Pria Sukabumi ini gagas Kampung Pengangguran Menuju Desa Pengangguran

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggur milik petani asal Bojonggenteng Sukabumi - sukabumiheadline.com

Anggur milik petani asal Bojonggenteng Sukabumi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Anggur adalah tanaman buah perdu merambat dari keluarga Vitaceae. Buahnya yang manis dan berair tumbuh bergerombol, dengan warna yang bervariasi seperti merah, hijau, ungu, dan hitam. Buah yang lezat ini juga kaya akan antioksidan dan nutrisi, serta dapat dimakan langsung, dijadikan jus, kismis, atau difermentasi menjadi wine.

Anggur tumbuh menjalar atau memanjat dengan bantuan sulur. Beberapa jenis yang populer beradaptasi dengan iklim tropis termasuk varietas Probolinggo Super, Prabu Bestari (Red Prince), dan varietas Bali.

Buah yang kaya akan vitamin C dan K, serta senyawa bioaktif seperti resveratrol dan polifenol tersebut terkenal dengan berbagai khasiatnya, seperti untuk kesehatan jantung, karena membantu menurunkan kolesterol dan menjaga kestabilan tekanan darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kandungan serat dan airnya yang tinggi dapat membantu mencegah sembelit. Anggur juga baik sebagai anti-kanker, senyawa antioksidan di dalamnya mampu melawan radikal bebas dan menekan pertumbuhan sel kanker.

Di Sukabumi, Jawa Barat, anggur masih tergolong asing untuk dibudidayakan oleh petani. Meskipun banyak warga yang menanam buah ini, namun sebagian besar baru sebatas untuk konsumsi pribadi.

Meningkatkan peng-anggur-an

Cecep Badrudin (50) salah seorang petani asal Desa/Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, menawarkan kerjasama penanaman anggur. Di kampungnya, ia bahkan merintis program Kampung Pengangguran Menuju Desa Pengangguran.

“Disaat pemerintah ingin menekan angka pengangguran, di situlah saya justru ingin meningkatkan jumlah peng-anggur-an,” canda Cecep kepada sukabumiheadline.com, Rabu (27/5/2026).

Alasan Cecep menggunakan diksi pengangguran, karena menurutnya, program tersebut dijalankan oleh sejumlah pemuda pengangguran di kampungnya.

“Semakin banyak warga yang nganggur maka akan semakin sejahtera warganya.
Jika ingin sejahtra mari nganggur bersama kami,” klaim Cecep.

Untuk mempercepat program tersebut berjalan, Cecep mengaku memberikan subsidi bibit kepada para petani di kampungnya. Bahkan, upaya sederhana tersebut kini sudah membuahkan hasil.

“Maka dari itu khusus warga kampung saya subsidi bibit anggur, dan sekarang sudah mulai berbuah,” kata dia.

Secara ekonomi, jelas dia, satu pohon anggur minimal bisa menghasilkan 7 -10 kg buah anggur. Ia mengaku membayar buah anggur tersebut seharga Rp50 ribu per kg.

“Rata-rata 50 ribu Rupiah per kilogram, saya beli kemasyarakat. Kalau panen sampai 10 kg, sudah dapat 500 ribu,” papar Cecep.

“Kalau satu kampung ada 30 rumah, saya kira bisa menghasilkan 200-300 kilogram,” imbuhnya.

Kini, jelas Cecep, hampir semua rumah warga di Kampung Bojonggenteng RT 001/001, Desa Bojonggengeng sudah terlibat dalam program tersebut, dan kini mulai dikembangkan di Kampung Pamatutan Pojok.

“Di kampung saya hampir setiap rumah terlibat program ini. Dan sekarang mulai penyebaran di Pamatutan Pojok,” jelas Cecep.

“Bahkan, kalau mau lebih produktif, bisa dikolaborasikan dengan hidroponik. Dari buah anggur sampai sayuran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang
Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM
Menghitung produksi susu sapi dan kambing di Sukabumi serta kandungan gizinya
Tren penurunan kredit UMKM Sukabumi di bank umum 3 tahun terakhir
Jerit perajin tempe di Sukabumi dipicu Rupiah jeblok

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:20 WIB

Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:26 WIB

Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:20 WIB

Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:08 WIB

Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:21 WIB

Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM

Berita Terbaru

Headline

Kota Sukabumi bukan tempat ideal untuk ditinggali

Selasa, 23 Jun 2026 - 02:23 WIB