Busana Muslim Produksi Gadis Ciambar Sukabumi Ini Bikin Kamu Stylist

- Redaksi

Sabtu, 10 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Neng Eva sebagai model produk pakaian muslim buatannya | Foto: Istimewa

Neng Eva sebagai model produk pakaian muslim buatannya | Foto: Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CIAMBAR – Neng Eva (24) sudah tiga tahun memproduksi pakaian muslim rumahan di Kampung Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Bisana muslim yang ia produksi didesain dan dijahit oleh dirinya sendiri. Eva mengatakan, sebelumnya memang memiliki ketertarikan di bidang fashion, namun tak ada niat untuk berjualan. Akan tetapi, niatnya justru muncul setelah salah satu temannya tertarik dengan pakaian muslim yang pertama dibuatnya.

“Saya mengamati style, saya suka fashion, hobi belanja. Tahun 2018 pernah bikin baju, desain sendiri, ngejahit sendiri. Terus temen ada yang liat dan nanya baju itu beli dimana, saya bilang engga beli. Jadi saya jual deh. Mulai dari situ saya mencoba mengeluarkan hobi saya, saya jadi tertarik buat dagang, padahal awalnya gak kepikiran buat jualan.” ungkapnya kepada sukabumiheadline.com, Sabtu, 10 Juli 2021.

NENG EVA
Neng Eva sebagai model produk pakaian muslim buatannya | Foto: Istimewa

Usahanya ini, lanjut Eva, ia mulai dengan uang modal sendiri. Tak hanya memproduksi pakaian muslim untuk wanita, Eva juga membuat pakaian muslim untuk pria. Model pakaian yang ia buat yakni dress, blazer, dan tunik. Dengan harga yang dibanderol mulai dari Rp150 ribu.

Baca Juga :  Ngeri, Satu Keluarga dalam Mobil Nyemplung ke Sungai di Sukabumi

Model dan kualitas pakaian yang ia produksi cukup menarik, pasalnya ia betul-betul memperhatikan trend yang ada di pasar.

Saat ini pakaian yang ia jual tersedia di marketplace online dan Instagram dengan nama ellthend.id.

“Untuk penjualan masih dilakukan secara online di instagram dan aplikasi jualan online. Memang semuanya dimulai dari kecil, dimulai dari mencoba, walaupun awalnya cuma iseng tapi setelah jalan malah jadi lebih semangat,” jelasnya.

Berita Terkait

Memahami tren grey divorce, pemicu dan dampak perceraian abu-abu
5+3 olahan telur yang menyehatkan dan gak membosankan
Peran ayah meningkat hingga hybrid parenting jadi tren 2026 di kalangan orang tua
Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu
Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
5 tren warna lipstik 2026: Antara volume, ekspresif dan hasil akhir
Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:15 WIB

Memahami tren grey divorce, pemicu dan dampak perceraian abu-abu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:05 WIB

5+3 olahan telur yang menyehatkan dan gak membosankan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:44 WIB

Peran ayah meningkat hingga hybrid parenting jadi tren 2026 di kalangan orang tua

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:51 WIB

Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:23 WIB

Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris

Berita Terbaru

Ilustrasi Gedung Juang 45 Kota Sukabumi - sukabumiheadline.com

Khazanah

Ini lho daftar bangunan tertua dan bersejarah di Sukabumi

Minggu, 18 Jan 2026 - 03:52 WIB

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di jalan berliku - sukabumiheadline.com

Headline

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:06 WIB