Menjanjikan, Produksi Tempe Warga Bojonggenteng Sukabumi Omzet Rp133 Juta per Bulan

- Redaksi

Rabu, 10 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha tempe asal Bojonggenteng, Cecep Badrudin. l Istimewa

Pengusaha tempe asal Bojonggenteng, Cecep Badrudin. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l BOJONGGENTENG – Tempe atau tempeh adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kacang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer, atau Rh. arrhizus. Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal sebagai “ragi tempe”.

Istilah tempe berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu tumpi yang berarti makanan yang berwarna putih. Tempe dikembangkan di Jawa sebelum abad ke-16.

Tempe merupakan sumber protein yang baik untuk tubuh. Fungsi protein ini yaitu untuk membangun serta memperbaiki jaringan dan sel tubuh. Protein tersebut termasuk dalam kelompok protein larut air dan bisa mengaktifkan enzim proteolitik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karenanya, tak mengherankan jika makanan ini terus diproduksi meskipun ketika harga bahan pokoknya, kacang kedelai, tengah melambung tinggi. Hal itu mengingat kebutuhan akan tempe tidak pernah turun.

Bahkan, warga yang membuka usaha produksi tempe terus bermunculan. Salah satunya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Cecep Badrudin (45), warga Kampung/Desa/Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini merintis usaha produksi tempe.

“Betul. Alasan saya memproduksi tempe karena produk ini dibutuhkan masyarakat setiap hari,” kata Cecep kepada sukabumiheadline.com, Senin (9/8/2022) malam.

Selain itu, kata Cecep, dalam hal pemasaran, tempe terbilang mudah karena harganya yang cukup terjangkau.

“Mengingat harganya ekonomis sehingga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat,” kata Cecep.

“Kalau untuk pemasaran, sementara ini masih fokus di wilayah Bojonggede dan Kalapanunggal,” tambahnya.

Modal dan Omzet

Cecep mengaku, untuk memulai usahanya tersebut, modal yang dibutuhkan sebesar Rp30 juta. Modal sebesar itu, ia gunakan untuk mendirikan bangunan sederhana pabrik tempenya dan bahan baku.

“Modal itu untuk mendirikan tempat usaha dan bahan baku. Saya bikin pabrik tempe ini tidak di Bojonggenteng, tapi di Kampung Cirangkong RT 018/007, Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal,” paparnya.

Dalam sehari, aku Cecep, ia memproduksi sekira 700 hingga 800 lonjor (batang) tempe. Sedangkan, untuk omzet penjualan tempenya mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per hari.

Dengan demikian, omzet usaha tempe Cecep ini sekira Rp130 juta per bulannya.

Tenaga Kerja dan Kendala

Cecep menambahkan, meskipun sejauh ini berjalan lancar, tapi bukan berarti tanpa kendala.

“Kalau kendala, terutama dari peralatan masih kurang, mesin giling kacang dan drum tempat merebus serta pengatur suhu yang belum ada,” jelasnya.

Sedangkan, untuk tenaga pemasaran, ia memilih bekerjasama dengan Himpunan Pedagang Keliling (Hipek).

“Iya kebetulan saya aktif di Hipek, jadi untuk pemasaran tempe ini saya menggandeng Hipek. Jadi bukan karyawan modelnya, kerjasama saja,” pungkasnya.

Berita Terkait

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman
KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland
Nomor 5 mualaf asal Sukabumi, ini daftar raja minimarket Indonesia
TNI dan polisi dilibatkan tagih pajak ke warga
Jadi “buronan” SPBU seluruh Indonesia, ini spesifikasi Suzuki Thunder

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:32 WIB

Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08 WIB

Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:02 WIB

KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland

Berita Terbaru