Spot wisata kuliner di Kota Sukabumi bertambah signifikan, bukti kondisi ekonomi membaik?

- Redaksi

Kamis, 3 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunda Sukabumi yang ingin sate kambing empuk? Ikuti 5 tips sederhana ini - Bango

Bunda Sukabumi yang ingin sate kambing empuk? Ikuti 5 tips sederhana ini - Bango

sukabumiheadline.com – Dikenal sebagai kota jasa, Sukabumi, Jawa Barat, terletak di posisi strategis. Selain dekat dengan sejumlah objek wisata alam di wilayah kabupaten seperti Selabintana, Goalpara, hingga Pondok Halimun dan Jembatan Gantung Situ Gunung, Kota Sukabumi juga relatif dekat dengan Cianjur.

Karenanya, tidak heran jika banyak spot wisata kuliner seperti kafe, restoran dan rumah makan dengan kekhasan masing-masing di Kota Sukabumi menjadi buruan banyak pengunjung dari daerah di sekitarnya tersebut.

Namun, siapa sangka berbisnis kuliner di Kota ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Setidaknya, dalam kurun 3 tahun terakhir ada puluhan kafe dan restoran terpaksa gulung tikar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan usaha kuliner Kota Sukabumi bangkrut

Restoran Mamih Ungu
Menu di Restoran Mamih Ungu – Istimewa

Mengutip data Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Sukabumi, 2021-2024, dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, berikut adalah jumlah kafe, restoran dan rumah makan di Kota Sukabumi menurut kecamatan.

Menurut data tersebut, Cikole diketahui merupakan kecamatan dengan spot wisata kuliner terbanyak, yakni 86 pada 2024. Jumlah tersebut naik dibandingkan 2022 dan 2023 yang hanya 59. Namun, jumlah tersebut berkurang signifikan jika dibandingkan 2021 yang mencapai 127.

Baca Juga :  Mengenal Yuyutuk, Kuliner Unik Undur-undur Laut Khas Tegalbuleud Sukabumi

Selain Cikole, Kecamatan Baros juga mengalami penurunan jumlah spot wisata kuliner. Pada 2021, di kecamatan ini terdapat 30 spot. Lalu bertambah pada 2022 dan 2023 menjadi 39. Sayangnya, pada akhir 2024 hanya tersisa 23 spot wisata kuliner di Baros.

Kemudian Lembursitu, ada 26 spot wisata kuliner pada 2021. Namun jumlah tersebut anjlok pada 2022 dan 2023 di mana hanya menyisakan 3 saja. Lalu pada akhir 2024, kembali bertambah menjadi 7 spot wisata kuliner.

Selanjutnya Kecamatan Cibeureum, terdapat 23 spot wisata kuliner pada 2024, bertambah jadi 26 pada 2022 dan 2023, dan kembali bertambah pada akhir 2024 menjadi 29.

Nasi tutug oncom khas Sukabumi
Nasi tutug oncom khas Sukabumi – Istimewa

Selain Cibeureum, Kecamatan Citamiang dan Warudoyong juga mengalami penambahan jumlah spot wisata kuliner.

Untuk Cibeureum, pada 2021, terdapat 19 spot wisata kuliner. Lalu naik jadi 26 pada 2022 dan 2023, dan naik lagi secara signifikan pada akhir 2024 menjadi 40.

Sedangkan, di Kecamatan Warudoyong ada 39 spot wisata kuliner pada 2021. Meskipun sempat berguguran pada 2022 dan 2023 menjadi 20 saja, namun bertambah sangat signifikan pada 2024 menjadi 64.

Baca Juga :  5 Dinas dan Badan Pemkab Sukabumi paling banyak dan sedikit pekerjakan ASN

Demikian juga dengan Kecamatan Gunungpuyuh, terjadi kenaikan jumlah spot wisata kuliner dari 35 pada 2021, anjlok menyisakan hanya 28 saja pada 2022 dan 2023, lalu kembali bertambah menjadi 49 pada akhir 2024.

Dari rincian di atas, di ketahui ada 298 spot wisata kuliner Kota Sukabumi pada 2024.

Jumlah tersebut naik signifikan, yakni sebanyak 97 spot wisata kuliner, jika dibandingkan 2022 dan 2023 yang hanya 201. Namun, berkurang satu jika dibandingkan 2021 yang sebanyak 299.

Kondisi ekonomi membaik? 

Bandros Ata
Bandros Ata Kota Sukabumi – Istimewa

Peningkatan jumlah spot wisata kuliner tersebut menurut Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari menunjukkan kondisi ekonomi yang mulai membaik setelah hampir tiga tahun diterjang pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.

Karenanya, ia berharap ke depan pertumbuhan ekonomi di Kota Mochi dapat stabil hingga meningkat.

“Ya bisa dimaklumi karena pada 2020 hingga 2023 banyak pengusaha di bidang kuliner yang berguguran, karena pandemi Covid-19,” kata politikus PDI Perjuangan itu kepada sukabumiheadline.com, Kamis (3/4/2025).

“Saya berharap kepala daerah yang baru bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, perlu dukungan dari banyak pihak, terutama warga Kota Sukabumi sendiri. Harus bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan, dengan begitu wisatawan akan selalu berkunjun,” pungkasnya.


Dilarang republikasi artikel di atas tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta
Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak
Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda
Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon
Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi
Penduduk miskin Kota Sukabumi naik, ranking berapa se-Jawa Barat?
Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran
Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 04:18 WIB

Kapan terakhir Gede Pangrango meletus? Sudah 50 kali, abu vulkanik hingga Sukabumi dan Jakarta

Rabu, 2 April 2025 - 03:32 WIB

Kecamatan dengan nilai transaksi dan jumlah pelanggan Perumda AMTJM Kabupaten Sukabumi terbanyak

Selasa, 1 April 2025 - 00:01 WIB

Hari ini, 111 tahun silam Kota Sukabumi didirikan untuk tempat tinggal warga Belanda

Senin, 31 Maret 2025 - 13:00 WIB

Nirkabel! Tak lama lagi Palabuhanratu dan Cikole Sukabumi bebas kabel listrik dan telepon

Minggu, 30 Maret 2025 - 10:00 WIB

Sejarah, tugas dan daftar Jaksa Agung RI dari masa ke masa, pertama tokoh antikorupsi asal Sukabumi

Berita Terbaru