sukabumiheadline.com – Seorang Nelayan asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bernama Ujang Agus berusia 42 tahun, dikabarkan hilang secara misterius di pesisir selatan Kabupaten Cianjur.
Kabar hilangnya korban, diketahui setelah warga dihebohkan dengan penemuan sebuah perahu nelayan “Doa Ibu 82” terdampar tanpa awak. Insiden ini terjadi di kawasan Pantai Suliwa, Kampung Simpang 2, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, pada Selasa (3/3/2026) pagi.
Korban diduga kuat mengalami kecelakaan laut akibat hantaman ombak besar. Penemuan perahu tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat di sekitar Muara Sungai Ciujung, sekira pukul 05.30 WIB saat hendak ke pantai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga kemudian melakukan pengecekan, namun tidak menemukan keberadaan nahkoda maupun Anak Buah Kapal (ABK) di lokasi penemuan.
Polisi pun segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari saksi mata bernama Abah Unang (67) dan Hakim (45).
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, membenarkan bahwa perahu milik nelayan tersebut berada di bibir pantai dalam keadaan kosong saat warga menemukannya. Polisi menduga kuat bahwa korban terhempas dari kapal sebelum akhirnya perahu tersebut tersapu ombak menuju daratan.
“Kami sudah memonitor kejadian ini. Anggota langsung menuju lokasi penemuan begitu mendapati laporan ada perahu nelayan terdampar tanpa ABK di dalamnya. Tim gabungan berupaya keras menyisir area pantai untuk mencari keberadaan korban,” ujar AKBP A Alexander Yurikho Hadi dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3/2026).
Tragedi hilangnya nelayan asal Sukabumi ini menjadi peringatan keras bagi para pencari ikan di wilayah Cidaun dan sekitarnya. Cuaca di pantai selatan Jawa terkenal sulit diprediksi dengan kemunculan ombak besar yang tiba-tiba.
Kasat Polairud Polres Cianjur, AKP Asep Machfud mengimbau agar para nelayan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti life jacket saat melaut dan tetap memantau prakiraan cuac.
Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dengan harapan besar korban dapat segera ditemukan. Kerjasama antara Polri, TNI AL, dan masyarakat menjadi garda terdepan dalam menangani musibah kecelakaan laut di wilayah hukum Polres Cianjur.
“Petugas berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal hingga batas waktu operasional SAR berakhir. Petugas mengharapkan warga dan nelayan setempat tetap tenang namun proaktif dalam membantu proses pencarian,” katanya.
Warga Palabuhanratu
Dari hasil identifikasi petugas, nelayan yang hilang bernama Ujang Agus tercatat sebagai warga Kampung Pelita Pesawahan, Kelurahan/Kecamatan Pelabuhanratu.
Sebelum kejadian, rekan-rekan sesama nelayan sempat melihat korban berlayar menuju tengah laut untuk mencari ikan. Namun, cuaca di perairan selatan kemungkinan menjadi faktor penyebab kecelakaan laut tersebut.









