Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi: Penantian menuju ninggang mangsa

- Redaksi

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangsi (bendo, dodot, benggol) dan Kebaya lukis dengan sinjang (selendang motif Rereng Waktu, bros) - Batik Lokatmala

Pangsi (bendo, dodot, benggol) dan Kebaya lukis dengan sinjang (selendang motif Rereng Waktu, bros) - Batik Lokatmala

sukabumiheadline.com – Batik Lokatmala memperkenalkan motif Rereng Waktu di peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi pada 1 April 2026 lalu. Rereng Waktu memiliki nilai filosofi mendalam yang merepresentasikan kesabaran dalam sebuah penantian panjang menuju ninggang mangsa.

Dalam momen tersebut owner Batik Lokatmala, Fonna Melania, menampilkan batik karyanya dalam penampilan pangsi dilengkapi bendo, dodot, dan benggol untuk pria, serta kebaya lukis dengan sinjang, selendang motif Rereng Waktu, dan bros.

“Motif Rereng Waktu dari Batik Lokatmala melambangkan ketepatan waktu dan transformasi diri,” jelas Fonna kepada sukabumiheadline.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara visual, motif ini menampilkan bentuk jam pasir yang disusun diagonal (rereng), menggambarkan siklus kehidupan yang adil dan tak terhindarkan,” imbuhnya.

Sedangkan, dua rongga jam pasir merepresentasikan masa penantian (bagian atas) sebelum pencapaian (bagian bawah), sementara susunan rereng menandakan dinamika hidup yang terus bergerak menuju perbaikan.

“Setiap elemen visualnya mengandung pesan tentang kesabaran dan ikhtiar. Bagian atas jam pasir melambangkan proses penantian yang selaras dengan ungkapan Sunda cunduk waktu (tiba waktunya),” paparnya.

Motif Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi - Batik Lokatmala
Motif Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi – Batik Lokatmala

Ketika pasir berkumpul di bawah, hal itu memvisualisasikan ninggang mangsa atau menemukan saat yang tepat, ketika usaha dan kesabaran membuahkan hasil.

“Motif ini menumbuhkan optimisme bahwa setiap proses akan mencapai puncaknya pada waktu yang tepat,” jelas Fonna.

Lebih jauh, Fonna menjelaskan, Rereng Waktu memadukan kearifan lokal Sunda dengan semangat progresif masa kini.

“Sebagai penanda visual ungkapan cunduk waktu ninggang mangsa, motif ini mengingatkan pemakainya bahwa ia telah melalui proses dan kini berada pada momen penting,” jelas Fonna.

Filosofi tersebut, jelas dia, berpuncak pada ayeuna (sekarang), sebagai ajakan untuk bertindak dan melakukan perubahan.

‘Dengan demikian, motif ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol momentum untuk memanfaatkan waktu saat ini demi transformasi menuju kebaikan,” pungkasnya.

Batik Lokatmala 

Untuk informasi, Batik Lokatmala merupakan rumah produksi, pengembangan hingga pemasaran batik yang didirikan oleh Fonna Melania pada 2010, di Jalan Kenari No. 20 Z, RT 004/004, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Baca selengkapnya: Nalungtik: The Journey of Beautiful Motifs Batik Lokatmala Sukabumi

Berita Terkait

Nalungtik: The Journey of Beautiful Motifs Batik Lokatmala Sukabumi
Seniman Sukabumi gelar pameran tunggal “Road to IGO” di Yogyakarta
Baju hijau hingga hantu tanpa kepala: Lokasi 11 mitos di Sukabumi, terkenal hingga luar daerah
5+3 ratu gaib, siapa paling sakti? Ada Nyi Roro Kidul yang identik Sukabumi
5 tradisi wanita Sukabumi zaman dulu yang perlahan luntur
Jampang Creative Camp 2: Menjadikan laut selatan Sukabumi sebagai harta kreativitas dan pengetahuan
Mengenal seni pertunjukan, ritual dan tradisi khas Sukabumi
Kerajaan Salakanagara: Jauh sebelum Pajajaran, 11 raja pernah berkuasa di Tatar Sunda

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:09 WIB

Rereng Waktu dari Batik Lokatmala Sukabumi: Penantian menuju ninggang mangsa

Sabtu, 11 April 2026 - 03:57 WIB

Nalungtik: The Journey of Beautiful Motifs Batik Lokatmala Sukabumi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:54 WIB

Seniman Sukabumi gelar pameran tunggal “Road to IGO” di Yogyakarta

Minggu, 8 Februari 2026 - 02:15 WIB

Baju hijau hingga hantu tanpa kepala: Lokasi 11 mitos di Sukabumi, terkenal hingga luar daerah

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:31 WIB

5+3 ratu gaib, siapa paling sakti? Ada Nyi Roro Kidul yang identik Sukabumi

Berita Terbaru