Profil dan Biodata Aom Kusman, Mengenang Artis dan Seniman Lawas asal Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 28 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aom Kusman. l Istimewa

Aom Kusman. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Aom Kusman Kartanagara nama lengkapnya, atau populer dipanggil Aom Kusman saja. Ia merupakan salah satu seniman legendaris asal Sukabumi, Jawa Barat.

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang pelawak dan pembawa acara senior Indonesia. Ia pernah bergabung dalam grup lawak tahun 1970-an dan 1980-an, De’Kabayan, bersama Kang Ibing, Ujang, Sofyan Hargono dan Suryana Fatah (atau lebih dikenal dengan nama Babah Holiang).

Aom Kusman. l Istimewa
Aom Kusman. l Istimewa

Profil Aom Kusman

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Semasa hidupnya, suami dari Poppy Sewu, dan ayah dari Siti Salvia Mudiawati, Buggi Bagus Priadi ini termasuk seniman Sunda yang sering muncul di televisi nasional.

Aom Kusman yang merupakan turunan menak Sunda, R.M.N. Kartanagara dan Gurnita Yuyu Kartadikusumah, itu mengawali debutnya sebagai presenter acara kuis Siapa Dia? yang ditayangkan di TVRI Jakarta antara tahun 1992-1998.

Hingga akhir hayatnya, Aom Kusman pun sudah sering bermain film layar lebar dan serial televisi. Dan semua peran yang dapatkan adalah sebagai orang Sunda.

Baca Juga :  Kesan Wanita Sukabumi diskusi kebudayaan dengan istri Presiden Perancis, Brigitte Macron

Aom Kusman meninggal pada 23 Desember 2011 akibat komplikasi diabetes yang dialaminya. Almarhum menghembuskan napas terakhir pada pukul 04:30 WIB selepas azan subuh setelah sempat dirawat di RS Muhamadiyah Bandung dan RS Immanuel Bandung.

Jenazahnya dikebumikan di pemakaman keluarga besarnya di Cimaragas, Kabupaten Garut.

Keturunan Menak Sunda

Aom Kusman Kartanagara, SH., seorang Pembawa Acara, Pelawak sekaligus Pemain Film, yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa Barat khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Kang Aom atau Kang Kusman, memiliki seorang ayah menak Sunda, RMN Kartanagara yang saat itu menjabat Patih Sukabumi. Sedangkan ibunya, Gurnita Yuyu, berasal dari Sumedang.

Menghabiskan masa kecil di Sukabumi, Aom Kusman kecil melewati pendidikannya di SD Mardi Yuwana Sukabumi.

Selanjutnya, ia lulus SMP Daya Susila Garut, dan SMAK Garut hingga lulus pada 1965. Selepas itu, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Unpad, Jurusan Hukum Internasional.

Baca Juga :  Jebolan Indonesian Idol asal Sukabumi Ini Dituding Netizen Penyuka Sesama Jenis

Aom memiliki alasan terobsesi untuk keliling mancanegara sebagai Duta Besar, sebagai pendorong dirinya kuliah pada program studi tersebut.

Aktivis Daya Mahasiswa Sunda ini berharap bahwa urang Sunda janganlah terpukau oleh masa lalu, tanamkan selalu rasa kebanggaan di dalam jiwa kita sebagai urang Sunda dan senantiasa menghasilkan karya-karya nyata untuk masyarakat.

“Sebab pengaruh globalisasi sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan,” jelasnya.

Filmografi Aom Kusman

Pada 1983, ia memerankan film Apanya Dong Tukang Becak, lalu pada 1989 Si Kabayan dan Gadis Kota, dan 1990 dalam film Jual Tampang dan Di Sana Senang Di Sini Senang.

Selanjutnya pada 1991, ia bermain dalam film Bukan Main, Ojek, dan Catatan Si Emon Om Eddy. Kemudian pada 2004, dalam film Tak Biasa Paman Abi.

Sinetron

Selain film layar lebar, Aom Kusman juga bermain dalam sinetron, yakni pada 2006 ia membintangi Lorong Waktu 6 dan Ayahanda Aini.

Berita Terkait

Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah
14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 00:57 WIB

Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:21 WIB

1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:06 WIB

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131