TNI AL resmi punya KRI Prabu Siliwangi-321, simak keunggulannya

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Prabu Siliwangi-321 - TNI AL

KRI Prabu Siliwangi-321 - TNI AL

sukabumiheadline.com – Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut (AL), KRI Prabu Siliwangi-321, telah tiba di perairan Indonesia setelah menyelesaikan pelayaran panjang lintas samudra. Kapal tersebut kini dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Maret 2026 di Jakarta.

“Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026 sebelum akhirnya memperkuat Komando Armada Republik Indonesia,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).

Tunggul mengatakan, KRI Prabu Siliwangi-321 telah memasuki wilayah perairan Selat Sunda sebagai bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat memasuki perairan Indonesia, kapal tersebut disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I melalui manuver laut passing exercise (Passex).

“Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut,” ujar dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di laut, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung untuk melakukan pengisian bekal ulang sebelum melanjutkan agenda berikutnya.

“Kedatangan kapal ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional serta menandai keberhasilan pelayaran lintas samudra yang telah dilaksanakan dengan melewati Samudera Atlantik dan Samudera Hindia,” ungkap Tunggul.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan, KRI Prabu Siliwangi akan segera memperkuat jajaran armada TNI AL pada awal 2026.

Ali menuturkan, pengiriman kru kapal ke Italia dijadwalkan pada Oktober 2025. Setelah itu, proses pengiriman kapal akan berlangsung pada 17 Desember 2025.

“Untuk KRI Prabu Siliwangi itu Oktober sudah mulai pengiriman kru ke Italia. Kemudian 17 Desember, delivery, kemungkinan awal tahun Januari 2026 sudah bisa memperkuat jajaran armada,” kata Ali, Senin (8/9/2025) lalu.

Spesifikasi KRI Prabu Siliwangi

KRI Prabu Siliwangi menjadi kapal fregat kedua yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, setelah KRI Brawijaya-320. Kehadirannya disebut sebagai bagian dari program modernisasi alutsista TNI AL dan implementasi kebijakan Perisai Trisula Nusantara untuk memperkuat postur pertahanan maritim Indonesia.

KRI Prabu Siliwangi-321 adalah fregat kelas Thaon di Revel (Multi-Purpose Combat Ship/MPCS) yang canggih, dibuat oleh Fincantieri Italia untuk TNI AL.

Kapal berdimensi panjang dan lebar ini mampu mencapai kecepatan maksimum 32 knot, dipersenjatai meriam 127 mm & 76 mm, serta rudal Teseo Mk-2E, menjadikannya unsur tempur 4 dimensi (atas air, bawah air, udara, elektronik) yang tangguh.

Spesifikasi teknis KRI Prabu Siliwangi-321

  • Jenis: Fregat Multi-Purpose Combat Ship (MPCS) / Kapal Patroli Lepas Pantai (PPA).
  • Kelas: Thaon di Revel (varian Light+ atau Full), sister ship dari KRI Brawijaya-320.
  • Produsen: Fincantieri (Italia).
    Dimensi: Panjang (LOA), lebar, draft.
  • Berat/Muatan: Kapasitas muatan mencapai.
  • Kecepatan: Maksimum 32 knot (kombinasi diesel, listrik, turbin gas).
  • Awak: Mampu menampung sekitar 171 awak.

Persenjataan:

  • Rudal Darat-ke-Udara (SAM): 16 sistem peluncur vertikal (VL Sistem)
  • Rudal Anti-Kapal (SSM): 8 rudal Teseo Mk-2E
  • Meriam Utama: 1x 127 mm (dilengkapi kemampuan structural firing)
  • Meriam Sekunder: 1x 76 mm
  • Anti-Kapal Selam: Torpedo.

Fitur Lainnya:

  • Sistem Tempur: Combat Management System (CMS) terintegrasi dengan sensor, radar, dan komunikasi modern.
  • Kapasitas: Memiliki kemampuan operasional 4 dimensi (anti-udara, anti-permukaan, anti-kapal selam, dan peperangan elektronika).

Berita Terkait

7 produk yang percuma diciptakan
Bunda, ini spesifikasi 5 kompor listrik terbaik mulai Rp170 ribu, efisiensi energi tinggalkan elpiji
Spesifikasi MQ-4C Triton: Drone AS seharga Rp3.500 miliar lenyap di Selat Hormuz
Kursi lontar pilot pesawat tempur: Mengenal sejarah, penemu dan prinsip kerja
Nikmati fitur penterjemah WhatsApp otomatis ke 20 bahasa
Drone murah Shahed-136 Iran sukses bikin AS-Israel repot dan pusing
Anak di bawah 16 tahun dilarang ber-medsos, bocah Sukabumi: Pemerintah gak jelas!
Manjakan industri furnitur, Labamu tawarkan sistem MRP

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:13 WIB

7 produk yang percuma diciptakan

Selasa, 21 April 2026 - 19:49 WIB

Bunda, ini spesifikasi 5 kompor listrik terbaik mulai Rp170 ribu, efisiensi energi tinggalkan elpiji

Jumat, 17 April 2026 - 08:00 WIB

Spesifikasi MQ-4C Triton: Drone AS seharga Rp3.500 miliar lenyap di Selat Hormuz

Sabtu, 11 April 2026 - 16:25 WIB

Kursi lontar pilot pesawat tempur: Mengenal sejarah, penemu dan prinsip kerja

Selasa, 7 April 2026 - 02:19 WIB

Nikmati fitur penterjemah WhatsApp otomatis ke 20 bahasa

Berita Terbaru

Ilustrasi populasi manusia - sukabumiheadline.com

Internasional

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB