Pasang badan untuk pemimpin tertinggi Iran, Korut: Israel rusak perdamaian

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Korea Utara, Kim Jong Un - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Presiden Korea Utara, Kim Jong Un - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sikap Korea Utara (Korut) menyatakan menghormati terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang menggantikan sang ayah Ayatollah Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) – Israel pada 28 Februari lalu.

Diberitakan Kantor Berita Pusat Korea, KCNA, Korut juga menyebut AS dan Israel perusak perdamaian regional.

“Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pyongyang yang tidak disebutkan namanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Amerika Serikat dan Israel menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional dan meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia,” tegas dia.

Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Sang juru bicara tersebut menyebut AS dan Israel melanggar “sistem politik dan integritas teritorial” Iran. Bahkan berupaya “menggulingkan sistem sosialnya. Tindakan tersebut pantas mendapat kritik dan penolakan dari seluruh dunia karena tidak pernah dapat ditoleransi,” tambahnya.

AS selama beberapa dekade telah memimpin upaya untuk membongkar program nuklir Korut. Tetapi pertemuan puncak, sanksi, dan tekanan diplomatik hanya memberikan sedikit dampak.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan tingkat tinggi dengan Pyongyang, dengan harapan dapat mengadakan pertemuan puncak antara Trump dan Kim Jong. Setelah sebagian besar mengabaikan tawaran tersebut selama berbulan-bulan, Kim Jong Un baru-baru ini mengatakan bahwa kedua negara dapat “bergaul” jika Washington menerima status nuklir Pyongyang.

Sementara itu, media pemerintah Pyongyang juga mengatakan pada hari Rabu bahwa pemimpin Korut mengawasi uji tembak rudal jelajah strategis lainnya dari kapal perusak angkatan laut Choe Hyon. Negeri itu telah melakukan uji coba rudal serupa dari kapal tersebut minggu lalu, mengklaim bahwa negara itu sedang dalam proses “mempersenjatai Angkatan Laut dengan senjata nuklir”.

“Menekankan pentingnya memperluas pencegahan perang nuklir yang kuat dan andal,” kata KCNA menyebut arahan Kim Jong Un.

Berita Terkait

Innalillahi, dua prajurit TNI menyusul gugur diserang Israel
Anggota TNI gugur diserang pasukan Israel di Lebanon
No Kings! 8 juta warga AS demo kebijakan Donald Trump
Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS
Dihujat, Benjamin Netanyahu: Yesus Kristus tak lebih unggul atas Genghis Khan
Iran tembak Jet F-35 Lightning II, pesawat tempur siluman AS jatuh
AS melunak untuk redam harga minyak, sanksi terhadap Iran dilonggarkan
Momen Donald Trump marah sekutu Eropa ogah bantu AS amankan Selat Hormuz

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:04 WIB

Innalillahi, dua prajurit TNI menyusul gugur diserang Israel

Senin, 30 Maret 2026 - 15:14 WIB

Anggota TNI gugur diserang pasukan Israel di Lebanon

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:18 WIB

No Kings! 8 juta warga AS demo kebijakan Donald Trump

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:12 WIB

Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS

Sabtu, 21 Maret 2026 - 15:51 WIB

Dihujat, Benjamin Netanyahu: Yesus Kristus tak lebih unggul atas Genghis Khan

Berita Terbaru

Ilustrasi seorang pria menggigil kedinginan - sukabumiheadline.com

Sains

Dalam 26 tahun Sukabumi lebih panas 7 derajat Celcius

Jumat, 3 Apr 2026 - 16:55 WIB