Omzet Usaha Pria Lulusan SD di Cikembar Sukabumi Rp48 Juta dan Punya 10 Karyawan

- Redaksi

Rabu, 21 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha konveksi milik Deden Kusnadi di Cikembar Sukabumi. l Dok. Pribadi

Usaha konveksi milik Deden Kusnadi di Cikembar Sukabumi. l Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINE.com l CIKEMBAR – Pandemi Covid-19 benar-benar telah memukul hampir semua sektor usaha di dunia, tidak terkecuali di Indonesia dan khususnya di Sukabumi.

Hal itu juga diakui Deden Kusnadi yang memiliki usaha konveksi skala rumahan sejak 12 tahun silam, atau tepatnya pria yang akrab dipanggil Abah Eden itu memulai usahanya semenjak tahun 2000.

Deden mengaku sejak awal ia membuka usaha konveksi rumahan melayani jasa potongan bahan yang sudah dipola hingga pasang kancing di Kampung Cibatu RT 01/03, Desa/Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami di sini melayani jasa potong bahan sesuai permintaan konsumen. Kita juga menerima jasa ngelobang atau pasang kancing,” jelas Deden kepada sukabumiheadline.com, Selasa (21/12/2022).

Diakui Deden Kusnadi, berawal sejak ia lulus sekolah dasar, kemudian merantau ke Jakarta hingga awal tahun 2000an.

“Jadi setelah lulus SD saya memilih langsung merantau ke Jakarta, kerja di konveksi bagian finishing,” ungkapnya.

Berbekal pengalamannya bekerja di konveksi, Deden kemudian membuka usaha sendiri di rumah yang mengkhususkan diri pada jasa ngelobang dan pasang kancing dengan mesin dan lainnya.

“Untuk jasa menjahit baju yang sudah dipola, minimal 300 pcs. Kami juga melayani jasa memasang Payet dengan mesin press,” jelasnya lagi.

Modal Awal dan Omzet Usaha

Deden membuka usahanya berbekal modal pinjaman dari bank sebesar Rp3 juta yang ia gunakan untuk membeli satu uni mesin jahit baru dan sejumlah peralatan pendukung usahanya.

“Kalau untuk modal awal, dulu pernah pinjem uang ke bank tiga juta Rupiah buat beli satu mesin jahit yang baru. Selang beberapa tahun saya jual mesin jahit tersebut, lalu saya membeli lagi tiga mesin jahit yang bekas,” ungkap Abah Eden.

Seiring waktu berjalan, Abah Eden kemudian merekrut beberapa tenaga terampil untuk membantu usahanya.

“Alhamdulilah sekarang sudah ada lebih dari 20 mesin jahit. Sekarang saya sudah mempekerjakan sepuluh orang karyawan,” papar dia.

Diakuinya, pada masa sebelum pandemi, omzet usahanya mencapai hingga hampir Rp50 juta per bulan.

“Kalau omzet usaha sekarang per minggunya kurang lebih enam sampai tujuh juta Rupiah per pekan,” kata Deden.

“Turun drastis. Sebelum pandemi bisa mencapai 10 hingga 12 juta per pekan,” pungkasnya.

Meskipun badai pandemi terbilang sudah berlalu, namun diakuinya kondisi belumlah benar-benar pulih seperti pada masa sebelum pandemi. Karenanya, ia harus terus berupaya agar usahanya tersebut tetap berjalan.

“Untuk order pekerjaan, sekarang kan banyak teman seprofesi. Jadi kita biasa saling berbagi informasi dan orderan dengan teman-teman,” ungkapnya.

Sementara, soal target usahanya ke depan, Deden mengaku ingin memilik brand produk busana sendiri, serta membuka cabang usaha di Jakarta.

“Cita-cita atau target kita sih ingin bikin brand sendiri dan buka outlet di Jakarta,” pungkas Deden.

Berita Terkait

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Memahami generasi “anak dengan ekor busuk” di China
UU Ketenagakerjaan baru: Kini pekerja kontrak dan outsourcing dapat pesangon

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:58 WIB

Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Berita Terbaru