sukabumiheadline.com – Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, meminta maaf dan mengaku menyesal gagal membawa timnya menjadi juara Super League 2025/2026. Permintaan maaf ia ungkapkan di akun media sosial Instagram pribadinya, @rizkyridhoramadhani.
Pesepakbola yang langganan dipanggil Timnas Indonesia itu meluapkan isi hati atas kekecewaan atas pencapaian timnya usai dibekuk Persib Bandung dengan skor 1-2 pada laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Ahad (10/5/2026) sore WIB.
“Musim ini masih menyisakan dua laga, tetapi posisi Persija sudah bisa dipastikan berada di posisi tiga. Posisi di akhir klasemen yang jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan,” tulis Rizky Ridho, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (13/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekalahan yang diderita Persija tersebut tidak hanya menyakitkan baginya, tapi juga suporter Macan Kemayoran, The Jakmania, yang menganggap partai ini sebagai pertaruhan harga diri.
Alhasil, Persija tidak saja gagal meraih gelar juara musim ini, tapi membuat peluang Persib untuk meraih hattrick juara Super League musim ini secara berturut-turut semakin terbuka.
“Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, the Jakmania,” lanjut dia.
Rizky Ridho juga mengakui musim ini tidak mudah bagi Persija. Tetapi, ia merasa pelajaran yang didapatkan sangat berharga. Dia memastikan Persija sudah berjuang sepanjang musim ini.
“Musim yang tidak mudah, ups and downs dalam sepak bola memang merupakan suatu yang wajar, namun yang terpenting kita harus mengambil suatu pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat. Namun yang saya bisa pastikan, tim ini telah berusaha di jalur yang lebih baik dari setiap tahunnya,” lanjut eks pemain Persebaya Surabaya itu.
Soal insiden usai laga vs Persib
Sementara itu, Ridho sekaligus membantah adanya insiden antarpemain setelah melawan Persib. Namun, ia memastikan rivalitas kedua kesebelasan hanya terjadi di lapangan.
“Pekan ke-32 kemarin merupakan pertandingan kunci yang menentukan, tensi panas kerap terjadi dalam pertandingan-pertandingan seperti itu, termasuk adanya insiden kecil selepas pertandingan,” katanya.
“Adanya insiden itu yang menimbulkan tafsir bermacam-macam, biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya,” terangnya.
Rizky Ridho menjamin Persija tetap akan fight di sisa dua laga terakhir, melawan Persik Kediri pada 16 Mei 2026. Selain itu, laga pamungkas melawan Semen Padang yang digelar 23 Mei 2026.
“Namun yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan, selesai semua itu kami para pemain telah menjalin komunikasi dengan baik. Terima kasih atas semua saran dan kritik yang diberikan kepada kami.”
“Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik, setelah itu evaluasi dan pembenahan seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk membuat hasil yang lebih baik lagi untuk Persija!” pungkasnya.









