Muslim Wali Kota New York City terpilih ajak boikot Starbucks, No Contract, No Coffee!

- Redaksi

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zohran Mamdani dengan latar belakang patung Liberty dan Kota New York - Ist

Zohran Mamdani dengan latar belakang patung Liberty dan Kota New York - Ist

sukabumiheadline.com – Wali Kota New York City terpilih, Zohran Mamdani, mengajak publik untuk tidak membeli produk Starbucks hingga perusahaan menyepakati kontrak dengan para pekerjanya. Gerakan ini mengusung slogan No Contract, No Coffee, yang kini meluas di media sosial dan komunitas pekerja.

Gerakan itu muncul dan menguat di tengah perselisihan antara Starbucks dan serikat pekerja yang telah lama menuntut kontrak kerja yang dianggap lebih adil, termasuk peningkatan upah, kondisi kerja yang lebih baik, serta kepastian perlindungan bagi barista yang aktif dalam gerakan serikat.

Berita Terkait: Kemenangan politikus Muslim, Zohran Mamdani dalam pemilihan Wali Kota New York City

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria Muslim itu menyebut langkah boikot sebagai bentuk solidaritas terhadap para pekerja yang sedang melakukan pemogokan. Baca selengkapnya: Minibiografi Zohran Mamdani: Muslim milenial pertama jadi Wali Kota New York vs Trump

Menurutnya, tekanan publik diperlukan agar perusahaan berskala global tersebut mempercepat proses negosiasi dan memberikan komitmen yang jelas terhadap kesejahteraan karyawan.

Diberitakan timesofindia.indiatimes.com, Sabtu (15/11/2025), Starbucks hingga kini belum memberikan komentar resminya terkait gerakan tersebut.

Namun, sebelumnya perusahaan menyatakan tetap terbuka pada proses dialog, meskipun beberapa kali dituduh memperlambat pembentukan kontrak serikat di berbagai gerai.

Gerakan No Contract, No Coffee dinilai dapat memberikan tekanan finansial dan reputasi bagi Starbucks jika terus meluas.

Pengamat pasar menilai, dampak jangka pendek pada penjualan ritel memang mungkin terbatas, namun risiko hubungan industrial yang berkepanjangan dapat memengaruhi operasional dan persepsi investor terhadap stabilitas perusahaan.

Hingga saat ini, perselisihan antara Starbucks dan serikat pekerja menjadi salah satu isu hubungan pekerja paling menonjol di sektor ritel Amerika Serikat.

Rama Duwaji dan Zohran Mamdani
Rama Duwaji dan Zohran Mamdani – Ist

Mamdani menyebut langkah boikot sebagai bentuk solidaritas terhadap para pekerja yang sedang melakukan pemogokan. Menurutnya, tekanan publik diperlukan agar perusahaan berskala global tersebut mempercepat proses negosiasi dan memberikan komitmen yang jelas terhadap kesejahteraan karyawan.

Starbucks hingga kini belum memberikan komentar langsung terkait seruan boikot terbaru ini. Namun, sebelumnya perusahaan menyatakan tetap terbuka pada proses dialog, meskipun beberapa kali dituduh memperlambat pembentukan kontrak serikat di berbagai gerai.

Gerakan No Contract, No Coffee dinilai dapat memberikan tekanan finansial dan reputasi bagi Starbucks jika terus meluas. Pengamat pasar menilai, dampak jangka pendek pada penjualan ritel memang mungkin terbatas, namun risiko hubungan industrial yang berkepanjangan dapat memengaruhi operasional dan persepsi investor terhadap stabilitas perusahaan.

Hingga saat ini, perselisihan antara Starbucks dan serikat pekerja menjadi salah satu isu hubungan pekerja paling menonjol di sektor ritel Amerika Serikat.

Berita Terkait

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Berita Terbaru

Ilustrasi Dolar AS dan Rupiah - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Sindir Rupiah loyo, DPR: Kalau Rp17.845 Indonesia Merdeka

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:00 WIB