sukabumiheadline.com – Warga Sukabumi, Jawa Barat, tentu banyak yang mengetahui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ya, PLN menjadi satu-satunya perusahaan yang menjual listrik ke masyarakat di seluruh Indonesia.
Lantas, dari mana listrik dihasilkan?
Energi listrik tidak dihasilkan oleh PLN. Dalam hal ini, perusahaan membeli energi listrik dari pembangkit listrik yang dimiliki oleh anak perusahaan dan pembangkit listrik swasta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Sukabumi, salah satu perusahaan pembangkit listrik swasta nasional adalah Star Energy Geothermal Salak atau SEGS yang mengolah listrik tenaga panas bumi di Gunung Salak, atau kita kenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak. Baca selengkapnya: Sejarah PLTP Gunung Salak, Setor Puluhan Miliar Rupiah per Tahun ke Kas Pemkab Sukabumi
Selain SEGS, di PLTP Salak juga ada PT PLN Indonesia Power atau PLN IP, sebagai anak perusahaan PLN yang juga menjual energi listrik yang diolah dari panas bumi. Kedua perusahaan ini menjual energi listriknya kepada PLN untuk menerangi warga di Pulau Jawa, Madura dan Bali (Jamali).
Baca Juga: Peraturan Bupati Sukabumi No. 33 Tahun 2023 tentang Bonus Produksi, dipuji KSDM dikritik CSO
Sekadar informasi, SEGS, perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, ini merupakan anak perusahaan PT Barito Renewables Energy atau BREN, milik salah satu konglomerat terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu.
Selain di PLTP Salak, dua pembangkit milik PLN IP di Sukabumi adalah di Kecamatan Palabuhanratu, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ubrug di Kecamatan Warungkiara.
Profil PT PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power atau PLN IP adalah anak usaha dari PLN yang bergerak di bidang pembangkitan listrik. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini mengoperasikan sejumlah pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang sebesar 9.125 MW.
Sebelum berganti nama menjadi PLN IP, sebelumnya perusahaan ini sudah beberapa kali ganti nama dari mulai PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I sejak 3 Oktober 1995 hingga 2000. Lalu, PT Indonesia Power (2000 – 2022), dan terakhir berubah lagi jadi PLN IP.
Dikutip sukabumiheadline.com dari www.plnindonesiapower.co.id/id, perusahaan yang berkantor pusat di Jakarta, ini bergerak dalam bidang operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik.
Menurut data tahun 2021, PLN IP meraih pendapatan sebesar Rp38,520 triliun dengan laba bersih Rp4,677 triliun. Total aset perusahaan sebesar Rp193,714 triliun dengan total ekuitas Rp178,402 triliun.
PLN IP yang mempekerjakan karyawan sebanyak 4.221 (2021), ini memiliki 4 anak usaha, yakni PT Artha Daya Coalindo, PT Indo Ridlatama Power, PT PLN Indonesia Power Renewables, PT PLN Indonesia Power Services.
Baca Juga:
Sejarah PLN IP
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1982 saat PLN melakukan restrukturisasi dan membentuk tiga unit sesuai fungsinya, yakni Unit Distribusi, Unit Pembangkitan, dan Unit Penyaluran. Pada bulan Oktober 1995, sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis pembangkitan, PLN pun mendirikan perusahaan ini dengan nama PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I.
Pada tahun 2000, nama perusahaan ini diubah menjadi PT Indonesia Power. Perusahaan ini lalu mendirikan PT Artha Daya Coalindo, PT Cogindo Daya Bersama, PT Rekadaya Elektrika, PT Indo Pusaka Berau, dan PT Indo Ridlatama Power berturut-turut pada tahun 1997, 1998, 2000, 2005, dan 2007.
Pada tahun 2009, perusahaan ini mulai menyediakan jasa operasi dan pemeliharaan untuk pembangkit listrik milik perusahaan lain. Pada tahun 2010, perusahaan ini membentuk Unit Jasa Pembangkitan (UJP) Banten 2. Tiga tahun kemudian, perusahaan ini juga mendirikan PT Putera Indotenaga.
Pada 2014, perusahaan ini membentuk UJP Pangkalan Susu, Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Priok, UPJP Kamojang, dan UPJP Bali. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan PLTDG Pesanggaran yang berkapasitas 200 MW di Bali.
Baca Juga: 30 tahun “dicengkram” PLTP, Kabandungan dan Kalapanunggal Sukabumi jadi lumbung kemiskinan
Lalu pada 2016, perusahaan ini membentuk UJP Cilegon. Antara 2018 hingga 2020, perusahaan ini mulai mengoperasikan PLTU Muara Jawa yang berkapasitas 2×27,5 MW, PLTA Rajamandala yang berkapasitas 47 MW, PLTD Senayan yang berkapasitas 101 MW, dan PLTGU Add On Grati yang berkapasitas 183 MW.
Kemudian antara 2019 hingga 2020, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan lima unit Mobile Power Plant (MPP) di Papua, yakni MPP Biak 2, MPP Merauke, MPP Sorong, MPP Nabire, dan MPP Manokwari yang total kapasitas terpasangnya sebesar 120 MW.
Pada 2021, perusahaan mulai mengoperasikan PLTU Kalbar 1 yang berkapasitas 2×100 MW dan PLTM Gunung Wugul yang berkapasitas 3 MW. Pada September 2022, nama perusahaan ini diubah menjadi seperti sekarang untuk menegaskan statusnya sebagai salah satu subholding di internal PLN yang bergerak di bidang pembangkitan listrik.
Berita Terkait:
Unit usaha PLN IP
Bisnis utama perusahaan ini adalah pengoperasian pembangkit listrik melalui 5 (lima) UP dengan total kapasitas terpasang sebesar 6.473 MW berikut DMN (Daya Mampu Netto) per 1 Mei 2018 adalah:
- UP Suralaya, Provinsi Banten yang mengelola 7 unit Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya. Dengan total kapasitas terpasang sebesar 3400 MW menjadikan UP Suralaya sebagai unit terbesar di Indonesia yang dimiliki PT PLN Indonesia Power.
- UP Saguling, berlokasi di Rajamandala, Bandung Barat, Jawa Barat. Terdapat 8 sub unit Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola oleh UP Saguling yaitu PLTA Saguling, PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Cikalong, PLTA Bengkok, PLTA Kracak, PLTA Ubrug yang terletak di Kabupaten Sukabumi dan PLTA Parakankondang dengan total kapasitas terpasang sebanyak 797 MW.
- UP Mrica, mengoperasikan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berlokasi di Banjarnegara Jawa Tengah. Terdapat 15 sub Unit yang dikelola UP Mrica yaitu PLTA Wonogiri, PLTA Sempor, PLTA Wadaslintang, PLTA Kedungombo, PLTA Jelok, PLTA Timo, PLTA Garung, PLTA Ketenger, PLTA Klambu, PLTA Pejengkolan, PLTA Sidorejo, PLTA Tapen, PLTA Siteki dan PLTA Plumbungan dengan total kapasitas terpasang sebesar 310 MW.
- UP Semarang, mengoperasikan Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pusat Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) dan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. UP Semarang memiliki total kapasitas sebesar 1409 MW memegang peranan yang penting dalam menjaga keandalan dan mutu sistem kelistrikan Jawa Bali terutama Jawa Tengah.
- UP Bali, mengoperasikan 12 unit Pusat Listrik Tenaga Diesel & Gas (PLTDG) berlokasi di Pesanggaran, Denpasar, Bali. Selain itu, UP Bali juga memiliki Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang terletak di 3 sub unit, yaitu Pesanggaran, Pemaron & Gilimanuk. UP Bali memiliki total kapasitas terpasang sebesar 557 MW.
- PT PLN IP juga mengoperasikan dan memelihara pembangkit dengan total kapasitas terpasang sebesar 6.044 MW melalui 12 Unit Jasa Pembangkitan (UJP).
Untuk informasi, berikut DMN (Daya Mampu Netto) PLN IP per 1 Mei 2018:
- UJP PLTU Banten 1 Suralaya, Cilegon dengan kapasitas 625 MW
- UJP PLTU Banten 2 Labuan, Pandeglang dengan kapasitas 600 MW
- UJP PLTU Banten 3 Lontar, Tangerang dengan kapasitas 945 MW
- UJP PLTU Jabar 2 Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi dengan kapasitas 1.050 MW
- UJP PLTU Jawa Tengah Adipala, dengan kapasitas 660 MW
UJP PLTU Pangkalan Susu, Langkat dengan kapasitas 400 MW - UJP PLTGU Cilegon, Serang dengan kapasitas 740 MW
- UJP PLTU Barru, Sulawesi Selatan dengan kapasitas 100 MW
- UJP PLTU Jeranjang, Lombok Barat dengan kapasitas 75 MW
- UJP PLTU Sanggau, Kalimantan Barat dengan kapasitas 14 MW
- UJP PLTU Houltecamp, Jayapura dengan kapasitas 20 MW
- UJP PLTU Sintang, Kalimantan Barat dengan kapasitas 63 MW
Baca Juga:
PLN IP juga memiliki 3 Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 2.289 MW berikut DMN (Daya Mampu Netto) per 1 Mei 2018 adalah:
- UPJP Perak-Grati, berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. UPJP Perak Grati mengelola 2 sub unit yaitu Perak & Grati yang mengoperasikan Pusat Listrik Tenaga Gas & Uap (PLTGU) dan Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) dengan total kapasitas terpasang sebesar 864 MW.
- UPJP Priok, berlokasi di pantai utara Jakarta mengelola 14 unit dengan 8 unit PLTGU dan 6 Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan total kapasitas terpasang 1.196,08 MW. UPJP Priok mengoperasikan 6 unit Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Senayan berkapasitas 16,08 MW yang menjamin pasokan untuk kebutuhan sidang-sidang MPR, serta mengelola jasa O&M untuk PLTGU Priok Blok milik PLN dengan kapasitas terpasang 740 MW.
- UPJP Kamojang, mengelola 7 unit Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi yang berkapasitas sebesar 375 MW. Pembangkit – pembangkit tersebut dioperasikan oleh 3 Sub Unit yaitu PLTP Kamojang (3 Unit) di Kabupaten Bandung, PLTP Drajat (1 Unit) di Kabupaten Garut dan PLTP Gunung Salak (3 Unit) di Kabupaten Sukabumi. UPJP Kamojang juga mengelola jasa O&M untuk PLTP Ulumbu milik PLN dengan kapasitas terpasang 4×2,5 MW.
PLN IP juga mempunyai bisnis jasa pemeliharaan pembangkit listrik yang diberi nama Unit Jasa Pemeliharaan (UJH) yang berkantor di jalan KS Tubun, Jakarta.
Perusahaan ini juga mempunyai anak perusahaan yang bergerak di bidang trading batubara yaitu PT Artha Daya Coalindo. Sedangkan PT PLN IP Services adalah anak perusahaan yang bergerak di bidang kogenerasi dan O&M pembangkit listrik.