lepas dari tekanan politik domestik yang dihadapi Netanyahu, mulai dari polemik reformasi peradilan hingga proses hukum atas sejumlah kasus korupsi. Menjelang pemilihan umum, gagasan aliansi dinilai menjadi upaya untuk menunjukkan bahwa Israel tidak sepenuhnya terisolasi secara diplomatik.

Analis politik independen Israel, Ori Goldberg, menyebut memburuknya citra Israel akibat konflik berkepanjangan membuat rencana aliansi besar semacam ini sulit menarik dukungan nyata.

“Dalam kondisi seperti ini, aliansi ‘heksagon’ lebih tampak sebagai dunia fantasi ketimbang rencana yang benar-benar bisa diwujudkan,” katanya.

Berita Terkait

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat
Israel perang terus, sidang kasus korupsi Netanyahu Rp8,5 triliun selalu ditunda
Daftar 10 syarat dari Iran disetujui Donald Trump demi Selat Hormuz dibuka
PBB: Prajurit TNI di Lebanon tewas ditembak tank militer Israel
Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Rabu, 22 April 2026 - 14:47 WIB

Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa

Sabtu, 18 April 2026 - 14:19 WIB

Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan

Rabu, 15 April 2026 - 16:01 WIB

Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat

Sabtu, 11 April 2026 - 19:38 WIB

Israel perang terus, sidang kasus korupsi Netanyahu Rp8,5 triliun selalu ditunda

Berita Terbaru

Tecno Camon 50 Pro 5G - Tecno

Gadget

Harga Tecno Camon 50 Pro 5G, dibekali kamera 3x optical zoom

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:57 WIB

R. Dewi Sartika - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Khazanah

Catatan singkat tentang SKI Sukabumi didirikan R. Dewi Sartika

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:22 WIB