sukabumiheadline.com l Ganitri Ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum) adalah pohon yang termasuk suku elaeocarpaceae. Buahnya berwarna ungu dengan biji yang cukup besar dan biasa digunakan sebagai manik-manik penyusun perhiasan.
Tak hanya buahnya yang bisa diolah menjadi produk layak jual, kayu yang juga disebut Jenitri ini pun memiliki nilai ekonomi tinggi.

Mengutip jurnal karya A. Sani, Arizal
Priadi dan Trisna yang berjudul Sifat Keawetan, Keterawetan Dan Pengeringan Kayu Ganitri (Elaeocarpus Sphaericus Schum) Asal Sukabumi, pohon ganitri adalah pohon tropis yang tumbuh sangat baik di Sukabumi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peneliti menyebut penelitian yang mereka lakukan bertujuan untuk mengevaluasi sifat keawetan, keterawetan, dan sifat pengeringan kayu ganitri sehingga dapat diolah dan menghasilkan produk yang lebih baik.
“Respon yang diamati dalam penelitian ini adalah nilai mortalitas rayap tanah dan nilai penurunan berat kayu yang diakibatkan serangan rayap tanah serta sifat keterawetannya,” jelas mereka dalam jurnalnya dikutip sukabumiheadline.com, pada Kamis (9/11/2023).
Sedangkan, lanjut mereka, pengujian sifat pengeringan meliputi kecepatan pengeringan, evaluasi cacat, dan jadwal pengeringan.
“Hasil pengujian keawetan dari rayap tanah coptotermes curvignatus menunjukkan bahwa kayu ganitri dan kayu sengon memiliki nilai keawetan yang tidak jauh berbeda dikarenakan kayu tersebut termasuk ke dalam kelas awet V,” jelas dalam abstraksi jurnal yang diterbitkan Perpustakaan IPB University itu.
Sedangkan, lanjutnya, kayu nangka merupakan jenis kayu yang memiliki nilai keawetan paling tinggi.
“Berdasarkan hasil pengujian yang telah dibandingkan dengan standar, keterawetan kayu ganitri tergolong sangat mudah diawetkan dengan nilai retensi 22,87 kg/m³ dan penetrasinya 27,80 mm atau 94,24%,” paparnya dalam jurnal ilmiah tersebut.
Namun di sisi lain, ganitri juga disebut memiliki sifat pengeringan agak buruk. Hal itu dapat dilihat dari cacat permukaan yang besar.
“Untuk itu, disusun jadwal pengeringan dengan suhu awal 53 oC dan suhu akhir 83 oC. Sedangkan, kelembabannya (RH) yaitu awal 85%dan akhir 30%,” pungkas mereka.