Ratusan temuan baru AIDS di Kabupaten Sukabumi, dari Ciracap, Cisaat hingga Kabandungan

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pengidap AIDS - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pengidap AIDS - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pada 2025, terungkap ada ratusan temuan baru kasus penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Temuan baru ini menambah banyak penderita salah satu penyakit paling mematikan itu.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, AIDS adalah tahap akhir dan paling parah dari infeksi virus Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Berbeda dengan HIV yang merusak kekebalan tubuh secara perlahan, AIDS terjadi ketika sistem imun sudah sangat rusak sehingga tubuh tidak lagi mampu melawan infeksi atau penyakit berat.

Gejala HIV Aids
Gejala pengidap HIV/Aids – Ist

Adapun, Jumlah Kasus Baru AIDS atau Number of New Cases of AIDS, pada Kasus Penyakit dan Jenis Penyakit Menurut Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, 2025 (Disease Cases and Types of Diseases by District in Sukabumi Regency, 2025), dikutip sukabumiheadline.com, Senin (25/5/2026), adalah sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Palabuhanratu: 9 temuan baru
  2. Cicurug: 6 temuan baru
  3. Cisolok: 6 temuan baru
  4. Cikidang: 5 temuan baru
  5. Simpenan: 5 temuan baru
  6. Surade: 5 temuan baru
  7. Cibadak: 5 temuan baru
  8. Cidahu: 4 temuan baru
  9. Parungkuda: 4 temuan baru
  10. Bojonggenteng: 4 temuan baru
  11. Kalapanunggal: 3 temuan baru
  12. Cikakak: 3 temuan baru
  13. Kabandungan: 4 temuan baru
  14. Warungkiara: 4 temuan baru
  15. Sukaraja: 4 temuan baru
  16. Caringin: 4 temuan baru
  17. Nagrak: 4 temuan baru
  18. Cicantayan: 3 temuan baru
  19. Sukalarang: 3 temuan baru
  20. Cimanggu: 3 temuan baru
  21. Ciracap: 2 temuan baru
  22. Waluran: 1 temuan baru
  23. Cibitung: 1 temuan baru
  24. Jampang Kulon: 1 temuan baru
  25. Kalibunder: 1 temuan baru
  26. Tegalbuleud: 1 temuan baru
  27. Cikembar: 1 temuan baru
  28. Sukabumi: 1 temuan baru
  29. Cisaat: 1 temuan baru
  30. Ciambar: 1 temuan baru

Dengan demikian, temuan baru AIDS di Kabupaten Sukabumi pada 2025 terjadi penambahan total 100 kasus baru penderita AIDS (tidak termasuk data tahun sebelumnya). Jumlah tersebut juga menunjukkan jika tidak ada temuan baru kasus serupa di 17 kecamatan lainnya.

Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, jika dibagi rata-rata, maka terdapat 2,1 temuan baru per kecamatan.

Perbedaan HIV dan AIDS

Ilustrasi penderita HIV AIDS - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pengidap HIV AIDS – sukabumiheadline.com

Memahami HIV dan AIDS mencakup perbedaan, penularan, serta gejalanya sebagai berikut:

1. Perbedaan HIV dan AIDS

  • HIV (Human Immunodeficiency Virus): Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 atau sel darah putih.
  • AIDS: Kondisi atau sindrom ketika jumlah sel CD4 turun drastis di bawah 200 sel per milimeter kubik darah atau pengidap mulai mengalami berbagai infeksi oportunistik.
  • Seseorang yang terkena AIDS sudah pasti positif HIV, namun penderita HIV yang disiplin minum obat tidak akan berkembang menjadi AIDS.

2. Gejala pada Tahap AIDS

Pada tahap ini, tubuh sangat rentan terhadap penyakit yang pada kondisi normal tidak membahayakan. Gejala umum meliputi:

  • Berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas.
  • Demam tinggi terus-menerus atau berkeringat di malam hari.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Mudah terkena infeksi serius seperti tuberkulosis (TBC), pneumonia, atau jenis kanker tertentu.

3. Cara Penularan

HIV/AIDS tidak menular melalui kontak sosial seperti berpelukan, berciuman, berbagi makanan, atau gigitan nyamuk. Penularan virus ini terjadi melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, yaitu:

  • Hubungan seksual tanpa kondom.
  • Berbagi jarum suntik dengan orang yang terinfeksi.
  • Transfusi darah atau donor organ yang tercemar virus.
  • Dari ibu hamil yang positif ke bayinya selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui.

4. Pengobatan

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan AIDS secara total. Namun, terdapat terapi medis menggunakan obat Antiretroviral (ARV) yang berfungsi menekan jumlah virus di dalam darah, menghentikan kerusakan sistem imun, dan mencegah kondisi berkembang menjadi AIDS.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan informasi atau layanan tes HIV/AIDS terdekat, Anda dapat mengakses layanan direktori fasilitas kesehatan melalui portal resmi Kementerian Kesehatan RI atau merujuk ke pedoman penanganan dari WHO untuk mendapatkan bantuan medis yang tepat.


Dilarang republikasi artikel Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG
5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua
5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM
Update jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi 2026 dan 5 tahun terakhir
Anjlok! Merinci posisi pinjaman bank pengusaha Sukabumi tiga tahun terakhir
Kota Sukabumi bukan tempat ideal untuk ditinggali
PLTA Ubrug Sukabumi 1 dari 5 pembangkit listrik tertua di Indonesia
KRL Bogor-Sukabumi hadir, mulai 1 Juli KA Pangrango dilengkapi Kereta Ekonomi New Generation

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:21 WIB

Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:30 WIB

5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:00 WIB

5 fakta Jembatan Cipamuruyan Sukabumi: Biaya, spesifikasi hingga curhat pengusaha ke KDM

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:26 WIB

Update jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi 2026 dan 5 tahun terakhir

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:42 WIB

Anjlok! Merinci posisi pinjaman bank pengusaha Sukabumi tiga tahun terakhir

Berita Terbaru

Sekjen Kemenhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo - Kemenhan RI

Nasional

Bukan Budi Utomo yang ini, TNI aktif dalam kasus korupsi MBG

Senin, 6 Jul 2026 - 05:28 WIB