sukabumiheadline.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui program Optimasi Lahan (Oplah) yang kini menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat swasembada pangan. Upaya diwujudkan melalui percepatan tanam di lebih dari 50.000 hektare lahan Oplah dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.
Dalam pernyataan persnya, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (28/5/2026), Kementan menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif agar kembali optimal menopang produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.
Gerakan Tanam Serentak (GTS) nasional yang untuk keenam kalinya digelar Kementerian Pertanian tersebut dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/5/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tanam serentak menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia.
Menurutnya, pemanfaatan lahan oplah yang diperkuat melalui kemitraan CSR menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tetapi memastikan Indonesia memiliki fondasi pangan yang kuat dan berkelanjutan. Seluruh potensi lahan harus dimanfaatkan secara optimal agar produksi terus meningkat,” ujar Arsanti.
Sementara itu, Direktur Serealia Tanaman Pangan, Gunawan, menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serentak harus menjadi pemantik semangat dan konsistensi seluruh penanggung jawab (PJ) di masing-masing provinsi dalam mencapai target swasembada pangan nasional.
Ia juga meminta seluruh penyuluh pertanian di bawah koordinasi BPPSDMP terus aktif mengawal pelaksanaan tanam di lapangan serta disiplin melaporkan data Luas Tambah Tanam (LTT).
“Gerakan tanam serentak ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh PJ provinsi untuk memaksimalkan capaian target. Jangan sampai gerakan ini hanya berjalan sesaat, tetapi harus terus dikawal secara berkelanjutan. Peran penyuluh sangat penting untuk memastikan pergerakan tanam dan pelaporan LTT tetap berjalan optimal,” kata Gunawan.









