22.1 C
Sukabumi
Minggu, Mei 19, 2024

Thrust Defender 125, Motor Matic Maxi Bikin Yamaha XMAX Ketar-ketir, Cek Harganya

sukabumiheadline.com l Thrust Defender 125, diprediksi bakal...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Musisi Sukabumi Bermusik dan Berbagi dalam Solidaritas Musik Parungkuda

KomunitasMusisi Sukabumi Bermusik dan Berbagi dalam Solidaritas Musik Parungkuda

SUKABUMIHEADLINES.com l PARUNGKUDA – Musik disukai banyak kalangan, tak hanya penikmat seni, tapi juga dari mulai rakyat biasa, pejabat, bahkan hingga raja dan pemuka agama. Tak heran jika bermusik, bagi sebagian orang tidak melulu soal hobi. Banyak dari para musisi menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Meskipun selalu ada bumbu persaingan, tapi dalam perjalanannya, banyak para pemusik memilih mengorganisasikan diri dalam sebuah komunitas atas dasar passion yang sama. Dalam komunitas, mereka bisa saling berbagi informasi atau job.

Hal sama dilakukan personel komunitas Solidaritas Musik Parungkuda atau SMP. Dibentuk awal Desember 2019, SMP dihuni banyak pemusik dari berbagai band di wilayah Parungkuda dan sekitarnya.

Semua personel komunitas SMP sepakat untuk terus bermusik, menciptakan karya dan selalu saling berbagi.

Kepada sukabumiheadlines.com, salah seorang pengurus SMP, Deden Kurniawan, mengatakan jika pada awal terbentuknya personel SMP terdiri dari beberapa perwakilan grup band.

Komunitas SMP. l Dok. Pribadi

“Pada awal mereka terdiri dari perwakilan band-band, seperti Ucup, Irwan, Mulya, tauvik, Aris, Idam, Dika, Sahal, Dandun, Levi dan Andri,” jelas Deden, Ahad (16/1/2022) dinihari.

Adapun dinamakan SMP agar komunitas ini bisa menjadi wadah kesolidan dan saling membantu, serta saling menguatkan antar pelaku seni musik khususnya di Parungkuda dan Sukabumi.

“Namanya disingkat SMP agar mudah diingat saja. Waktu pertama dibentuk, kepengurusannya terdiri dari 15 orang. Sedangkan saat ini sudah bertambah menjadi 60 orang,” lanjut dia.

Berdasarkan hasil mufakat, lanjut Deden, Ucup disepakati sebagai Ketua SMP, sedangkan personel lainnya ada di jajaran struktural pengurus.

Selain rutin silaturahim, personel SMP juga sering mengadakan berbagai kegiatan bermusik, seperti manggung bareng dalam event yang sama atau untuk kegiatan sosial.

“Kami aktif bersilaturahim di group WhatsApp. Saat ini, anggota yang aktif sekira 80 persen lah. Kegiatan kami tentu saja berbasis musik, seperti mengadakan parade, festival dan acara ngamen. Bahkan, kami sering membuat acara akustikan sambil berdonasi untuk warga yang membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Untuk menjalin kebersamaan, personel SMP juga rutin berkumpul dengan cara berkeliling ke kediaman masing-masing anggota, atau ngopi bareng di Kedai Kopi Palagan.

Untuk bergabung dengan Komunitas SMP, kata Deden, syaratnya cukup memiliki hobi yang sama. “Cukup memiliki hobi yang sama di bidang musik. Tidak ada syarat lain,” kata pria 38 tahun itu.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer