Mengenal Si Jampang, Jawara Berwajah Tampan asal Sukabumi Jadi Jagoan di Tanah Betawi

- Redaksi

Senin, 26 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Si Jampang, jagoan berwajah tampan asal Sukabumi di Jakarta. l Istimewa

Ilustrasi Si Jampang, jagoan berwajah tampan asal Sukabumi di Jakarta. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Masyarakat Betawi yang banyak bermukim di Jakarta dan kota-kota satelit sekitarnya (Depok, Bekasi, Tangerang, dan lain-lain) memiliki cerita rakyat tentang sosok jagoan mereka yang diceritakan secara turun temurun. Selain Si Pitung, nama jawara lainnya adalah Si Jampang.

Banyak kemiripan cerita di antara keduanya. Pitung dan Jampang sama-sama jawara-jawara silat dan kerap beraksi a la Robin Hood alias mencuri dari orang kaya dan membagikan hasil curian kepada orang miskin.

“Jampang memang mirip cerita Si Pitung. Bedanya, Pitung ada kisah melawan Belanda, sedangkan Jampang diceritakan tidak melawan Belanda,” kata Andi Yahya, seorang budayawan Betawi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Si Pitung juga lebih populer dibanding Si Jampang. Film si Pitung (diperankan Dicky Zulkarnaen) pun dulu mengalahkan pamor film Si Jampang (diperankan Barry Prima).

Meskipun populer di tanah Betawi, tapi sebenarnya Si Jampang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebuah sumber menyebut bahwa Si Jampang adalah seorang pemuda yang lahir di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Ibunya berasal dari etnis Betawi, sementara ayahnya berasal dari Banten. Berikut 5 fakta tentang si Jampang.

1. Lahir di Jampang Sukabumi

Sejak ia kecil kedua orang tua Si Jampang sudah meninggal dunia. Sehingga ia pun diasuh oleh pamannya dan tinggal di daerah Grogol, Depok. Secara sifat, Jampang kecil adalah anak yang cerdas dan ulet untuk mempelajari suatu hal.

Namanya saja Jampang, ya aslinya dari Jampang. Di situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Si Jampang dideskripsikan sebagai pendekar silat yang lahir di sebuah desa bernama Jampang, Sukabumi bagian selatan, Jawa Barat.

Ibu si Jampang adalah orang Jampang asli dan ayahnya Sunda Banten. Si Jampang lahir di Jampang, kampung ibunya. Kemungkinan karena lokasi lahirnya itulah ia kemudian dinamai Jampang.

Namun, Muhammad Fazer Mileneo dalam tulisannya menyebut bahwa ibu dari Si Jampang Berasal dari Jakarta, sedangkan sang ayah asli Sunda Banten.

2. Merantau ke Depok

Seiring berjalannya waktu, dikisahkan bahwa kedua orang tua si Jampang meninggal dunia akibat menderita sakit. Si Jampang pun kemudian hidup sebatang kara dan kerabat terdekatnya yakni sang paman, tinggal di wilayah Grogol, Depok.

Ketika si Jampang beranjak remaja, sang paman menyuruhnya pergi berguru ilmu bela diri silat di sebuah padepokan di Cianjur, Jawa Barat. Guru silat yang mendidik Si Jampang merupakan kenalan dekat pamannya.

Di Cianjur, Si Jampang diminta untuk serius menimba ilmu bela diri silat agar memiliki ilmu dan bekal hidup di hari mendatang. Selain itu ia juga diajari ilmu agama dan cara bercocok tanam.

“Pang, lu mesti punya kepandaian silat, karena menegakkan kebenaran tanpa kekuatan adalah sia-sia. Lu ikut mamang ke Cianjur. Lu belajar silat di sana ama kenalan mamang,” ujar paman dari Si Jampang.

Aye (baik), mang. Aye sih pegimane mamang aja gimana baeknye,” jawab Jampang dengan penuh rasa hormat.

4. Si Jampang Berparas Tampan

Diceritakan dalam tradisi cerita lisan orang Betawi jika Si Jampang memiliki paras yang tampan dan gagah.

Setelah belajar silat, si Jampang pandai beratraksi silat dan memainkan golok. Karena ketampanan dan kepiawaian bermain silat, si Jampang muda banyak digandrungi gadis-gadis remaja.

Selanjutnya, Si Jampang memutuskan merantau ke daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan agar lebih mandiri. Di sana ia awalnya tinggal di rumah sahabat karib pamannya sambil membantu berkebun dan berdagang buah di pasar Tanah Abang.

Tetapi di Kebayoran Lama inilah Si Jampang mendapat cobaan. Ia bertemu dengan centeng-centeng yang bertindak arogan meminta uang pajak.

Si Jampang pun kemudian memaksimalkan kemampuan silatnya untuk memberantas tindakan sewenang-sewenang tersebut. Sampai akhirnya tidak ada lagi aksi kriminal dari para preman-preman di Kebayoran Lama.

Diceritakan pula, Si Jampang menikahi seorang gadis asal Kebayoran Lama dan memiliki seorang anak. Oleh bapak mertuanya, Si Jampang diberi kuasa untuk merawat sebidang tanah untuk digarap.

Bersama istrinya, si Jampang menggarap tanah tersebut, menanami lahan dengan padi, kacang, dan kelapa. Selain itu, Jampang juga menjual hasil kebun mertuanya ke pasar Tanah Abang.

4. “Robin Hood” dari Betawi

Selain Si Pitung, si Jampang juga dijuluki “Robin Hood dari Betawi.” Setelah istrinya meninggal dan anaknya enimba ilmu agama di pondok pesantren, si Jampang merasa kesepian. Sejak itulah muncul pikirannya ingin membantu rakyat Betawi yang menderita akibat mendapat tekanan dari para tuan tanah dan orang kaya yang kikir.

Ah, lebih baik aye rampok harta mereka untuk, aye bagikan kepada rakyat jelata,” pikir si Jampang.

Maka mulailah ia melakukan aksinya, merampok harta benda para tuan tanah dan orang-orang kaya di daerah Grogol. Mereka yang menjadi korbannya pun murka kepadanya.

Namun, rakyat justru senang karena sering mendapat bagian harta hasil rampokan si Jampang. Sejak itulah, ia terkenal sebagai perampok dan menjadi buah bibir warga.

Kabar itu sampai ke telinganya anak si Jampang yang sedang tingga di pondok pesantren. Anak si Jampang merasa malu dengan kelakuan ayahnya yang mencuri walaupun untuk dibagikan kepada orang miskin hasil curiannya.

5. Akhir hayat si Jampang

Istri si Jampang meninggal sejak lama. Si Jampang pun ingin punya istri lagi. Ia pun melamar seorang janda bernama Mayangsari. Namun di luar dugaan, lamaran si Jampang ditolak Mayangsari. Cara menolaknya adalah si Jampang diharuskan membawa syarat sepasang kerbau sebagai mas kawin kalau mau menikahi Mayangsari.

Si Jampang pun kebingungan bagaimana cara ia memperoleh kerbau. Harga kerbau sangat mahal, sementara dia tidak mempunyai uang.

Setelah berpikir sejanak, si Jampang pun teringat pada Haji Saud, seorang kaya raya yang tinggal di daerah Tambuh. Sepasang kerbau bagi Haji Saud bukanlah berarti apa-apa.

Akhirnya suatu malam, si Jampang bersama kawannya si Sarpin menuju ke rumah Haji Saud dengan memakai topeng dan membawa golok.

Keduanya berhasil mencuri sepasang kerbau milik Haji Saud dengan mudah. Namun, ketika mereka akan keluar pintu desa, puluhan anggota polisi telah mengepung.

Para anggota polisi tersebut menodongkan senapan laras panjang. Si Jampang dan Sarpin pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka akhirnya dimasukkan ke dalam bui dan si Jampang sebagai gembong perampok dihukum mati.

Kabar meninggalnya si Jampang membuat para tuan tanah dan orang-orang kaya merasa gembira. Namun, di sisi lain, rakyat kecil yang kerap dibantu oleh si Jampang merasa sedih dengan kematiannya. Kini, bagi rakyat Betawi, si Jampang adalah sosok pahlawan yang murah hati.

Disarikan dari naskah asli: Si Jampang urang Sukabumi bukan orang Betawi, ini 5 faktanya

Berita Terkait

102 tahun Sarkem Cicurug Sukabumi dan kisah hidup ulama berdarah menak Sunda
Profil Kumaila Hakimah, alumni ponpes di Sukabumi yang sebut AlQuran sudah kadaluwarsa
Mengenal pondok pesantren yang didirikan Wali Songo, nomor 5 di Jawa Barat
4 foto masa muda kedekatan tokoh asal Sukabumi dengan Prabowo dan Menhan
Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi
Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:33 WIB

102 tahun Sarkem Cicurug Sukabumi dan kisah hidup ulama berdarah menak Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 06:49 WIB

Profil Kumaila Hakimah, alumni ponpes di Sukabumi yang sebut AlQuran sudah kadaluwarsa

Jumat, 11 September 2026 - 02:28 WIB

Mengenal pondok pesantren yang didirikan Wali Songo, nomor 5 di Jawa Barat

Kamis, 10 September 2026 - 01:50 WIB

4 foto masa muda kedekatan tokoh asal Sukabumi dengan Prabowo dan Menhan

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional

Berita Terbaru

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB

Striker Persib Bandung, Balsa Sekulic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Persija vs Persib: Maung kalah 2-1

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:32 WIB