Termasuk di Sukabumi, Kementan pacu produksi lewat Oplah 50 ribu hektare

- Redaksi

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani sedang menanam padi di sawah - sukabumiheadline.com

Ilustrasi petani sedang menanam padi di sawah - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui program Optimasi Lahan (Oplah) yang kini menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat swasembada pangan. Upaya diwujudkan melalui percepatan tanam di lebih dari 50.000 hektare lahan Oplah dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

Dalam pernyataan persnya, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (28/5/2026), Kementan menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif agar kembali optimal menopang produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.

Gerakan Tanam Serentak (GTS) nasional yang untuk keenam kalinya digelar Kementerian Pertanian tersebut dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/5/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan tanam sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tanam serentak menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia.

Menurutnya, pemanfaatan lahan oplah yang diperkuat melalui kemitraan CSR menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tetapi memastikan Indonesia memiliki fondasi pangan yang kuat dan berkelanjutan. Seluruh potensi lahan harus dimanfaatkan secara optimal agar produksi terus meningkat,” ujar Arsanti.

Sementara itu, Direktur Serealia Tanaman Pangan, Gunawan, menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serentak harus menjadi pemantik semangat dan konsistensi seluruh penanggung jawab (PJ) di masing-masing provinsi dalam mencapai target swasembada pangan nasional.

Ia juga meminta seluruh penyuluh pertanian di bawah koordinasi BPPSDMP terus aktif mengawal pelaksanaan tanam di lapangan serta disiplin melaporkan data Luas Tambah Tanam (LTT).

“Gerakan tanam serentak ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh PJ provinsi untuk memaksimalkan capaian target. Jangan sampai gerakan ini hanya berjalan sesaat, tetapi harus terus dikawal secara berkelanjutan. Peran penyuluh sangat penting untuk memastikan pergerakan tanam dan pelaporan LTT tetap berjalan optimal,” kata Gunawan.

Berita Terkait

Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?
1 di Sukabumi, membanding 10 monumen knalpot hasil razia, keren mana?
Kebakaran di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi, AMAN Banten Kidul desak tingkatkan mitigasi bencana
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Warga Aceh patungan Rp1 miliar untuk bangun jembatan, Menteri PU: Terimakasih
Pembangunan Jalan Tol Ciawi – Sukabumi Seksi 3: Ini prioritas Kementerian PU
Acara silaturahmi dan doa bersama Viking Serang diserbu The Jakmania, balita terluka
Wakil Bupati ingin proyek jalan poros Lebak-Bogor-Sukabumi dibiayai CSR

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:00 WIB

Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?

Selasa, 15 September 2026 - 17:47 WIB

1 di Sukabumi, membanding 10 monumen knalpot hasil razia, keren mana?

Selasa, 8 September 2026 - 17:25 WIB

Kebakaran di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi, AMAN Banten Kidul desak tingkatkan mitigasi bencana

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:08 WIB

Warga Aceh patungan Rp1 miliar untuk bangun jembatan, Menteri PU: Terimakasih

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB