Nasib Presiden Joe Biden, Dimusuhi Muslim AS dan Resmi Dimakzulkan

- Redaksi

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Joe Biden. I Istimewa

Presiden Amerika Serikat Joe Biden. I Istimewa

sukabumiheadline.com l Para pemimpin Muslim di beberapa negara bagian penting di Amerika Serikat (AS) menentang upaya Presiden Joe Biden terpilih kembali dalam Pilpres mendatang karena dukungannya yang teguh terhadap perang Israel di Gaza.

Alhasil, kampanye #AbandonBiden dimulai ketika warga Muslim Amerika di Minnesota menuntut Biden menyerukan gencatan senjata pada tanggal 31 Oktober, dan telah menyebar ke Michigan, Arizona, Wisconsin, Pennsylvania, dan Florida.

Penentangan dari populasi Muslim dan Arab Amerika yang cukup besar dapat menimbulkan tantangan terhadap prospek Electoral College presiden pada pemilu mendatang. Presiden dan Wakil Presiden AS dipilih oleh sekelompok “elektor” yang sebagian besar dipilih oleh partai politik di negara bagian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun para pejabat AS dan Israel telah menolak tekanan untuk menghentikan pertempuran secara permanen, dan Wakil Presiden AS Kamala Harris juga menegaskan pernyataan Biden bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri.

Biden Resmi Dimakzulkan

Sementara, penyelidikan untuk pemakzulan Biden disetujui DPR AS pada 13 Desember. Berbeda dengan Senat yang dikuasai Partai Demokrat, DPR AS dikuasai akuisisi Partai Republik. Resolusi itu lolos dengan suara 221 berbanding 212.

Pemungutan suara tersebut dilakukan atas dugaan “presiden mendapat keuntungan finansial dari urusan bisnis keluarga”. Hal ini terkait bisnis sang anak Hunter Biden.

bnePeople USA hunter Biden and Joe Biden
Joe Biden dan Hunter Biden. l Istimewa

Hunter kini menghadapi dua dakwaan federal atas tuduhan senjata dan pajak. Saat berbicara kepada wartawan pada hari Rabu, Hunter menyatakan penyesalan atas tindakannya di masa lalu sambil mengecam “kebohongan” Partai Republik tentang keluarganya.

Hasil pemungutan suara juga dilakukan beberapa jam setelah Hunter menolak panggilan pengadilan untuk memberi keterangan dalam deposisi tertutup dengan anggota DPR. Alih-alih memilih untuk menuruti DPR AS, Hunter menegaskan hanya bersedia bersaksi di depan umum, yang mentah-mentah ditolak Partai Republik.

Menurut Ketua Komite Pengawasan dan Komite Peradilan DPR dari Partai Republik, James Comer dari Kentucky dan Jim Jordan dari Ohio, pihaknya menghadapi hambatan dari Gedung Putih dan para saksi.

“Kami anggap (absennya) Hunter Biden sebagai penghinaan terhadap Kongres jika resolusi tersebut disahkan,” paparnya dikutip The Guardian.

Biden bukan satu-satunya presiden AS yang pernah dimakzulkan. Sebelumnya ada mantan presiden AS yang dimakzulakan, yakni Donald Trump (2019), Bill Clinton (1998), Richard Nixon (1972), dan Andrew Johnson (1868).

Berita Terkait

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53
Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Mengenal Partai Arab Israel dan oposisi raih 67 kursi, kubu Netanyahu 53

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Berita Terbaru