September tak ceria, Stadion Walagri Sukabumi gagal dibangun sisakan kekecewaan

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desain Stadion Walagri Parakasalak Sukabumi - Ist

Desain Stadion Walagri Parakasalak Sukabumi - Ist

sukabumiheadline.com – September 2024 menandai harapan tinggi warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan memiliki Stadion bertaraf Nasional. Ramai pemberitaan terkait rencana pembangunan stadion berstandard nasional bernama Walagri di Kampung Sukarame RT 003/005, Desa/Kecamatan Parakansalak.

Pada September 2024 lalu, Plt. Camat Parakansalak, Iyus Mulyana mengatasnamakan, stadion direncanakan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih dua hektar, dan akan menjadi stadion dengan fasilitas olah raga multifungsi.

Dalam site-plan stadion tersebut, akan tersedia sejumlah fasilitas seperti trek lari, tribun, lapangan bola voli, playground, mes, dan juga kawasan kuliner, hingga masjid nan megah dan gedung Islamic Center.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan Stadion Walagri ini juga diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal melalui pengembangan UMKM.

Ketika itu, Ketua panitia pengusulan Stadion Walagri, Sudarman, mengungkapkan rasa banggaannya atas terwujudnya pembangunan stadion berbiaya Rp60 miliar ini.

“Warga Parakansalak sudah lama mengharapkan memiliki fasilitas olah raga lengkap, tetapi masalah lahan selalu menjadi kendala utama,” ujar Sudarman, pada Rabu (14/8/2024) lalu.

Wilayah Parakansalak yang sebagian besar terdiri dari lahan milik PTPN, sehingga kolaborasi dengan perusahaan tersebut menjadi kunci keberhasilan mimpi ini.

Kemudian pada 2022, panitia yang dipimpinnya berhasil menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan PTPN, sehingga lahan seluas 20.000 meter persegi pun disediakan untuk pembangunan stadion.

Kondisi Stadion Walagri kini

Kondisi Stadion Walagri Parakasalak Sukabumi kini
Kondisi Stadion Walagri Parakasalak Sukabumi kini

Kini, September 2025, pantauan sukabumiheadline.com di lapangan, kondisi di lokasi pembangunan proyek Stadion Walagri menyisakan kekecewaan. Alih-alih menjadi pusat aktivitas pemuda dan landmark olah raga daerah, lapangan terlihat terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar.

Proyek yang digadang akan menjadi stadion berstandard Nasional di bawah Dinas Kepemudaan, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sukabumi, ini tak kunjung dibangun, hingga menyisakan kekecewaan warga.

Pasalnya, hingga September 2025, bangunan yang diharapkan menjadi pusat pembinaan olah raga dan wadah persatuan pemuda di wilayah Parakansalak justru terabaikan.

Masyarakat sekitar mulai mempertanyakan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan dana yang semestinya menjadi alat pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Keprihatinan warga bertambah karena sebelumnya, lapangan ini dibanggakan sebagai wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan olah raga di Parakansalak, namun jadi lapangan biasa saja,” ungkap Hendra Koko (40), Kamis (25/9/2025).

Hendra menambahkan, walaupun kemarin sempat di pakai untuk Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN), 17 Agustus 2025, ia menilai lapang Walagri harus secepatnya di selesaikan.

“Dulu menjadi kebanggaan dalam acara 17 Agustus 2014, kini tidak meriah karena kondisi lapang yang belum rampung,” tambahnya.

Hal sama diungkapkan Yudistira (32), salah seorang warga yang juga pesepakbola di Parakansalak. Ia menilai bahwa harap besar wacana pembangunan Stadion Walagri cepat selesai dibangun, namun sudah setahun ini tidak ada kepastian.

“Kami berharap lapangan ini bisa menjadi tempat kami berolahraga, membentuk karakter, dan menjauh dari hal-hal negatif. Tapi sekarang, malah lebih mirip tempat yang tak tertata jauh dari pada fasilitas olahraga,” cetus pria yang akrab di sapa Iduy.

Lanjut Iduy, kondisi tersebut lebih dari sekadar proyek mangkrak. Menurutnya, kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait tanggung jawab moral para pihak yang dulu gigih memperjuangkan proyek ini, hingga dibiarkan seperti ini.

“Awal akan dilakukan perataan tanah oleh alat berat, kami tim sepak bola yang ada di Parakansalak merasa tidak ada pemberitahuan bahkan tahu-tahu akan mulai perataan oleh alat berat. Situasi ini menjadi cermin betapa pentingnya ada komunikasi yang lebih intens terhadap klub-klub bola yang ada di sini,” tuturnya.

Kami berharap Pemkab Sukabumi, terutama Disporapar, segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah konkrit agar lapangan tersebut tidak benar-benar menjadi “monumen kekecewaan” karena kondisi lapang bola Walagri seperti sekarang.

“Harapan besar kami akan lapangan bola yang layak segera terwujud kami pun berharap kedepannya tidak ada lagi dampak terhadap warga sekitar seperti pas perataan tanah yang mengalami kebanjiran hingga membuat jalan pun licin, tentunya hal tersebut bakal menjadi preseden buruk bagi Pemerintah dalam bentuk pengawasannya,” pungkas Iduy.

Berita Terkait

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras
BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang
Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu
Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak
Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi
5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?
Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:32 WIB

Sepak terjang Andrie Yunus, Pembela HAM alumni SMAN 1 Cicurug Sukabumi disiram air keras

Kamis, 19 Maret 2026 - 00:40 WIB

BPS: Warga Kabupaten Sukabumi hanya belanjakan Rp41 ribu untuk pakaian per orang

Senin, 16 Maret 2026 - 23:43 WIB

Penduduk Sukabumi bertambah 23,3 ribu jiwa pada 2026, kota naik 4,9 ribu

Senin, 16 Maret 2026 - 01:07 WIB

Update jumlah penduduk miskin menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Bogor terbanyak

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:21 WIB

Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi

Berita Terbaru

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Regulasi

Purbaya: Anggaran MBG mau dipangkas Rp40 triliun

Kamis, 26 Mar 2026 - 00:51 WIB