Tak peduli status jalan rusak penyebab kecelakaan, warga Sukabumi kompak perbaiki

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi kompak perbaiki jalan rusak penyebab kecelakaan - sukabumiheadline.com

Warga Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi kompak perbaiki jalan rusak penyebab kecelakaan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Warga Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kompak memperbaiki jalan rusak yang sudah menelan korban jiwa itu secara swadaya, Jumat (23/1/2026).

Warga bahkan tidak mempedulikan status jalan tersebut. Mereka kompak mengumpulkan iuran, karena banyak pengendara mengalami kecelakaan di Jalan Kidang Kencana, ruas Palabuhanratu-Cisolok tersebut.

Di tengah padatnya arus lalu lintas Jalan Kidang Kencana, sejumlah warga tampak saling berbagi tugas menambal lubang menganga di badan jalan dengan menggunakan pasir dan semen alakadarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lubang berdiameter besar dan dalam yang berada diruas Jalan Nasional itu, sudah lama menjadi ancaman bagi para pengguna jalan. Setiap kendaraan yang melintas, terutama sepeda motor, harus ekstra waspada agar tidak terjungkal.

Salah seorang warga, Sigit Ahmad Al Maliki mengapresiasi aksi tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukan karena pemerintah sibuk melakukan rapat-rapat. Alhasil, warga sendiri yang menjadi kontraktor perbaikan jalan.

Baca Juga :  Sehari Setelah Dibersihkan, Pantai Cibutun Sukabumi Kembali Dipenuhi Sampah

“Karena pemerintah masih sibuk rapat dan foto bersama, warga Pelabuhan Ratu akhirnya naik level jadi kontraktor dadakan. Dengan modal swadaya, gotong royong, dan kesabaran tingkat dewa, warga menambal jalan berlubang yang sudah lama jadi arena uji nyali,” kata di akun Facebook-nya, dan dikonfirmasi sukabumiheadline.com.

Ditambahkannya, akibat jalan rusak tersebut, sudah berhasil menelan korban tiga kali. Bahkan, satu di antaranya sampai meninggal dunia. Ia mengaku tidak peduli status Jalan Nasional, dan berharap ditindaklanjuti dari pemerintah tingkat kabupaten hingga pusat.

“Sudah berjatuhan korban, menunggu perhatian pemerintah rasanya seperti nunggu janji kampanye jadi nyata lama, samar, dan penuh harapan palsu. Jikapun ini Jalan Nasional, harapan saya, ya diajukan ke pusat, karena keselamatan pengguna jalan tak bisa ditunda,” pungkasnya.

Sementara itu warga lainnya, Bastian, mengungkapkan bahwa aksi tersebut murni lahir dari kepedulian masyarakat. Menurutnya, warga tak ingin lagi menunggu jatuh korban lagi.

Baca Juga :  Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Ada Pocong di Lubang Jalan Parungkuda Sukabumi

“Ini bentuk kepedulian kami. Di sini sering terjadi kecelakaan. Kalau menunggu program pemerintah, bisa lama. Kami tidak ingin menunggu sampai ada kejadian yang tidak diharapkan,” ujarnya.

“Katanya sudah tiga kali kejadian. Bahkan ada yang meninggal. Semua gara-gara lubang ini,” imbuh dia.

Bastian juga menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan ruas jalan nasional, sehingga bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Ketidakpastian waktu perbaikan dari pihak berwenang membuat warga memilih bergerak sendiri demi keselamatan bersama.

“Kalau minta ke kabupaten, ini bukan tanggung jawab kabupaten, tapi nasional. Kita juga tidak tahu kapan ada program perbaikan di sini. Daripada menunggu dan ada korban lagi, lebih baik sekarang kita perbaiki sebisanya,” ungkap Bastian.

Berita Terkait

Innalillahi, tokoh Sukabumi Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanoedjiwa meninggal dunia
Remaja belasan tahun asal Cisaat Sukabumi terancam 15 tahun penjara
DPRD Kabupaten Sukabumi ingatkan program MBG harus libatkan petani lokal
DPRD Kabupaten Sukabumi pelototi perizinan sumur bor
Kolaborasi haram pemuda Cibadak Sukabumi dan orang tua dari Binjai berujung sel
Alvin, wisatawan asal Bogor korban tewas terseret ombak Pantai Sukabumi, satu hilang
Diserahkan ke perusahaan, 5 fakta pria asal Sukabumi gandir usai cekcok dengan pacar
Identitas dua wisatawan asal Bogor hilang terseret ombak Pantai Karangpapak Sukabumi, masih dicari

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:46 WIB

Innalillahi, tokoh Sukabumi Mayjen TNI (Purn) Ampi Tanoedjiwa meninggal dunia

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:46 WIB

Tak peduli status jalan rusak penyebab kecelakaan, warga Sukabumi kompak perbaiki

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:10 WIB

Remaja belasan tahun asal Cisaat Sukabumi terancam 15 tahun penjara

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:39 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi ingatkan program MBG harus libatkan petani lokal

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:57 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi pelototi perizinan sumur bor

Berita Terbaru

Ilustrasi pegawai korban PHK - sukabumiheadline.com

Nasional

Kasus PHK hampir 100 ribu, daerah mana terbanyak?

Jumat, 23 Jan 2026 - 11:11 WIB

Layvin Kurzawa memakai topi putih, jaket loreng warna krem disebut sudah di Stasiun Whoosh - Ist

Olahraga

Dari PSG ke Persib, Layvin Kurzawa sudah di Stasiun Whoosh

Jumat, 23 Jan 2026 - 10:04 WIB