Adu banyak penduduk miskin kota dan kabupaten di Jawa Barat, Sukabumi berapa?

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com/AI

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com/AI

sukabumiheadline.com – Publik nasional, khususnya warga Bogor kini tengah dihangatkan fakta sebagai kabupaten termiskin di Indonesia. Data diungkap Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait.

Lantas, benarkah Bogor jadi daerah termiskin?

Untuk informasi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Sedangkan, garis kemiskinan adalah nilai pengeluaran minimum yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait: Sukabumi termiskin di Jawa Barat menurut Produk Domestik Regional Bruto, ini pengertian dan cara hitung PDRB

Mengutip dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ciri-ciri penduduk miskin terdiri dari empat, yakni:

  1. Tidak memiliki tempat tinggal yang layak
  2. Kepala keluarga atau pengurus keluarga tidak bekerja atau tidak memiliki penghasilan tetap
  3. Pernah mengalami kekhawatiran tidak makan atau tidak makan sama sekali dalam setahun terakhir
  4. Tidak mampu memperoleh makanan yang cukup untuk mempertahankan kesehatan

Rekomendasi Redaksi: Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran

Ranking kota dan kabupaten di Jawa Barat dengan penduduk miskin terbanyak, 2024

Mengutip data BPS 2025, dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di Kabupaten/Kota, penduduk miskin di Jawa Barat berjumlah 3.920,23 ribu jiwa (2020), lalu naik pada 2021 menjadi 4.195,34 ribu jiwa.

Kemudian, pada 2022 turun menjadi 4.070,98 ribu jiwa, dan turun lagi menjadi 3.883,79 ribu jiwa pada (2023), dan turun lagi pada 2024 menjadi 3.848,67 ribu jiwa.

Baca Juga: 5 tahun terakhir penduduk miskin Kabupaten Sukabumi hanya turun 0.22%

Jumlah penduduk miskin Kota dan Kabupaten Sukabumi

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi adalah 175,10 ribu jiwa (2020), 194,35 ribu jiwa (2021), 186,28 ribu jiwa (2022), 178,71 ribu jiwa (2023), dan 175,93 ribu jiwa pada 2024.

Sedangkan, jumlah penduduk miskin di Kota Sukabumi sebanyak 25,42 ribu jiwa (2020), 27,19 ribu jiwa (2021), 26,59 ribu jiwa (2022), 23,10 ribu jiwa (2023), 24,10 ribu jiwa (2024).

Kota dan kabupaten lainnya dengan penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat

Untuk informasi, menurut data yang sama, Jawa Barat terdiri dari 18 kabupaten dan 9 kota. Berikut jumlah penduduk miskin menurut kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (21/11/2025).

  • Kabupaten Bogor
    465,67 ribu jiwa (2020)
    491,24 ribu jiwa (2021)
    474,74 ribu jiwa (2022)
    453,76 ribu jiwa (2023)
    446,79 ribu jiwa (2024)
  • Kota Bogor
    75,04 ribu jiwa (2020)
    80,09 ribu jiwa (2021)
    79,15 ribu jiwa (2022)
    74,95 ribu jiwa (2023)
    73,93 ribu jiwa (2024)
  • Kota Depok
    60,43 ribu jiwa (2020)
    63,86 ribu jiwa (2021)
    64,36 ribu jiwa (2022)
    61,95 ribu jiwa (2023)
    62,60 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Cianjur
    234,47 ribu jiwa (2020)
    260,02 ribu jiwa (2021)
    246,81 ribu jiwa (2022)
    240,06 ribu jiwa (2023)
    239,30 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Bandung Barat
    179,46 ribu jiwa (2020)
    190,77 ribu jiwa (2021)
    183,67 ribu jiwa (2022)
    179,43 ribu jiwa (2023)
    179,70 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Bandung
    263,60 ribu jiwa (2020)
    269,18 ribu jiwa (2021)
    258,61 ribu jiwa (2022)
    245,49 ribu jiwa (2023)
    239,87 ribu jiwa (2024)
  • Kota Bandung
    100,02 ribu jiwa (2020)
    112,50 ribu jiwa (2021)
    109,82 ribu jiwa (2022)
    102,80 ribu jiwa (2023)
    101,10 ribu jiwa (2024)
  • Kota Cimahi
    31,64 ribu jiwa (2020)
    32,48 ribu jiwa (2021)
    31,16 ribu jiwa (2022)
    28,56 ribu jiwa (2023)
    27,00 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Garut
    262,78 ribu jiwa (2020)
    281,36 ribu jiwa (2021)
    276,67 ribu jiwa (2022)
    260,48 ribu jiwa (2023)
    259,32 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Tasikmalaya
    181,52 ribu jiwa (2020)
    200,59 ribu jiwa (2021)
    194,10 ribu jiwa (2022)
    186,87 ribu jiwa (2023)
    186,75 ribu jiwa (2024)
  • Kota Tasikmalaya
    86,13 ribu jiwa (2020)
    89,46 ribu jiwa (2021)
    87,13 ribu jiwa (2022)
    79,37 ribu jiwa (2023)
    76,71 ribu jiwa (2024)
  • Kota Banjar
    11,16 ribu jiwa (2020)
    13,37 ribu jiwa (2021)
    12,73 ribu jiwa (2022)
    10,10 ribu jiwa (2023)
    11,16 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Ciamis
    91,39 ribu jiwa (2020)
    96,60 ribu jiwa (2021)
    93,96 ribu jiwa (2022)
    90,84 ribu jiwa (2023)
    90,79 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Pangandaran
    36,05 ribu jiwa (2020)
    39,07 ribu jiwa (2021)
    37,91 ribu jiwa (2022)
    36,70 ribu jiwa (2023)
    35,95 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Kuningan
    139,20 ribu jiwa (2020)
    143,35 ribu jiwa (2021)
    140,25 ribu jiwa (2022)
    133,88 ribu jiwa (2023)
    131,83 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Cirebon
    247,94 ribu jiwa (2020)
    271,02 ribu jiwa (2021)
    266,10 ribu jiwa (2022)
    249,18 ribu jiwa (2023)
    245,92 ribu jiwa (2024)
  • Kota Cirebon
    30,61 ribu jiwa (2020)
    31,98 ribu jiwa (2021)
    31,47 ribu jiwa (2022)
    28,10 ribu jiwa (2023)
    29,17 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Majalengka
    138,21 ribu jiwa (2020)
    151,14 ribu jiwa (2021)
    147,12 ribu jiwa (2022)
    138,74 ribu jiwa (2023)
    134,58 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Sumedang
    118,38 ribu jiwa (2020)
    126,28 ribu jiwa (2021)
    120,12 ribu jiwa (2022)
    111,39 ribu jiwa (2023)
    108,89 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Indramayu
    220,31 ribu jiwa (2020)
    228,59 ribu jiwa (2021)
    225,04 ribu jiwa (2022)
    214,74 ribu jiwa (2023)
    212,14 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Subang
    149,81 ribu jiwa (2020)
    158,97 ribu jiwa (2021)
    155,34 ribu jiwa (2022)
    152,33 ribu jiwa (2023)
    152,56 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Purwakarta
    80,17 ribu jiwa (2020)
    84,27 ribu jiwa (2021)
    83,44 ribu jiwa (2022)
    81,54 ribu jiwa (2023)
    81,44 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Karawang
    195,41 ribu jiwa (2020)
    210,78 ribu jiwa (2021)
    199,91 ribu jiwa (2022)
    187,23 ribu jiwa (2023)
    187,77 ribu jiwa (2024)
  • Kabupaten Bekasi
    186,30 ribu jiwa (2020)
    202,73 ribu jiwa (2021)
    201,14 ribu jiwa (2022)
    204,09 ribu jiwa (2023)
    204,54 ribu jiwa (2024)
  • Kota Bekasi
    134,01 ribu jiwa (2020)
    144,12 ribu jiwa (2021)
    137,39 ribu jiwa (2022)
    129,40 ribu jiwa (2023)
    128,84 ribu jiwa (2024)

Dengan demikian, total jumlah penduduk miskin di Jawa Barat, adalah 3.920,23 ribu jiwa (2020), 4.195,34 ribu jiwa (2021), 4.070,98 ribu jiwa (2022), 3.883,79 ribu jiwa (2023), dan 3.848,67 ribu jiwa (2024).

Penduduk miskin Kota Sukabumi naik

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, jumlah penduduk Kota Sukabumi, adalah 350,80 ribu (2021), 355,42 ribu (2022), 360,64 ribu (2023), 365,74 ribu (2024), dan diprediksi sebanyak 370,68 ribu pada 2025.

Membanding jumlah total penduduk dengan jumlah penduduk miskin di Kota Sukabumi pada 2024, adalah dari 365,74 ribu jiwa penduduk kota ini, 24.10 ribu jiwa di antaranya berstatus miskin, atau hampir 7% dari jumlah total penduduk.

Jumlah tersebut naik jika dibandingkan 2023 sebanyak 23,10 ribu jiwa. Namun, angkanya turun jika dibandingkan dengan 2020 yang sebanyak 25,42 ribu jiwa.

Baca Juga: Hanya 22% orang mampu di Kabupaten Sukabumi, sisanya hidup pas-pasan

Penyebab kemiskinan

Masih menurut BPS, penyebab kemiskinan ada 3, yakni:

  1. Kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar
  2. Sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan
  3. Ketidakberdayaan seseorang atau sekelompok masyarakat tertentu terhadap sistem atau tatanan sosial yang tidak adil

Jenis kemiskinan

Sedangkan, jenis kemiskinan, juga terdiri dari 3, sebagai berikut:

  1. Kemiskinan absolut: yaitu kondisi ketika pendapatan seseorang berada di bawah garis kemiskinan
  2. Kemiskinan relatif: yaitu kondisi masyarakat karena kebijakan pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat

Kemiskinan struktural: yaitu kemiskinan yang terjadi karena ketidakberdayaan terhadap sistem atau tatanan sosial yang tidak adil.


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Segini luas dan jumlah penduduk 21 kecamatan CDOB Kabupaten Sukabumi Utara
Hitung IKK dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir
Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah
Jumlah, karakteristik dan hal paling ditakutkan Gen Z Sukabumi 10 tahun ke depan
Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi
Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya
Profil Mohammad Ali, Menteri Kesehatan RI ke-5 asal Sukabumi dan daftar Menkes era 1945-2026
Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 03:22 WIB

Segini luas dan jumlah penduduk 21 kecamatan CDOB Kabupaten Sukabumi Utara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:55 WIB

Hitung IKK dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:47 WIB

Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:14 WIB

Jumlah, karakteristik dan hal paling ditakutkan Gen Z Sukabumi 10 tahun ke depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:02 WIB

Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi sampah menumpuk dipinggir jalan - sukabumiheadline.com

Lingkungan

Kabupaten Sukabumi hasilkan 35.718 ton sampah per hari

Jumat, 15 Mei 2026 - 01:48 WIB