Upah buruh Iran naik 60 persen jadi 166 juta Rial Iran meskipun sedang perang

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi buruh perempuan di Iran - sukabumiheadline.com

Ilustrasi buruh perempuan di Iran - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Meskipun di negaranya sedang berkecamuk perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, namun para buruh di Iran saat ini tengah berbahagia. Pasalnya, pemerintah Negeri Mullah itu mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar lebih dari 60 persen.

Seperti diketahui, AS bersama Israel mulai melancarkan serangan militer skala besar terhadap Iran pada akhir Februari, dengan tujuan Trump telah bergeser, meskipun dia berulang kali menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil peluang untuk bangkit dan mengambil kendali atas negara mereka.

Seperti halnya di Indonesia, pemerintah Iran juga rutin menyesuaikan upah minimumnya setiap tahun untuk memperhitungkan inflasi, yang meroket akibat sanksi internasional sejak beberapa bulan menjelang perang melawan AS dan Israel, yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diberitakan AFP, Senin (16/3/2026), kenaikan upah minimum tersebut diumumkan Menteri Tenaga Kerja Iran, Ahmad Meydari, pada Ahad (15/3/2026) lalu.

Dalam pengumumannya, ia mengatakan bahwa “dengan persetujuan pemerintah”, upah minimum bulanan akan naik dari 103 juta Rial Iran menjadi 166 juta Rial Iran pada tahun kalender Persia yang akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.

Selain itu, pemerintah juga mengumumkan kenaikan tunjangan anak.

Untuk informasi, karena inflasi tinggi, 103 juta Rial Iran setara dengan Rp1,3 juta. Dengan demikian, kenaikan upah minimum menjadi 166 juta Rial Iran setara dengan Rp2,1 juta.

Diberitakan Bonbast, mata uang Iran diperdagangkan sekitar 1,47 juta Rial Iran terhadap dolar Amerika.

Berita Terkait

Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!
Merinci volume produksi hasil perkebunan di Sukabumi, kelapa juara
Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan
Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi
Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi
Kini punya gaji di bawah Rp8,5 juta masuk masyarakat berpenghasilan rendah
Harus ganti tabung, CNG 3 kg pengganti LPG 3 kg mulai diproduksi bulan depan
Sorgum: Tanaman kaya gizi pengganti beras, dikembangkan di Sukabumi untuk co-firing

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 00:22 WIB

Merinci volume produksi hasil perkebunan di Sukabumi, kelapa juara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:56 WIB

Minyak atsiri Sukabumi menarik perhatian peneliti dari Malaysia, potensi jadi produk ekspor unggulan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:03 WIB

Mengenal sentra dan proses produksi minyak atsiri dari sereh wangi di Sukabumi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:20 WIB

Simak rinciannya, Purbaya: Anggaran MBG bakal dipangkas lagi

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:56 WIB

Kini punya gaji di bawah Rp8,5 juta masuk masyarakat berpenghasilan rendah

Berita Terbaru

Headline

5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Selasa, 30 Jun 2026 - 10:30 WIB