Pengakuan Alya Ariani, Wanita Sukabumi dalam Aksi Debus, Ternyata…

- Redaksi

Selasa, 16 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi

Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi

sukabumiheadline.com l LEMBURSITU – Debus merupakan kesenian bela diri masyarakat Sunda Banten di Provinsi Banten. Kesenian ini mempertunjukan kemampuan manusia yang kebal terhadap senjata tajam, air keras, binatang berbisa dan lain-lain.

Karenanya, tak heran jika para pelaku aksi pertunjukan debus lebih banyak dilakukan kalangan laki-laki. Namun kekinian, kian banyak kaum wanita juga terlibat dalam pertunjukan seni yang dikenal ekstrem ini.

Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi
Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi

Salah satu padepokan debus yang melibatkan Kaum Hawa dalam setiap aksinya, adalah Padepokan Dadali Pati yang bermarkas di Jl. Bojongloa, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu RT 001/009, Kota Sukabumi. Baca lengkap: Padepokan Dadali Pati Sukabumi, Lestarikan Budaya Melalui Debus

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alya Ariani, seorang wanita Sukabumi mengaku mulai aktif bersama Padepokan Dadali Pati sejak September 2022 lalu.

Kepada sukabumiheadline.com, ia meyakinkan bahwa tidak seharusnya debus hanya dilakukan kaum lelaki karena seperti halnya seni bela diri lainnya, maka debus juga bisa dilakukan oleh perempuan.

Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi
Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi

“Saya aktif mulai September tahun lalu. Sebelumnya saya aktif sebagai relawan pemadam kebakaran di Cibadak,” ungkap gadis berusia 19 tahun itu, Selasa (16/5/2023).

“Saya memang suka hal-hal yang berbeda sekaligus ingin menjadikan contoh bahwa tidak seharusnya yang mengikuti debus itu hanya laki laki. Jadi tidak boleh ada batasan bagi siapa saja yang punya minat untuk ikut serta melestarikan budaya, khususnya perempuan,” yakin Alya.

Awalnya Merasa Takut

Lebih jauh, Alya mengaku jika pada awalnya ia sempat merasa was-was. “Awalnya tegang dan merasa takut,” kata dia.

“Tapi kemudian merasa senang dan bangga karena bisa ikut serta melestarikan seni budaya tradisional Sunda,” aku Alya.

Namun, seiring waktu berjalan, Alya mulai bisa lebih rileks. Terlebih, kata dia, setiap sebelum pertunjukan dimulai ada ritual doa yang dilakukan bersama semua anggota padepokan.

“Dalam setiap penampilan ada yang namanya rajah atau doa di setiap pembukaan acara debus. Kalau gagal sih enggak, tapi kalaupun terluka, itu disengaja karena memang ada dua jenis debus, yaitu basah dan kering,” papar Alya.

Dua Jenis Aksi Debus

Lebih lanjut, Alya menjelaskan bahwa ada dua jenis pertunjukan seni debus, yakni debus basah dan debus kering.

“Yang dimaksud debus basah itu dengan sengaja melukai atau menyayat tubuh sendiri dengan senjata tajam hingga keluar darah. Begitu sebaliknya dengan debus kering,” ungkapnya.

Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi
Alya Ariani, wanita Sukabumi melakukan pertunjukan seni debus. l Dok. Pribadi

Adapun, jenis senjata tajam yang lazim digunakan dalam setiap pertunjukan seni debus, adalah golok, celurit, gergaji hingga binatang ular berbisa.

“Kalau untuk ular itu macam-macam. Dari mulai yang tidak berbisa, berbisa ringan hingga tinggi,” ungkapnya lagi.

“Dan dalam setiap atraksi ular, semua ular yang digunakan fresh atau diambil langsung dari alam. Jadi benar-benar galak dan agresif,” tambahnya.

Mengakhiri perbincangan, Alya menyebut jika dirinya sebelum bergabung dengan Padepokan Dadali Pati terlebih dahulu meminta izin kepada kedua orang tuanya.

“Pasti harus ada izin dulu dari orang tua,” pungkasnya.

Berita Terkait

Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an
Profil lengkap Farid Hardja dan kisah hidup sang musisi legendaris asal Sukabumi
Mengenal 5 karakter alpha woman, bukan berarti tidak memiliki sisi feminin
Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi
Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur
Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya
Kenapa Lamine Yamal dan Keyne secara fisik berbeda?
Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:32 WIB

Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an

Selasa, 28 Juli 2026 - 03:34 WIB

Mengenal 5 karakter alpha woman, bukan berarti tidak memiliki sisi feminin

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:20 WIB

Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:13 WIB

Lupakan KA Jaka Lalana Jakarta-Sukabumi, Nusantara Explorer Sleeper Train meluncur

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:08 WIB

Prabowo bentuk lembaga baru lagi, Universitas Republik Indonesia, ini tugasnya

Berita Terbaru

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Internasional

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 02:47 WIB

Gaya busana era 80an hingga 90an - Ist

Trend

Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:32 WIB