Sahara asal Parakasalak Sukabumi, mahasiswi IPB University termuda baru berusia 15 tahun

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sahara asal Parakasalak Sukabumi, mahasiswi IPB University termuda baru berusia 15 tahun - ipb.ac.id

Sahara asal Parakasalak Sukabumi, mahasiswi IPB University termuda baru berusia 15 tahun - ipb.ac.id

sukabumiheadline.com – Usia ternyata tidak linear dengan prestasi. Siapapun tentunya memiliki kesempatan sama untuk berhasil jika mau bersungguh-sungguh dalam menggapai prestasi yang diinginkan, termasuk berprestasi secara akademik.

Sahara Anggelina Putri berhasil menunjukkan ia mampu bersaing dengan pendaftar lainnya yang lebih dewasa untuk mendapatkan salah satu jatah kursi di kampus ternama Tanah Air, IPB University.

Bahkan, Sahara berhasil diterima di IPB Univerity melalui jalur SNBP atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, yaitu jalur masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang tidak menggunakan tes tulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk informasi, penilaian SNBP didasarkan pada prestasi akademik dan non-akademik siswa, seperti nilai rapor, portofolio, dan berbagai penghargaan yang diraih.

Alhasil, Sahara yang baru berusia 15 tahun 8 bulan itu, resmi tercatat sebagai mahasiswi termuda di kampusnya, untuk angkatan 62, Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian. Diketahui, Sahara diterima di IPB University yang dipilihnya sebagai pilihan utama saat seleksi.

Kisah Sahara

Sahara merupakan alumni SMAN 1 Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Menurut pengakuannya, sejak kecil ia dikenal memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Terbukti, Sahara menjalani pendidikan anak usia dini (PAUD) hanya satu tahun, lalu bersikeras ingin langsung masuk sekolah dasar (SD), meskipun usia Sahara belum genap empat tahun. Akhirnya, orang tua Sahara mendaftarkannya sebagai “anak bawang”.

“Waktu itu ada seorang guru yang melihat saya sudah mampu membaca, menulis, dan berhitung,” ungkapnya, dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi IPB Univerity, Selasa (2/12/2025).

“Beliau mendorong agar saya diterima sebagai murid resmi,” katanya.

Keputusan itu membuka jalan bagi Sahara untuk melaju lebih cepat dari rata-rata seusianya, hingga kini ia tercatat sebagai mahasiswa IPB University.

Motivasi Sahara mengenal kampus hijau tersebut berawal dari media sosial serta dukungan penuh keluarganya. Dukungan penuh dari keluarga, membuatnya kian mantap untuk mendaftar ke salah satu kampus terbaik di Indonesia ini.

Ia menuturkan bahwa pada saat mendaftar SNBP, baik pilihan pertama maupun kedua ditujukan ke IPB University. Sahara pun bersyukur karena akhirnya bisa diterima di kampus tersebut.

Meski usianya jauh lebih muda dari mahasiswa lainnya, Sahara mengaku tidak merasa minder. Sebaliknya, perbedaan itu dijadikannya dorongan untuk terus berkembang.

Setiap malam, ia meluangkan waktu sekitar satu jam untuk melakukan deep learning, yakni mengulang materi kuliah dan melatih pola pikir kritis.

“Setiap malam saya usahakan belajar ulang sekitar satu jam. Dengan begitu, saya bisa lebih memahami materi sekaligus melatih cara berpikir kritis dan mendalam,” tuturnya.

Tidak hanya berfokus pada studi, Sahara mulai menyusun rencana jangka panjang. Ia menjadikan masa kuliah di IPB University sebagai dasar yang kuat, baik secara akademis maupun keterampilan.

Tekadnya untuk bekerja sembari melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya terlihat begitu kuat.

Sahara berharap, ilmu yang diperoleh dapat memberi manfaat, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Kisah Sahara menjadi inspirasi bahwa semangat belajar sejak dini mampu membuka pintu kesuksesan lebih cepat dari yang dibayangkan.

Kedisiplinan, dukungan keluarga, dan semangat belajar menjadi bukti nyata Sahara bahwa perjuangan akan membawanya pada masa depan yang menjanjikan.

Berita Terkait

5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA
Profil 2 SMA di Sukabumi diubah jadi Sekolah Maung: Sejarah sekolah dan alumni populer
Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi
Dua SMA di Sukabumi berubah jadi Sekolah Maung, ini daftarnya se-Jawa Barat
Prodi tak relevan industri, DPR: Kampus bukan pabrik calon karyawan
Mahasiswa jurusan kependidikan 490 ribu per tahun, kebutuhan guru hanya 20 ribu
2026, Kota dan Kabupaten Sukabumi bakal punya sekolah unggulan, satu kelas 32 murid
Kini murid taman kanak-kanak dapat dana PIP TK Rp450.000 per tahun

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:34 WIB

5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA

Senin, 11 Mei 2026 - 10:00 WIB

Profil 2 SMA di Sukabumi diubah jadi Sekolah Maung: Sejarah sekolah dan alumni populer

Senin, 11 Mei 2026 - 00:51 WIB

Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:45 WIB

Dua SMA di Sukabumi berubah jadi Sekolah Maung, ini daftarnya se-Jawa Barat

Selasa, 28 April 2026 - 13:00 WIB

Prodi tak relevan industri, DPR: Kampus bukan pabrik calon karyawan

Berita Terbaru

Proses evakuasi pendaki asal Sukabumi di Lombok Timur - Polres Lombok Timur

Peristiwa

Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB