22.5 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Survei Charta Politika: Prabowo-Gibran Kalah dari Ganjar-Mahfud, Tapi Ungguli Anies-Cak Imin

PolitikSurvei Charta Politika: Prabowo-Gibran Kalah dari Ganjar-Mahfud, Tapi Ungguli Anies-Cak Imin

sukabumiheadline.com l Pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD bersaing ketat dengan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hal itu terungkap dalam hasil survei Charta Politika Indonesia terkait elektabilitas pasangan Capres-cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, pasangan Prabowo-Gibran tercatat unggul dibandingkan dua pasangan lainnya dalam skema head to head.

Apabila dihadapkan, elektabilitas Prabowo-Gibran unggul dibandingkan Anies-Cak Imin dengan angka 50,3 persen melawan 29 persen.

Lalu, Prabowo-Gibran juga mengungguli Ganjar-Mahfud dengan elektabilitas 43,5 persen berbanding 40,6 persen.

Sementara itu, Ganjar-Mahfud tercatat unggul ketimbang Anies-Muhaimin jika keduanya berhadapan, dengan elektabilitas 45,5 persen dan 34,4 persen.

“Tidak terlalu jauh berbeda, Ganjar-Mahfud ada di angka 36,8 persen, Prabowo Subianto-Gibran di angka 34,7 persen,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam konferensi persnya.

Yunarto mengungkap selisih 2,1 persen antara Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran itu berada sedikit di atas margin of error 2 persen dalam survei tersebut.

Sedangkan, hasil survei elektabiltias pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berada di posisi ketiga dengan 24,3 persen.

Sementara, sebanyak 4,3 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei dilaksanakan pada 26-31 Oktober dengan melakukan wawancara kepada 2.400 orang responden dari 38 provinsi se-Indonesia. Survei ini memiliki margin of error +/- 2,0 persen.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer