Shalat sunnah Isyraq pahalanya setara haji dan umrah sempurna, penjelasan waktu dan tata cara

- Redaksi

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shalat sunnah Isyraq pahalanya setara haji dan umrah sempurna, penjelasan waktu dan tata cara - sukabumiheadline.com

Shalat sunnah Isyraq pahalanya setara haji dan umrah sempurna, penjelasan waktu dan tata cara - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Shalat sunnah Isyraq adalah shalat dua rakaat yang dikerjakan setelah shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan duduk berzikir hingga matahari terbit.

Adapun waktunya dimulai saat matahari sudah naik sekitar satu atau dua tombak, yaitu sekitar 15-20 menit setelah terbit. Keistimewaan shalat ini adalah mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna jika syaratnya terpenuhi.

Dalil-dalil Utama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadits pahala haji/umrah: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat Shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thabrani, hasan).

Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini hasan, dan ini menjadi dasar keutamaan shalat Dhuha di awal waktu (Isyraq).
Atsar Ibnu Abbas (Tafsir QS. Shad:18):
“Mereka pun bertasbih di petang dan waktu isyraq (waktu pagi).” (QS. Shad:18).

Ibnu Abbas berkata: “Ini adalah shalat Isyraq.” (HR. Ath-Thabari, Al-Hakim, atsar hasan).

Hadits Mu’adz bin Anas: “Siapa yang duduk di tempat salatnya setelah salat Subuh tatkala (yang lain) pergi hingga salat Dhuha dua rakaat dan tidak mengatakan kecuali kebaikan, maka Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya walaupun semisal banyaknya buih di lautan.” (HR. Ahmad).

Waktu pelaksanaan

Dimulai: Setelah shalat Subuh berjamaah, dengan syarat duduk berzikir terlebih dahulu sampai matahari terbit setinggi satu atau dua tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit).

Berakhir: Hingga jelas waktu siang (falaqin nahâr), tidak sampai matahari tergelincir ke barat.

Keutamaan shalat sunnah Isyraq

Mendapat pahala setara haji dan umrah yang sempurna, jika shalat Subuh berjamaah lalu dilanjutkan dengan berzikir sampai matahari terbit.

Tata cara

Niat: Membaca niat sholat Isyraq, contohnya: “Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala“.

Takbiratul ihram: Mengucapkan “Allahu Akbar“.

Rakaat pertama: Membaca surat Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan surat Ad-Dhuha.

Rukuk, iktidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud: Mengerjakan gerakan sholat seperti biasa.

Rakaat kedua: Setelah berdiri, kembali membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat As-Syarh.

Tasyahud dan salam: Menyelesaikan shalat dengan membaca tasyahud akhir dan salam.

Hal yang perlu diperhatikan

Jika tidak bisa melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka shalat sunnah ini tetap dianjurkan untuk dikerjakan di rumah setelah shalat Subuh dan berzikir.

Perbedaan pendapat ulama mengatakan bahwa shalat Isyraq adalah shalat Dhuha awal waktu. Jika tidak dapat melaksanakan sholat Isyraq, shalat Dhuha tetap dianjurkan untuk mendapatkan pahala yang besar.

Berita Terkait

Kapolri minta MUI haramkan vape
Haram, hukum menjual rambut dalam Islam
Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini
Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam
Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Kampanye hemat air, AMDK Organic Spring Australia sertakan hadits Nabi SAW di tag
Ustadz Zaidul Akbar: Suami dungu yang serahkan semua gajinya ke istri

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Kapolri minta MUI haramkan vape

Selasa, 29 September 2026 - 00:01 WIB

Haram, hukum menjual rambut dalam Islam

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam

Jumat, 18 September 2026 - 18:24 WIB

Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB