sukabuniheadline.com – Sejak Facebook mengganti nama menjadi Meta, perhatian dunia terhadap masa depan dunia virtual atau Metaverse kian meningkat. Berbagai perusahaan besar ikut terjun dalam proyek ini. Bahkan, salah satu perusahaan properti digital bernama Realm di New York, melaporkan pembelian aset tanah digital seharga 4,3 juta dolar AS atau Rp61,9 miliar.
Tidak hanya itu, anak perusahaan Tokens.com, Metaverse Group, juga dilaporkan telah membeli aset tanah digital pada November lalu seharga 2,4 juta dolar AS atau setara Rp34,5 miliar.
Setali tiga uang dengan Pemerintah Metropolitan Seoul (SMG) di Korea Selatan secara resmi menyampaikan rencana mereka menghadirkan dunia virtual bernama Metaverse Seoul. Seoul diharapkan dapat menjadi kota metropolitan digital pertama di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek ini termasuk dalam rencana Seoul Vision 2030 yang digagas Wali Kota Seoul Oh Se-hoon. Adapun program uji cobanya mulai diluncurkan pada awal 2022 ini. Pemerintah Korsel pun telah menggelontorkan investasi 3,9 miliar KRW atau setara dengan Rp47,3 miliar.
Metaverse Seoul nantinya akan mencakup berbagai tempat digital seperti balai kota virtual, tempat wisata, pusat layanan sosial, serta sejumlah fasilitas umum untuk masyarakat.
Adapun tempat wisata yang dihadirkan melalui kota digital di antaranya Gwanghwamun Plaza, Istana Deoksugung, dan Pasar Namdaemun. Menariknya, situs kuno yang bangunan aslinya telah dihancurkan pada masa penjajahan Jepang, yakni Gerbang Donuimun, akan direkonstruksi secara digital agar dapat dinikmati pengunjung.
Ke depan, penduduk Korea Selatan dapat menjelajahi semua tempat itu dengan hanya menggunakan headset VR. Semua proyek ini untuk mendukung program Digital New Deal Korea Selatan yang termasuk dalam rencana nasional untuk merangkul semua perangkat digital dan AI (Artificial Intelligence), sebagai upaya pemulihan krisis ekonomi negara akibat adanya pandemi Covid-19.
Selain itu, pihak kota juga telah mengumumkan penyelenggaraan acara Festival Lentera Seoul yang akan dimulai pada 2023 dan seterusnya. Di festival itu, rencananya akan dibuka 120 pusat metaverse yang akan menjadi layanan publik virtual di mana avatar bisa menggantikan kehadiran manusia secara fisik. Seoul nantinya juga akan mengadakan 20 ajang promosi dalam 3 tahap.
Semuanya mencakup sektor ekonomi, pendidikan, budaya, pariwisata, komunikasi, pembangunan kota, administrasi, hingga infrastruktur. Mulai dari pengenalan pada awal 2022, lalu ilanjutkan tahap ekspansi pada 2023 hingga 2024, dan tahap penyelesaian dari 2025-2026.
Dengan rencana besar ini, maka Seoul akan dipastikan menjadi kota pertama yang akan mengusung konsep metaverse. Jika metaverse banyak dikembangkan oleh perusahaan seperti Meta (sebelumnya bernama Facebook), Microsoft, hingga Nike, maka Seoul menjadi satu-satunya pemerintahan di dunia yang ikut dalam proyek virtual ini.