
Padahal, Sutjiati telah memiliki cukup bukti bila bicara soal prestasi. Dia pernah menyabet dua medali emas dan satu perak di ajang PON XX Papua 2020.
“Karena dikatakan kami belum cukup berprestasi, dikombinasikan dengan masalah pendanaan, kurangnya struktur organisasi yang efisien, dan minimnya perencanaan yang efektif,” ujarnya.
“Karena itu, kami memiliki banyak atlet yang telah menjadi korban dari sistem yang tidak maksimal ini,” tegas dia.
Karena prestasi tersebut, Sutjiati sempat diiming-imingi untuk tampil di Olimpiade. Namun, alih-alih diberangkatkan, ia justru diminta mencari sponsor mandiri untuk membiayainya di ajang internasional itu.
“Dua bulan sebelum kejuaraan ini saya diberi tahu bahwa saya tidak diberangkatkan. Meskipun saya dan pelatih saya siap membayar biayanya dari kantong kami sendiri,” aku Sutjiati.
Profil Sutjiati Narendra
Sutjiati Kelanaritma Narendra merupakan atlet senam ritmik kelahiran 13 Februari 2004 silam. Selain itu, Sutjiati Narendra yang kini berusia 18 tahun merupakan keturunan Indonesia Amerika.
Gadis yang lahir dari pasangan Andy Febriant Narendra (Ayah) dan Christina Marie Narendra (Ibu), mulai belajar senam ritmik pada usia 8 tahun setelah melihat pagelaran Olimpic pada 2015.
Kariernya sebagai atlet senam ritmik sangat berprestasi. Ia menjadi juara 1 di Bulgaria dan meraih 2 medali emas serta 1 medali perak pada PON Papua 2021.