Miris, dalam 3 tahun warga Kabupaten Sukabumi yang sakit naik dua kali lipat

- Redaksi

Rabu, 9 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Layanan Umum Daerah RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi - Istimewa

Badan Layanan Umum Daerah RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Fakta menyedihkan terungkap dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, di mana selama tiga tahun terakhir, jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang sakit meningkat cukup signifikan.

Untuk informasi, menurut data yang sama, Kabupaten Sukabumi berpenduduk sebanyak 2.802.404 jiwa. Jumlah tersebut terbagi 1.380.930 jiwa berjenis kelamin perempuan dan laki-laki sebanyak 1.421.474 jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 221 ribu lebih balita (usia 0 – 4 tahun) dan lebih dari 500 ribu remaja serta 51 ribu lebih lansia. Baca selengkapnya: Ada 221 ribu balita dan 51 ribu lansia, ini jumlah penduduk Sukabumi menurut kelompok usia

Mirisnya lagi, ada sebanyak ratusan bayi meninggal dunia dan puluhan ibu meninggal dunia pada kurun yang sama, dalam data Profil Kesehatan Kabupaten Sukabumi 2023 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Ada 4 bidan per desa tapi Angka Kematian Bayi di Sukabumi naik 100% lebih, berapa jumlah nakes lain?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, dalam 3 tahun terakhir (2021-2023), warga Kabupaten Sukabumi yang sakit dan mendapatkan perawatan medis juga naik hampir dua kali lipat. Pasien berasal dari berbagai kasus, dari mulai sakit, kecelakaan hingga konsultasi medis.

Berikut rinciannya, dihimpun sukabumiheadlline.com, Rabu (9/10/2024), dari tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) yang ada di Kabupaten Sukabumi, yakni RSUD Sekarwangi, RSUD Palabuhanratu, dan RSUD Jampang Kulon.

Rekomendasi Redaksi: Puluhan ribu pria di Kabupaten Sukabumi menganggur dan mengurus rumah tangga

RSUD di Kabupaten Sukabumi

Bidan
Ilustrasi bidan – Istimewa

Rekomendasi Redaksi: Awet, dalam 8 tahun jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi hanya turun 1%

1. RSUD Sekarwangi Cibadak 

Pasien yang dirawat karena berbagai alasan, dari mulai sakit, kecelakaan hingga konsultasi naik hampir dua kali lipat. Meskipun demikian, ada sejumlah layanan yang mengalami penurunan dan fluktuasi jumlah pasien, dan persentase.

Pelayanan Medis

  • Rawat Jalan: 55.146 pasien (2021), 58.080 pasien (2022), 87.966 pasien (2023)
  • Rawat Inap:, 20.873 pasien (2021), 24.444 pasien (2022), 30.475 pasien (2023)
  • Gawat Darurat 24 Jam: 29.827 pasien (2021), 36.306 pasien (2022), 44.045 pasien (2023)

Pelayanan Penunjang

  • Laboratorium: 75.281 pasien (2021), 79.258 pasien (2022), 90.841 pasien (2023)
  • Radiologi: 18.554 pasien (2021), 24.073 pasien (2022), 28.438 pasien (2023)
  • Instalasi Anestesi dan Kamar Operasi: 3.066 pasien (2021), 2.857 pasien (2022), 4.371 pasien (2023)
  • Instalasi Farmasi: 203.800 pasien (2021), 232.357 pasien (2022), 317.877 pasien (2023)
  • Poli Gizi: 76 pasien (2021), 72 pasien (2022), 50 pasien (2023)
  • Pemulasaraan Jenazah: 182 pasien (2021), 57 pasien (2022), 32 pasien (2023)
  • Konsultasi Psikologi: 5.031 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan Fisioterapi: 5.607 pasien (2021), 4.693 pasien (2022), 5.310 pasien (2023)
  • Pelayanan USG: 2.338 pasien (2021), 2.414 pasien (2022), 5.046 pasien (2023)
  • Pelayanan EKG: 913 pasien (2021), 889 pasien (2022), 22.470 pasien (2023)
  • Pelayanan EEG: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan Optik/Kacamata: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
Baca Juga :  Cerita Dibangunnya Masjid An Nawawi di Lereng Bojongkokosan Sukabumi

Indikator Pelayanan Rumah Sakit

Adapun Indikator Pelayanan Rumah Sakit di RSUD Sekarwangi adalah sebagai berikut:

  • BOR (Bed Ocupancy Rate) dalam %: 47% (2021), 55% (2022), 67% (2023)
  • LOS (leght of stay) dalam hari: 3,2% (2021), 2,9% (2022), 3,0% (2023)
  • TOI (Turn Over Interval): 3,0% (2021), 2,3% (2022), 1,0% (2023)
Dokter
Ilustrasi darurat medis – Istimewa

2. RSUD Palabuhanratu

Demikian dengan jumlah pasien di RSUD Palabuhanratu juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tampak dalam data, sejumlah layanan mengalami peningkatan cukup signifikan. Berikut rinciannya:

Pelayanan Medis

  • Rawat Jalan: 64.924 pasien (2021), 74.242 pasien (2022), 79.677 pasien (2023)
  • Rawat Inap: 16.088 pasien (2021), 20.862 pasien (2022), 24.931 pasien (2023)
  • Gawat Darurat 24 Jam: 17.026 pasien (2021), 21.352 pasien (2022), 24.935 pasien (2023)

Pelayanan Penunjang

  • Laboratorium: 69.155 pasien (2021), 78.889 pasien (2022), 94.800 pasien (2023)
  • Radiologi: 15.446 pasien (2021), 15.308 pasien (2022), 20.984 pasien (2023)
  • Instalasi Anestesi dan Kamar Operasi: 2.197 pasien (2021), 2.311 pasien (2022), 3.867 pasien (2023)
  • Instalasi Farmasi: 27.190 pasien (2021), 23.453 pasien (2022), 159.755 pasien (2023)
  • Poli Gizi: 143.684 pasien (2021), 167.121 pasien (2022), 208.590 pasien (2023)
  • Pemulasaraan Jenazah (Umum): 26 pasien (2021), 99 pasien (2022), 133 pasien (2023)
  • Pemulasaraan Jenazah (Covid-19): 148 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Konsultasi Psikologi: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan Fisioterapi: 3.374 pasien (2021), 4.228 pasien (2022), 5.178 pasien (2023)
  • Pelayanan USG: 3.766 pasien (2021), 5.663 pasien (2022), 4.861 pasien (2023)
  • Pelayanan EKG: 4.946 pasien (2021) 5.235 pasien (2022), 3.949 pasien (2023)
  • Pelayanan EEG: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan Optik/Kacamata: 370 pasien (2021), 415 pasien (2022), 493 pasien (2023)
Baca Juga :  Pemotor Terjerembab Nyaris Jatuh ke Sungai, Jembatan Darurat Cicewol Cicurug Sukabumi Rawan

Indikator Pelayanan Rumah Sakit

  • BOR (Bed Ocupancy Rate) dalam %: 51,67% (2021), 67,84% (2022), 70,33% (2023)
  • LOS (leght of stay) dalam hari: 3,61% (2021), 3,66% (2022), 3,84% (2023)
  • TOI (Turn Over Interval): 2,49% (2021), 1,28% (2022), 1,17% (2023)

Baca Juga:

3. RSUD Jampang Kulon

Peningkatan jumlah pasien juga dialami RSUD Jampang Kulon. Berikut rinciannya:

Pelayanan Medis

  • Rawat Jalan: 28.281 pasien (2021), 38.212 pasien (2022), 55.695 pasien (2023)
  • Rawat Inap: 8.652 pasien (2021), 11.217 pasien (2022), 15.400 pasien (2023)
  • Gawat Darurat 24 Jam: 13.672 pasien (2021), 51.619 pasien (2022), 17.106 pasien (2023)

Pelayanan Penunjang

  • Laboratorium: 36.297 pasien (2021), 38.233 pasien (2022), 50.864 pasien (2023)
  • Radiologi: 7.780 pasien (2021), 10.626 pasien (2022), 16.968 pasien (2023)
  • Instalasi Anestesi dan Kamar Operasi: 2.826 pasien (2021), 3.775 pasien (2022), 4.641 pasien (2023)
  • Instalasi Farmasi: 78.820 pasien (2021), 104.408 pasien (2022), 142.964 pasien (2023)
  • Poli Gizi: 0 pasien (2021), 68.119 pasien (2022), 101.974 pasien (2023)
  • Pemulasaraan Jenazah: 361 pasien (2021), 240 pasien (2022), 591 pasien (2023)
  • Konsultasi Psikologi: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan Fisioterapi: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan USG: 4.110 pasien (2021), 3.686 pasien (2022), 6.359 pasien (2023)
  • Pelayanan EKG: 4.453 pasien (2021), 4.706 pasien (2022), 9.675 pasien (2023)
  • Pelayanan EEG: 0 pasien (2021), 0 pasien (2022), 0 pasien (2023)
  • Pelayanan Optik/Kacamata: 120 pasien (2021), 145 pasien (2022), 137 pasien (2023)

Indikator Pelayanan Rumah Sakit

  • BOR (Bed Ocupancy Rate) dalam %: 47% (2021), 54% (2022), 57% (2023)
  • LOS (leght of stay) dalam hari: 4% (2021), 3% (2022), 3% (2023)
  • TOI (Turn Over Interval): 3% (2021), 2% (2022), 2% (2023)

Data di atas, tidak termasuk warga Kabupaten Sukabumi yang berobat di RSUD R. Syamsudin, SH., Kota Sukabumi, rumah sakit swasta dan klinik.

Berita Terkait

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta
Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?
Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak
Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon
Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi
Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?
Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 04:18 WIB

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta

Rabu, 2 April 2025 - 03:32 WIB

Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak

Selasa, 1 April 2025 - 00:01 WIB

Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda

Senin, 31 Maret 2025 - 13:00 WIB

Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:00 WIB

Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi

Berita Terbaru